PEJUANG PENDIDIKAN DI KEPULAUAN SELAYAR - kangzainfuad.com

Kamis, 07 Desember 2017

PEJUANG PENDIDIKAN DI KEPULAUAN SELAYAR

“Bapak,,, maaf baru datang, baru dapat kabar dua hari yang lalu bapak kalau di benteng ada pelatihan, terus kemarin baru berangkat..”
“iya ..bapak ini ibu datang dari bonerate, jauh bapak” sahut ibu-ibu yang lain.
“ini rumahnya dekat dengan rumah ibu ini,...” sambil menunjuk ke salah sat peserta  lain dalam kelompok diskusi.
“Bonerate itu mana Ibu?” tanyaku (sambil menirukan logat asli orang selayar),
”Wah...bonerate itu jauh bapak, dari pulau kalau berangkat jam 12 siang bisa sampai sini jam 12 siang lagi, dekat flores. harus naik kapal bapak, kalau ingin cepat, naik peraahu kayu, hanya 12 jam” suara ibu-ibu yang lain menimpali.
“haa... hanya 12 jam?” , jawabku sambil keheranan.
“iaya bapak, kalau naik kapal pelni (fery), lama karena harus mampir ke pulau-pulau kecil lain, kadang nginep dulu di pulau-pulau itu, jadi agak lama.”
kalau naik perahu kayu apa tidak bahaya ibu,?”
“ya..h, mau gimana lagi bapak, kadang ombaknya lebih besar dari perahunya, kita naik-turun bapak”, yang penting cepat.
“ maaf.... apa peserta pelatihan ini juga banyak peserta yang datang dari pulau-pulau juga?” tanyaku sambil menambah keheranan.
“iya bapak, di selayar ada 130 pulau, kalau bapak ibu kepala sekolah sudah biasa bapak mengajar dipulau-pulau itu.”
“disana kita naik perahu, kadang sewa perahu, ada juga yang ojek. ojek disini beda dengan di jawa bapak. disini ojek ada yang naik perahu.” ibu haja menimpali.
“berapa ibu kalau sewa perahu?
“antara 450  sampai 1 juta bapak.”, paling murah 450ribu. tapi kalau ingin murah harus mampir ke pulau-pulau dulu”. bapak anwar menimpali.
“terus bagaimana bapak setiap harinya?” tanyaku.
“kalau kami datang ke sekolah, kita menginap bapak, tidur disana. tidur seadanya, disana ada rumah sederhana dari kayu, kalau ada kegiatan di kota (dinas pendidikan), ya kami kadang tidak bisa”
           Inilah sedikit kisah selama mengisi pelatihan kepala Sekolah di kepulauan selayar. ditempat ini banyak hal yang dapat saya ambil hikmah dan motivasi diri dalam mengabdi di dunia pendidikan, terutama semangat pesertanya. sejak hari pertama sampai hari ketiga, semua peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias. walaupun awalnya sempat pesimis, mengingat pelatihan ini cukup berat materinya khususnya bagi kepala sekolah dengan kondisi yang terpencil dan Sumber daya Manusia yang kurang memadai, didukung info dari dinas pendidikan kepulauan selayar bahwa seringkali kegiatan pelatihan yang dilaksanakan dinas pendidikan hanya diikuti oleh peserta dari hari pertama saja, untuk hari berikutnya pesertanya surut sampai 50% lebih dari jumlah peserta yang pada waktu pembukaan.
Ternyata persepsi ini sama sekali tidak benar. mulai dari pelatihan dibuka, peserta sudah mulai terlihat antusias mengikuti pelatihan ini. hal ini terlihat pertama sejak kami menyapa peserta melalui kegiatan dinamika pelatihan, mereka sangat semangat. bagi kami, dinamika merupakan kegiatan yang dijadikan tolok ukur penting sebagai tes awal analisa motivasi peserta sekaligus sebagai ajang pendekatan secara personal pada peserta sehingga seorang trainer akan mampu merasakan kondisi dan motivasi peserta dalam mengikuti pelatihan-pelatihan berikutnya.
Kondisi SDM memang menjadi kendala bagi kami, bagaimana mungkin ditempat yang lumayan terpencil ini dan peserta belum pernah sama sekali mengikuti pelatihan serupa langsung kepala dinas pendidikan kepulauan selayar meminta kami memberikan materi pelatihan yang selama ini diberikan kepada sekolah-sekolah yang memiliki motivasi tinggi dan pekerja keras dalam mewujudkan sekolah yang bermutu di mata masyarakat. itupun tidak sekonyong-konyong diberikan materi ini karena harus melalui berbagai tahap, dan materi pelatihan inilah materi inti sekolah itu bisa berkualitas dan maju dimata masyarakat, materi pelatihan tersebut adalah pelatihan manajemen mutu yang terdiri dari pemahaman tentang Mutu, strategi mutu, sistem mutu, inovasi jamianan mutu (QA) dan pembuatan Standart Operting Procedure (SOP).
Keadaan ini membuat kami sadar, selain karena pesertanya sudah banyak yang sepuh, keadaan sosial masyarakat yang cenderung kurang berminat dengan tantangan-tantangan baru yang inovatif juga mempengaruhi dan sudah menjadi sebagian besar pola pikir peserta walaupun mereka semua kepala sekolah. inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi kami agar peserta sadar bahwa dengan mengikuti pelatihan ini peserta akan mampu mengubah masa depan kepulauan selayar, karena dipundak kepala sekolahlah masa depan generasi muda ada ditangan mereka. apalagi semuanya merupakan kepala sekolah di sekolah dasar, sehingga mereka semua harus diberikan motivasi secara terus menerus dalam setiap sesi pelatihan  dengan harapan mereka mampu dan berusaha memahami, mengerjakan tugas yang kita berikan dan akhirnya bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat di sekolah masing-masing.
Harapan saya, semoga kenangan manis ini mampu memotivasi diri saya sendiri agar senantiasa Istiqomah dan ikhlas dalam mengabdi pada masyarakat khususnya di dunia pendidikan, minimal bisa memberikan pengetahuan tambahan bagi membaca agar semakin meningkatkan rasa syukur kepada Allah swt sekaligus tumbuh semangat berjuang sebagaimana bapak/ibu guru dan tentunya peserta didik di kepualauan Selayar, berjuang untuk masa depan yang lebih baik. Amiiin.


Kepulauan Selayar, Desember 2017.








Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda