kangzainfuad.com

Selasa, 27 September 2022

Catatan Kak Luthfi: Bahagia, namun Tetap Istiqamah

Kamis (22/09/2022) kak luthfi sangat gembira, pagi-pagi sebelum subuh sudah persiapan. Baju, celana, dan peralatan kegiatan di sekolah ditata dengan rapi dan dimasukan dalam tas.

Adzan subuh berkumandang, segera ia keluar rumah menuju mushalla mengumandangkan adzan subuh, pujian, dan iqamah. 

Kegiatan pagi kak luthfi sebenarnya sudah terbiasa dengan baktifitas paginya itu, tapi pagi ini terasa beda, karena hari ini kak luthfi akan pergi ke Eco Green Park bersama teman-temannya se-kelas dalam rangakaian kegiatan Study Visual. 

Setelah sholat shubuh, kak luthfi masih melaksanakan kegiatan rutin, mengaji Al-Qur'an, setoran/muraja'ah hafalan, dan diakhiri dengan Pelajaran Kitab, Fiqh, Aqidah dan Akhlaq.

Fiqh, kak luthfi belajar kitab Mabadi' Fiqh jilid 2, jilid 1 sudah kak luthfi khatamkan. 

Aqidah, kitab yang di pelajari Kitab Aqidatul Awam, InsyaAllah beberapa hari ini akan dikhatamkan juga. 

Akhlaq, yang di kaji kitab Akhlaq Lil Banin Jilid 2, jilid 1 sudah lama ia selesaikan. 

Tambahan, saat ini kak luthfi sedang memperdalam kitab Tajwid dan berbagai ilmu yang berhubungan dengan Al-Quran, Ghorib dan Kisah-kisah dalam Al-Quran. 

Semua pengajian kak luthfi di pagi hari ini dibimbing oleh Ayah-nya.

Kamis pagi, kamis yang membahagiakan bagi Kak luthfi namun ia tetap menjaga kebahagiaan itu dengan beraktifitas seperti biasa, istiqomah dalam menuntut ilmu sebagai bekal meraih keberkahan hidup di dunia dan dipanen saat diakhirat. 

Banyak orang yang terlena dengan berbagai kenikmatan (kebahagiaan) dan menggeser aktifitas istiqomah yang selama ini ia lakukan. 

Pembiasaan bersikap biasa dalam meraih kebahagiaan akan meminimalisir bersikap berlebihan, sombong dan akan melupakan masa-masa kesulitan yang selama ini ia raih buah dari kesabaran. 

Maka Jagalah kesabaran itu saat kebahagiaan menghampiri. 


Senin, 26 September 2022

Bimtek Sesi-4, Gayeng Penuh Manfaat

Bimbingan Teknis Aplikasi Sipdar-LPQ bagi ustadz/ah LPA Kota Malang sesi-4 di TPQ Asy-Syifa Sawojajar Kedungkandang Kota Malang terlaksana dengan sukses.

Kegiatan Bimtek dilaksanakan Ahad (26/09/2022) dengan pemateri Bu Iin Nurjannah S. Ap. dan didampingi pengurus DPC FKPQ Kota Malang, ketua Pelaksana Ust. Nur Cholis, SE. Ust. Rahman, Ketua FKPQ Kecamatan Kedungkandang serta para tim sukses pendampingan kepala dan ustadz/ah saat praktek mengoperasikan Sipdar-LPQ DPC FKPQ Kota Malang. 

Walau saat kegiatan aplikasi Sipdar-LPQ mengalami kendala, namun kegiatan tetap berlangsung dengan baik dan penuh hikmat. Selain Sipdar-LPQ masih ada beberapa aplikasi yg perlu dipahami juga oleh para peserta, sehingga bu Iin selaku Operator (admin)Aplikasi-aplikasi di lingkungan kementrian agama mampu membawa suasana Bimtek menjadi gayeng penuh manfaat karena peserta diberikan ilmu dan diperkenalkan aplikasi yg lain, dan sangat berguna bagi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an, diantaranya EMIS. 

EMIS, aplikasi wajib yg harus dipahami LPQ dan di praktekan dengan membuat akun serta melengkapi isian yg terdapat dalam EMIS agar LPQ bisa memanfaatkan aplikasi lain yg disediakan Kemenag, bahkan EMIS ini menjadi wajib, karena semua aplikasi yg ada pasti terhubung dengan EMIS. 

Bimtek yang diadakan bersesi-sesi ini menunjukkan antusiasme para asatidz/ah pengelola Lembaga Pendidikan Al-Quran di Kota Malang untuk berubah dan menjadi lebih baik dengan menyesuaikan kondisi dan tuntutan zaman, semoga i'tikad yang kuat dan di iringi niat tulus membumikan Al-Quran ini dicatat menjadi amal sholih yg kelak menjadi saksi dan "Washilah" Mendapatkan Syafa'at Al-Quran saat diakhirat kelak, Amiin. 

Senin, 19 September 2022

Muqaddimah At-Tibyan : Hamba Pilihan bagi Pecinta Al-Qur'an

Kitab At-Tibyan bagi para Penghafal, Pengajar dan pecinta Al-Qur'an. 

Kitab At-Tibyan Fii Adabi Hamalatil Qur’an ditulis oleh Syaikh Abu Zakariyah Yahya Muhyiddin bin Syarof bin Hizam An-Nawawiy. Beliau adalah seorang ahli fiqh, zahid, seorang imam yang ‘alim, zuhud, dan Dhobith (sangat teliti dan cermat).

Didalam Muqaddimahnya, Syaikh Abu Zakariyah An-Nawawi ini  memberikan pujian kepada Allah swt. Yang telah memberikan anugrah kepada kita berupa petunjuk, keimanan dan telah memberikan kelebihan (Keutamaan) agama Islam daripada agama lainya berupa diutusnya Rasulullah saw kepada kita, denganya Allah swt memberikan wahyu berupa Al-Qur’anul Karim yang terus menerus berlangsung (kemukjizatanya) dengan silih bergantinya zaman.

Dengan Kemukjizatan Al-Qur’an, Allah swt menantang manusia, jin dan semuanya. Menjadi penyubur bagi hati orang-orang yang memiliki hati nurani dan kemakrifatan. Al-Qur’an tidak akan usang karena sering dibaca dan dikaji berulang-ulang dari masa ke masa.

Allah swt memberikan kemudahan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh ingin menghafalkan Al-Qur’an, sehingga Al-Qur’an mudah dihafalkan oleh anak-anak sekalipun. Dan dengan Al-Qur’an, Allah swt akan menjaga dan memeliharanya dari sistem yang akan berusaha melakukan perubahan terhadap Al-Qur’an dari berbagai peristiwa baru.

Al-Qur’an, yang denganya Allah swt akan memberikan taufiq dan memilih hamba-hamba-Nya dari kalangan orang-orang yang cerdas dan cermat untuk senantiasa memberikan waktu dan perhatian khusus untuk mendalami ilmu-ilmu Al-Qur’an.

Melalui hamba-hamba pilihan inilah, Al-Qur’an akan dikelompokan dalam berbagai disiplin ilmu, sehingga Al-Qur’an akan mudah dipahami dan amalkan oleh seluruh umat manusia. Termasuk dengan hadirnya kitab at-tibyan ini, semoga akan memudahkan bagi para pecinta Al-Qur’an agar lebih memahami dan mencintai Al-Qur’an dengan disertai Adab, adab dalam mempelajari dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an, adab dalam mengajarkan Al-Qur’an.

Minggu, 18 September 2022

Tren Pendidikan Global, Saatnya Sekolah Berbenah!

Siswa meganalisa kondisi air, debit, massa, arus, kelayakan digunakan untuk bersuci

Siap Sukses masuk perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta atau sukses dan siap menghadapi tantangan kehidupan berikutnya menjadi misi setiap program pendidikan di SMA Surya Buana Malang. Menitikberatkan pada nilai-nilai penalaran merupakan titik poin output pelajar masa depan.

 Hal ini terbukti dengan berbagai kebijakan-kebijakan dan hasil survey dalam dunia pendidikan, baik ditingkat nasional maupun internasional. Pada tingkat nasional,Mendikbud Ristek, sudah menetapkan sebagaimana nadhim, Rabu (07/09/2022) mengatakan bahwa masuk perguruan tinggi tidak lagi menggunakan tes mata pelajaran, tapi menggunakan tes skolastik yang terdiri dari Kognitif Penalaran, Penalaran Matematika, Literasi Bahasa Indoensia dan Literasi Bahasa Inggris.

 Ini artinya, jika tes skolastik yang diujikan, maka bentuk tes tidak lagi bergantung pada proses menghafalkan materi dan lebih pada penalaran, pemecahan masalah atau Problem Solving, potensi kognitif siswa. untuk soal-soal literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris akan bukan terkait dengan tejnik gramatikal, melainkan kemampuan memahami logika teks.

Melatih penalaran siswa dengan belajar langsung di alam

Secara International, Indonesia saat ini mengejar hasil penilaian Programme for International Student Assessment (PISA) agar mampu bersaing dalam tingkat global. Dimana dari hasil survey PISA pada kategori kemampuan membaca, sains dan matematikan sangat rendah. Pada tahun 2018 Indonesia tergolong mendapatkan nilai terendah, yakni urutan ke-74 dari 79 negara.

 Melihat perkembangan tren pendidikan global, maka sudah saatnya lembaga pendidikan mulai berbenah. Termasuk SMA Surya Buana Malang sudah mulai berbenah, khususnya dalam melaksanakan proses pembelajaran.

 Para siswa sudah mulai dibiasakan pembelajaran-pembelajaran yang lebih mengedepankan penalaran pada pelajaran apapun. Mapel Matematika Misal, tidak hanya memahami dan menyelesaikan soal dengan rumus-rumus matematika yang sudah dihafalkan, tapi siswa diarahkan bagaimana penyelesaian masalah dengan menggunakan logika berfikir matematis. Pendidikan Agama Islam (PAI), para siswa diajarkan bagaimana implementasi pendidikan agama dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari dan menerapkan ajaran Islam yang ramah, membawa rahmat.

Study Visual : Integrasi Mapel dan Implementasinya dalam kehidupan

Kegiatan-kegiatan berupa study visual, dimana siswa diajak belajar bersama menyelesaikan berbagai tantangan berupa permasalahan yang terdiri dari berbagai rumpun mata pelajaran dan diselesaikan sesuai dengan bidang mata pelajaran. Kegiatan integrasi mata pelajaran ini lebih banyak mengajak para siswa untuk berfikir dan menyelesaikan permasalah dari berbagai segi. Dengan melibatkan secara langsung siswa pada alam, dunia kerja dan pengalaman menarik sebagai bekal siswa dalam mengdapai kehiupan dengan tanpa menggantungkan diri pada orang lain. Amiin.

Minggu, 28 Agustus 2022

Keren, RT-19 Tunggulwulung Kota Malang Sudah Menentukan Ketua Panita HUT RI ke 78 Tahun 2023

Panitia pelaksana HUT RI ke-77 RT-19 RW 1 Kelurahan Tunggulwulung Lowokwaru Kota Malang alhamdulillah telah mengadakah pembubaran panitia di Warung Wareg Karangploso Kabupaten Malang.

Pembubaran Panitia yang dilaksanakan pada 28 Agustus 2022 berjalan dengan lancar sesuai rencana, sebagaimana yang sebelumnya diagendakan pembubaran pasca evaluasi kegiatan agustusan berakhir, yaitu jalan sehat.

Awalnya panitia ragu akan melaksanakan pembubaran diluar dengan konsep santai, menyenangkan dan ramah biaya. Mengingat saat kegiatan agustusan berlangsung panitia harus bekerja keras mensukseskan kegiatan, bahkan sering lembur untuk menyiapkan setiap rangkaian kegiatan.

Alhamdulillah, setelah ketua RT-19, Zain Fuad bershilaturohim pada sesepuh RT-19 Bapak Arif perumahan Graha Akordion, akhirnya beliau siap menjadi donator utama kegiatan pembubaran kepanitiaan sekaligus penunjukan ketua panitia baru tahun depan, HUT RI ke-78.

Pak Saiful Anam dari perumahan De Perima selaku ketua pelaksana menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya, walaupun kegiatan HUT RI ke-77 terbilang sangat mendadak, namun kegiatan berjalan dengan lancar bahkan lebih meriah lagi, bila dilihat dari antusiasme warga mengikuti setiap kegiatan yang sudah direncanakan panitia.

Diakhir sambutan, Pak Anam menunjuk mas Salman dari Perum Maharaja Residen sebagai ketua panitia tahun berikutnya, penunjukkan inipun diamini oleh seluruh peserta pembubaran panitia. 

Walau mas Salman terlihat kurang percaya diri dalam menjalankan amanah kegiatan tahun depan, namun seluruh warga yang hadir sepakat untuk membantu sekuat tenaga dalam mensukseskan kegiatan berikutnya.

Pelaksanaan HUT RI-77 RT 19 pada tahun ini alhamdulillah masih ada saldo, sebagaimana yang dilaporkan pak supri, bendahara kegiatan. 

”masih ada sisa dari para donator sebesar satu juta enam ratus yang insyaallah peruntakanya akan dibelikan sound system agar RT-19 memiliki inventaris dan tidak menyewa lagi saat kegiatan-kegiatan warga” terang supri warga De Slepper.

Alhamdulillah akhirnya rangkaian kegiatan hingga pembubaran panitia berjalan dengan lancar, sukses, penuh kekeluargaan, semoga kegiatan tahun depan semakin meriah, guyub-rukun dan hadiah-hadiahnya lebih berkualitas, Amiin.

Sabtu, 27 Agustus 2022

Pengukuhan Pengurus RMI-NU Kota Malang Masa Khidmat 2022-2027


Pengukuhan Pengurus Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) NU Kota Malang masa Khidmat 2022-2027 dilaksanakan pada Ahad, 28 Agustus 2022 di Pondok Pesantren Al-Hikam Kota Malang. 

"Pengukuhan pada periode ini Istimewa, karena pada pengurus RMI-NU dipilih secara langsung oleh pengurus harian, sehingga program kerja dan sinergi antar pengurus InsyaAllah akan bisa terwujud", Jelas Gus Shampton, Ketua RMI-NU Masa Khidmat 2017-2022.

Gus Shampton menambahkan, selain mengorganisir pondok pesantrean, yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar pengurus RMI-NU Kota Malang adalah merangkul, mewadahi dan membina Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) yang selama ini belum terbina dengan baik, maka mulai saat ini RMI-NU harus menjemput bola jangan sampai basis penanaman aqidah paling dasar di LPQ dan Madin tidak tersampaikan, karena Aqidah inilah yang menjadi pondasi pemahaman keislaman. 

KH. Isroqunnajah, Ketua PCNU Kota Malang menyampaikan, "menjadi pengurus RMI-NU harus mulai merapatkan barisan dalam berdakwah dan mensyiarkan Islam 'Ala Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaja) An-Nahdliyah. Karena saat ini tantangan NU  sangat besar dalam mempertahankan ajaran-ajaran yang sudah diajarkan dan diperjuangkan oleh Para Muassis Nahdlotul 'Ulama".
Serah Terima jabatan RMI-NU Kota Malang 2022-2027

"NU lahir diperjuangkan oleh Para Masyayikh berawal adanya kebijakan dari penguasa Arab Saudi (Mamlakah As-Sa'udiyah) akan meratakan makam Rasulullah saw, maka masyayikh sepakat membentuk organisasi yang bernama Komite Hijaz, akhirnya dengan organisasi ini makam Rasulullah SAW tidak di ratakan. Apakah dengan keberhasilan agenda ini sudah selesai? Tidak, ternyata selain penghancuran makam Rasulullah SAW ada upaya-upaya terselubung yakni, "penghancuran" nilai Ajaran Para 'Ulama salaf Aswaja. Maka agar nilai-nilai perjuangan Komiten Hijaz ini tetap hidup, maka lahirlah Jam'iyah Nahdlatul Ulama", Jelas Gus Is. 

Kyai Dr. Halimi Zuhdy selaku ketua RMI-NU Kota Malang berharap, dengan formasi kepengurusan baru dan rata-rata masih muda. Program-program yang akan dilaksanakan InsyaAllah akan lebih menyesuaikan dengan kondisi zaman, dan sesuai dengan eranya, milenial. Dengan tanpa meninggalkan marwah terbentuknya RMI-NU, yakni mengeratkan shilaturohim para Kyai-Bu Nyai Pengasuh Pondok Pesantren dan memperteguh nilai-nilai ajaran Ahlusunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyah di Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah dan Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ). 

Diakhir kegiatan pengukuhan Pengurus RMI-NU Kota Malang dilanjutkan dengan Pelatihan Konsep Merdeka Belajar Bagi Pondok Pesantren dan Madin se-Kota Malang dengan pemateri KH. Abu Yazid Bustomi (Katib PBNU), KH.Dr.Halimi, MA (Ketua RMI-NU), Kyai Drs. Muhlis (Kasi PD. Pontren) danKyai Zainal Arifin, M. Ag sebagai Moderator. 

Selamat berkhidmat Pengurus RMI-Kota Malang Masa Khidmat 2022-2027, semoga diberkahi dan di mudahkan dalam menjalankan program-program yang sudah di agendakan.

Rabu, 24 Agustus 2022

Kemeriahan Agustusan HUT RI ke 77 RT-19


Penyerahan hadiah utama Jalan-Jalan Sehat oleh sesepuh RT-19 Bapak Arif beserta Panitia

Rangkaian kegiatan semarak agustusan RT-19 RW I Kelurahan Tunggulwulung Lowokwaru Kota Malang dalam rangka HUT RI ke-77 berakhir dengan meriah, guyub Rukun penuh kekeluargaan.

Diawali kegiatan kerja bakti warga di masing-masing perumahan se wilayah RT-19 yang dilaksanakan pada ahad, 7 dan 14 Agustus 2022, dilanjutkan dengan kegiatan bari'an (tasyakuran) malam 17 Agustus, lomba-lomba di wilayah perumahan masing-masing sebagaimana di Perumahan Maharaja dan diakhiri jalan sehat seluruh warga RT-19 pada ahad, 21 Agustus 2022 dengan pusat kegiatan di Perumahan De Prima. 

Suasana Senam Pagi sebelum JJS 2022 dibuka oleh ketua RT-19 kang Zain Fuad

Diantara RT yang lain, RT-19 RW I Kelurahan Tunggulwulung merupakan RT terbesar wilayahnya yang meliputi 5 perumahan, Maharaja Residen, De Prima, Graha Akordion, Puri Akordion dan Permata Tunggulwulung. Ditambah sekolah, berbagai tempat usaha serta de Slepper. 

Penganugrahan Kostum Terunik JJS 2022

Kemeriahan kegiatan Agustusan terlihat dari antusiasme warga mengikuti berbagai kegiatan yang direncanakan oleh panitia. Euforia setelah 2 (tahun) tidak mengadakan agustusan sangat terlihat, ratusan Doorprize dengan total hadiah jutaan rupiah sumbangan warga juga menjadi daya tarik dan penyemangat bagi peserta. 

Foto Bersama Ibu-Ibu Dasawisma dan PKK RT-19

Dari sekian banyak rangkaian kegiatan agustusan, pasti ada pengorbanan waktu, tenaga dan biaya. Namun semua terasa ringan karena adanya kerja bersama, rasa kekeluargaan, rasa cinta pada negeri dan lingkungan serta sebagai wujud rasa syukur pada Tuhan yang Maha Esa. 

Semoga tradisi ini tidak akan punah ditelan perkembangan zaman yang individualis-hedonis, bahkan semakin kuat mengakar pada generasi berikutnya demi keutuhan masyarakat sekitar dan seluruh Bangsa Indonesia. Amiin

Selasa, 23 Agustus 2022

Supervisi Kabid PQ Kemenag Kanwil Jawa Timur Ke LPQ Wardatul Ishlah


Lembaga Pendidikan Wardatul Ishlah Malang dikunjungi tamu istimewa dari Kementrian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur (Kemenag Kanwil) untuk melakukan supervisi Lembaga.

"Tujuan kedatangan tim kementrian agama termasuk dari Kantor Kementrian Agama Kota Malang untuk melihat secara langsung kondisi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an di Jawa Timur, khususnya di Kota Malang, karena saat ini data online saja tidak cukup, perlu data ril dilapangan", ujar Syahril Efendi. 

Perwakilan dari Kabid PQ ini juga menyampaikan, "bahwa saat ini Kemenag Kanwil akan memilih Lembaga Pendidikan Al-Qur'an yang memiliki keunggulan dalam dua hal, metodologi pembelajaran (pengajian) dan layanan pendidikan pada santri inklusi". 

Metodologi yg dimaksud adalah TPQ yang mampu mengembangkan metode pembelajaran Al-Quran sendiri, dan membawa manfaat dan maslahat bagi santri dan masyarakat, sebagaimana salah satu TPQ di Tulungagung yang membuat metode An-Nahdliyah.

Pengajian yang melayani santri inklusi adalah Lembaga Pendidikan Al-Qur'an yang menerima santri berkebutuhan khusus dengan menambah ustadz/ah khusus yang memahami tentang konseling santri serta ruangan yang mendukung pelayanan santri yang berkebutuhan khusus. 

Supervisi yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Agustus 2022 ini diakhiri dengan tanya jawab dari ustadz dan ustadzah LPQ Wardatul Ishlah, para asatidz berharap agar pemerintah ada kebijakan yang mendukung LPQ khususnya terkait kebijakan sekolah full day school yang membuat santri lelah dan kurang semangat mengaji akibat padatnya kegiatan di sekolah. Selain itu, adanya bantuan khusus terkait Peraga Educatif untuk Lembaga Pendidikan Al-Qur'an. 

Sabtu, 20 Agustus 2022

Siapakah yang Berkata Allah Ada di Mana-mana?

Ada banyak misinformasi yang sengaja diedarkan oleh para kritikus manhaj Aqidah Asy’ariyah-Maturidiyah yang nota bene menjadi manhaj aqidah representatif Ahlusunnah wal Jama’ah selama satu milenium terakhir. Di antara informasi yang disebar oleh para kritikus itu, biasanya dari kalangan pendaku Salafi modern, adalah bahwa Asy’ariyah menyatakan Allah ada di mana-mana sehingga dalam setiap kesempatan dialog aqidah dengan Asy’ariyah, selalu saja mereka melontarkan kritik terhadap orang yang berkata bahwa Allah di mana-mana. Tak lupa, mereka menukil sekian banyak pernyataan ulama yang menolak pernyataan bahwa Allah ada di mana-mana. Benarkah Asy’ariyah berkeyakinan demikian?

Sebenarnya adanya anggapan tersebut disebabkan karena minimnya pengetahuan tentang manhaj aqidah  Asy’ariyah sehingga mereka salah paham. Tak ada satu pun ulama Asy’ariyah yang mengatakan bahwa Allah ada di mana-mana sebab ini bertolak belakang dengan aqidah mereka. Dalam keyakinan Ahlussunnah wal Jama’ah yang diperjuangkan oleh Asy’ariyah, Allah bukanlah jism sehingga Ia terlepas dari seluruh sifat-sifat jismiyah. Bertempat di mana pun, di atas, di bawah, di depan, di belakang, di samping dan apalagi di mana-mana adalah sifat khas jism sehingga ditiadakan sepenuhnya oleh para Ulama Asya’irah. Ini adalah pernyataan mereka di kitab-kitab aqidah yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Banyak kutipan mereka dinukil di NU Online ini pada sub-kajian ilmu tauhid dan tak perlu dikutip ulang kali ini.

Lalu siapakah yang berkata bahwa Allah ada di mana-mana yang ditolak keras oleh para ulama itu? Nukilah berikut ini akan menjawabnya:

كان الجعد بن درهم من أهل الشام وهو مؤدب مروان الحمار، ولهذا يقال له: مروان الجعدي، فنسب إليه، وهو شيخ الجهم بن صفوان الذي تنسب إليه الطائفة الجهمية الذين يقولون: إن الله في كل مكان بذاته تعالى الله عما يقولون علوا كبيرا،

“Ja'd bin dirham adalah warga Syam, dia adalah gurunya Jahm bin Sofwan yang kepadanya dinisbatkan golongan Jahmiyah yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah ada di tiap tempat dengan Dzat-Nya’.”  (Ibnu Katsir, al-Bidâyah wan-Nihâyah, juz X, halaman 19)

أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِي السَّمَاءِ عَلَى الْعَرْشِ مِنْ فوق سبع سموات كَمَا قَالَتِ الْجَمَاعَةُ وَهُوَ مِنْ حُجَّتِهِمْ عَلَى الْمُعْتَزِلَةِ وَالْجَهْمِيَّةِ فِي قَوْلِهِمْ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَلَيْسَ عَلَى الْعَرْشِ

 

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla di langit di atas Arasy  di atas tujuh lapis langit seperti yang dikatakan oleh Jamaah ulama. Pernyataan ini adalah argumen mereka untuk melawan Muktazilah dan Jahmiyah yang berkata bahwa sesungguhnya Allah Azza wa Jalla ada di mana-mana  dan tidak [istiwâ’] di atas Arasy.” (Ibnu Abdil Barr, at-Tamhîd, juz VII, halaman 129).

 

Jadi, perkataan bahwa Allah ada di mana-mana adalah pendapat resmi dari kelompok Jahmiyah yang kemudian diikuti oleh Muktazilah. (Jahmiyah merupakan pengikut Jahm bin Shafwan yang mengatakan bahwa Allah tak mempunyai sifat apa pun, red). Mereka mengatakan itu sebab menolak sifat istiwâ’ sebagaimana difirmankan Allah. 

Ahlussunnah wal Jama’ah (Asy’ariyah-Maturidiyah) sepakat bahwa Allah bersifat istiwâ’ atas Arasy dan senantiasa demikian. Tak ada satu pun dari mereka yang menolak sifat ini. Sebab itulah, sejarah mencatat bahwa Asy’ariyah-Maturidiyah  adalah rival terkuat bagi Muktazilah yang akhirnya memusnahkan ajaran Muktazilah secara total di masa lalu setelah sebelumnya menjadi ajaran resmi dinasti Abbasiyah di bawah pemerintahan Al-Makmun, Al-Mu’tashim dan Al-Watsiq.

Sungguh aneh apabila dewasa ini justru sebagian masyarakat menganggap Asy’ariyah-Maturidiyah  sebagai Jahmiyah atau Muktazilah yang berkata bahwa Allah ada di mana-mana, padahal faktanya justru mereka yang terdepan memusnahkan keyakinan ini dan keyakinan Jahmiyah-Muktazilah lainnya. Kitab-kitab Asy’ariyah hingga kini seluruhnya menempatkan Jahmiyah atau pun Muktazilah di kategori aliran menyimpang dan ini adalah fakta yang tak terbantahkan. Sayangnya, beberapa orang dewasa ini tak mempelajari aqidah Asy’ariyah dari kitab resmi mereka sendiri melainkan hanya mendengar dari kitab-kitab golongan anti-Asy’ariyah yang penuh misinformasi sehingga menganggap itu adalah fakta sesungguhnya, padahal tidak. Wallahu a'lam.

Penulis :

Abdul Wahab Ahmad, Wakil Katib PCNU Jember & Peneliti Aswaja NU Center Jember.

Sumber : NU Online

Rabu, 17 Agustus 2022

Tasyakuran Agustusan, Bari'an Budaya Lokal yang Wajib di Pertahankan

Bari'an: Pemberian potongan Tumpeng pada Sesepuh/Tokoh Masyarakat

Bari'an, istilah masyarakat Malang dalam rangka tasyakuran malam kemerdekaan yang biasanya dilaksanakan pada malam tanggal 17 Agustus. 

Rangkaian kegiatan ini diisi dengan kegiatan utama, membaca do'a untuk para pahlawan yang telah gugur dalam meraih kemerdekaan, khususnya tokoh masyarakat sekitar yang telah gugur mempertahankan NKRI. 

Sebelum pembacaan do'a dimulai. Para hadirin menyanyikan lagu Indonesia dan lagu-lagu perjuangan, dilanjutkan sambutan-sambutan dari tokoh masyarakat. 

Foto bersama setelah Bari'an Warga RT-19 RW I Kelurahan Tunggulwulung Kota Malang
Kegiatan Bari'an salah satu media yang baik bagi Ketua Rukun Tetangga  (RT) untuk mensosialisasikan berbagai kegiatan di lingkungan, baik yang berhubungan dengan kegiatan agustusan maupun kegiatan-kegiatan yang lain.

Bagi tokoh agama, kegiatan Bari'an dijadikan waktu yang tepat untuk memberikan mau'idzah (pesan-pesan) keagamaan dan nasionalisme. 
Foto bersama Ibu-Ibu Warga RT-19 RW I Tunggulwulung Kota Malang

Karena agama dan nasionalisme tidak dapat dipisahkan peranya dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI. 

Bagi Masyarakat, Bari'an menjadi tempat untuk saling menyapa tetangga, saling mengenal dan memantapkan keakraban pada sesama, sehingga menghadirkan suasana guyub rukun penuh kekeluargaan. 

Suasana Bari'an Selasa, 16 Agustus 2022 di Graha Akordion RT-19 Tunggulwulung

Barian, budaya lokal yang wajib dipertahankan demi menjaga kerukunan dan keberkahan masyarakat. 

Ad Placement