Oktober 2022 - kangzainfuad.com

Senin, 31 Oktober 2022

Santripreneur : Sharing Penyusunan Kursil Santripreneurship


Pesantren, salah satu lembaga pendidikan yang berdiri secara mandiri atas keprihatinan pendirinya (kyai) dalam melihat lingkungan masyarakat, yang jauh dari nilai-nilai agama Islam. Berbagai upaya dilakukan oleh kyai dalam rangka membina masyarakat, baik dengan ceramah-ceramah (mauidzah hasanah) diacara jam'iyah-an, pertemuan-pertemuan dengan warga-masyarakat, para kyai merelakan waktu dan tenaganya untuk "dihibahkan" demi membimbing masyarakat menuju jalan yang benar dengan mendirikan pesantren.

Dengan semangat yang tinggi diiringi dengan niat yang tulus, mengharap ridlo ilahi semata. Maka lahirlah santri-santri yang sholih, ikhlas mengabdikan ilmunya untuk melanjutkan cita-cita kyai berdakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islam ditengah Masyarakat.

Santri, merupakan generasi penerus para kyai yang saat ini banyak sekali tantangan yang harus mereka hadapi, bisa jadi jauh lebih kompleks saat kyai-kyai dulu merintis dakwahnya. Baik dari segi lingkungan masyarakat (sosial) , ekonomi, tantangan dalam dunia pendidikan dan agama. Semakin komplek sesuai dengan zamanya.

Dari berbagai tantangan yang di hadapi, kuncinya adalah pola-pikir (mindset) bagaimana seorang santri memandang tantangan zamanya. Walau berbeda zaman bagaimana para kyai dulu "eksis" dalam berdakwah, tapi tetap sama bagaimana para kyai dulu membentuk pola-pikir diri agar tetap bersabar dalam membina masyarakat. Sehingga para kyai yang saat ini hasil perjuangannya mampu dirasakan oleh para santri keberkahanya.
 
Salah satu pola-pikir yang dibentuk, selain pola pikir berkesadaran dalam berdakwah yaitu pola-pikir dalam membentuk pribadi yang berjiwa enterpreneur, atau disebut dengan Santripreneur.

Kalau bicara tentang Santripreneur tentu tidak akan lepas dari leadership (kepemimpinan) yang dua-duanya saling berhubungan karena membentuk pribadi yang mandiri dan mampu mengendalikan diri untuk kemaslahatan orang lain. 

Prof.Bisri pengasuh PP Bahrul Maghfirah menyampaikan dalam kegiatan Penyusunan Kurikulum Kewirausahaan Santripreneur di UPT Pelatihan Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur Senin (31/10/2022), Membentuk santri berjiwa bisnis (santriprenenur) tidaklah muda, karena ia Masih tergantung dengan lingkungan  pesantren, kyai dan pengurus. Jika lingkungan pesantren, kyai dan pengurus mendukung, InsyaAllah santri itu akan mudah terbentuk jiwa enterpreneur. 

"Maka, salah satu langkah strategis yang bisa dilakukan adalah membuat kurikulum dan perencanaan (silabus) bagaimana membentuk jiwa interpreneur pada santri, sehingga dalam menumbuhkan kesadaran itu dibuat perjenjang, dimulai dari kelas X, dan XI kemudian di kelas akhir XII para santri bisa fokus pengembangan potensi diri dalam berinterpreneur, bagi santri yg memiliki patients (bakat), sedangkan santri yang tidak tertarik berinterpreneur bisa mengembangkan diri dalam bidang yang lain, tugas pesantren hanya mengasilitasi dan mendampingi", tegas Rektor UB Periode 2014-2018.

Zain Fuad, pimpinan Pesantren Modern Surya Buana Malang sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Prof Bisri, melalui pengalamanya dalam menyusun materi kewirausahaan di lembaga yang dipimpinya ia bertukar pengalaman pada forum penyusunan kurikulum ini. bahwa dalam mencetak santri yang berjiwa entrepeneur tidak cukup dengan pelatihan-pelatihan dan kegiatan yang bersifat instan, sekali kegiatan selesai. langkah yang bisa dilakukan adalah pemberian pemahaman berupa materi yang berjenjang pada santri, pendampingan dalam proses aplikasi oleh para ahlinya dan yang terpenting keterlibatan semua civitas dalam pesantren harus dioptimalkan, asatidz, pengasuh/pimpinan dan para santri agar kegiatan berkesinambungan dan istiqomah.

Gus Ghofirin, Sekjen OPOP Jatim menambahkan, nantinya akan dibuatkan kurikulum dan Silabus (Kursi) yang bisa diterapkan di seluruh jenjang, baik di pesantren yang memiliki sekolah formal ( MA, SMA dan SMK) atau pesantren salaf yang didalamnya hanya ada pendidikan Madrasah Diniyah Muadalah dengan usia setara usia santri SMA/MA/SMK atau lebih. 

"Harapan, nantinya akan tumbuh generasi muslim yang lahir dari pesantren-pesantren menjadi da'i/kyai yang mandiri, kyai yang mampu memberdayakan pesantren secara mandiri, sehingga umat Islam di Indonesia akan mampu berdikari dan menguasai ekonomi serta membawa kemaslahatan bagi seluruh umat, bukankah Rasulullah SAW sudah memberikan contoh akan pentingnya berinterpreneur, serta para sahabat pun demikian, seperti utsman bia affan dan banyak sekali ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang pentingnya berniaga (berinterpreneur)". Lanjut Dosen Universitas NU Surabaya ini. 

Hadir dalam kegiatan Penyusunan Kurikulum Kewirausahaan Santripreneur, Dr. Andromeda Qomariah,MM. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur, KH. Prof. Dr. Muhammad Bisri, Pengasuh PP. Bahrul Maghfirah Malang. KH. Noor Shodiq Askandar, SE.,M.M. Wakil Rektor 2 Universitas Islam Malang (Unisma) sekaligus Komisi pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Jawa Timur, Achmad Wahju dari Kadin Jawa Timur, Gus Ghofirin Sekjen OPOP Jawa Timur.

Senin, 24 Oktober 2022

Hari Santri 2022 Kota Malang

Senin (24/10/2022) Pemerintah Kota Malang mengadakan Upacara Hari Santri 2022 di balai kota. perwakilan pesantren di Kota Malang berpartisipasi dengan mendelegasikan santri dan siswa dalam rangka memeriahkan agenda tahunan para santri, salah satunya PPM Surya Buana Malang menjadi peserta.

Inspektur upacara, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, para santri diharapkan menjadi perisai dari gangguan. Artinya dapat menjadi perisai dari gangguan-gangguan yang ada. Baik, dari gangguan diri sendiri, gangguan emosional maupun gangguan lainnya. 

"Jika Santri mampu menjadi prisai bagi dirinya, maka ia akan mampu menjadi manusia yang membawa manfaat bagi yang lainnya, dan menjadi manusia yang bermartabat bagi kemanusiaan". Tandas Sutiaji.

Rangkaian upacara hari Santri di balai kota setelah amanah Inspektur Upacara, dilanjutkan dengan Pembacaan Resolusi Jihad dan Pembacaan Ikrar Santri, diakhiri dengan do'a yg di pimpin oleh KH. Chamzawi. 

Setelah kegiatan upacara hari Santri, wali kota Malang membuka kegiatan membuka acara pasar murah. Adanya stan-stan bazar dan pasar murah menjadi pilihan peserta setelah pelaksanaan upacara dengan berbagai menu has malangan dan pelayanan sertifiksi halal bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan usaha dan terjamin kualitas dan kehalalanya. terobosan ini menjadi  nilai plus dalam semarak Hari Santri 2022, tepat dengan temanya,''Berdaya menjaga martabat kemanusiaan''. 

Kamis, 20 Oktober 2022

Kajian Surat Ath-Thur Ayat 21

Kajian Pagi SMA Surya Buana Malang

 وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَاتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُمۡ بِاِيۡمَانٍ اَلۡحَـقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَاۤ اَلَـتۡنٰهُمۡ مِّنۡ عَمَلِهِمۡ مِّنۡ شَىۡءٍ‌ؕ كُلُّ امۡرِیءٍۢ بِمَا كَسَبَ رَهِيۡنٌ

Artinya :

Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.

Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa orang-orang yang beriman yang diikuti oleh anak cucu mereka dalam keimanan, akan dipertemukan Allah dalam satu tingkatan dan kedudukan yang sama sebagai karunia Allah kepada mereka meskipun para keturunan itu ternyata belum mencapai derajat tersebut dalam amal mereka. 

Sehingga orang tua mereka menjadi senang, maka sempurnalah kegembiraan mereka karena dapat berkumpul semua bersama-sama. Ketika membaca ayat 21 ini Ibnu 'Abbas berkata bahwa keturunan anak cucu orang-orang beriman akan ditingkatkan oleh Allah swt derajatnya bila ternyata tingkatan mereka lebih rendah dari derajat orang tua mereka. Kemudian Allah swt memberikan gambaran tentang situasi surga penuh kenikmatan seperti tersedianya makanan mereka di dalam surga. 

Setiap buah-buahan atau makanan yang mereka inginkan pasti mereka peroleh sesuai dengan selera mereka. Kemudian digambarkan bagaimana mereka hidup senang di sana. Mereka saling berebutan minum, minum tetap dalam kesopanan, berbicara tentang hal lucu, di sana mereka dilayani oleh pelayanpelayan yang sangat ramah dan cantik. Mereka juga membicarakan hal ihwal mereka di dunia dahulu sebelum mereka berada di dalam kesenangan dan kemewahan surgawi. 

Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah bersabda: Apabila seseorang memasuki surga, menanyakan kedua orang tuanya, istrinya, dan anaknya, maka dikatakan kepadanya: "Mereka belum sampai pada derajat dan amalanmu." Maka ia berkata: "Ya Tuhanku, aku telah beramal untukku dan untuk mereka". Maka (permohonannya dikabulkan Tuhan) disuruhlah mereka (orang tua, istri, anak) untuk bergabung dengan dia." (Riwayat Ibnu Mardawaih dan ath-thabrani dari Ibnu 'Abbas)

Ini merupakan karunia Allah swt terhadap anak cucu yang beriman dan berkat amal bapak-bapak mereka sebab bapak pun memperoleh karunia Allah swt dengan berkat anak cucu mereka sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw: Sesungguhnya Allah swt niscaya mengangkat derajat seorang hamba, lalu ia bertanya, "Ya Tuhanku, bagaimana aku memperoleh derajat ini?" Allah menjawab, "Kamu memperolehnya sebab doa anakmu." (Riwayat Ahmad dan al-Baihaqi dari Abu Hurairah).

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, "Apabila mati seorang anak Adam, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: amal jariah, atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang saleh yang mendoakannya."(Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)

Kemudian pada ayat ini Allah menjelaskan lagi bahwa pahala dari amal saleh para bapak yang saleh tidak dikurangi meskipun kedudukan anak dan isteri mereka yang beriman diangkat derajat mereka menjadi sama dengan suami/bapak mereka sebagai karunia Allah swt. 

Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa setiap orang memang hanya bertanggungjawab terhadap amal dan perbuatan masing-masing. Perbuatan dosa istri atau anak tidak menjadi tanggung jawab ayah/suami, demikian pula perbuatan dosa agar tidak dibebankan pada anak atau istrinya. 

Hal ini perlu ditegaskan bahwa hal itu merupakan prinsip dasar. Tetapi Allah memberi karunia banyak kepada orang tua yang beriman dan beramal saleh dengan menambah kebahagiaan orang tua untuk memenuhi keinginan orang tua berkumpul di surga bersama anak, istri dan cucu-cucunya, selama mereka beriman, meskipun derajat mereka lebih rendah, tetapi Allah mengangkat mereka menjadi sama dengan bapak yang mukmin dan saleh tadi. 

Apabila si anak berbahagia masuk surga dan merindukan bersama orang tuanya maka Allah melimpahkan karunia-Nya, mengangkat bapak ibunya yang beriman untuk mendapat kebahagiaan bersama anak mereka di surga. 

Karunia Allah yang demikian tidak mengubah prinsip setiap orang hanya bertanggungjawab atas perbuatan masing-masing, meskipun tetap masih ada pengecualian yang lain seperti firman Allah swt:

Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya, kecuali golongan kanan. (al-Muddatstsir/74: 38-39) Setiap orang akan diminta pertanggungjawaban atas perbuatannya di hadapan Allah swt. Tanggung jawab itu tidak akan terlepas dari mereka kecuali golongan kanan yaitu orang-orang yang berbuat baik. Mereka inilah yang akan terlepas dari tanggung jawab disebabkan oleh ketaatan mereka beribadah kepada Allah swt.

Sumber : kemenag.go.id

Selasa, 18 Oktober 2022

Terapkan Tiga Pilar ini, Pesantren Bisa Mandiri dan Bermutu

Selasa (18/10/2022) Sarasehan dalam rangka hari santri 2022 dengan tema Strategi Pengembangan Pondok Pesantren Menjadi Mandiri dan Bermutu Menghadapi Era Society 5.0 di Hotel Savana Kota Malang dengan pemateri KH. Prof. Ir Muhammad Bisri.MS. pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Kota Malang.

Prof Bisri panggilan akrab Rektor Universitas Brawijaya periode 2014-2018 menyampaikan pada peserta sarasehan agar dalam mengelola pondok pesantren harus dilandasi dengan Ilmu, jika mengharapkan pondoknya menjadi pondok yang mandiri dan bermutu. Sebagaimana dalam sebuah hadits Nabi SAW,:

 مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الْأٰخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ.

Artinya : “Barang siapa yang menghendaki dunia, maka hendaknya dia berilmu. Dan barang siapa yang menghendaki akhirat, maka hendaknya dia berilmu. Dan barang siapa yang menghendaki dunia dan akhirat, maka hendaknya dia berilmu.” (HR. Imam Bukhori).

Dari hadits ini jelas, bahwa jika seseorang mengharapkan kesuksesan didunia, maka harus dilandasi dengan ilmu, begitupula dalam meraih kebahagiaan akhirat, maka harus raih dengan ilmu. Dan apabila ingin mendapatkan keduanya, maka raihlah dengan ilmu, terang kyai Bisri.


Kyai Bisri menambahkan, “Bentuk kontrit dari ilmu terebut jika diaplikasikan dalam pengelolaan pesantren, maka ilmu yang harus dikuasi adalah dengan mempelajari dan menerapkan 3 (tiga) pilar strategi agar pesantren Menjadi bermutu dan Mandiri, yaitu sehat,  bermutu dan bereputasi”.

Pertama, Pesantren dikatakan sehat jika memiliki Legalitas  yakni berupa Yayasan/Perkumpulan, Struktur organisasi sesuai Visi dan Misi, Efisien, Efektif, Fungsional dan bertanggungjawab, selain itu Tata kelola organisasi berbasis manajemen mutu, Keuangan dan SDM, Sesuai regulasi pemerintah dan Menerapkan azas: kebenaran agama Islam, ilmiah, kejujuran, keadilan, kebhinekaan NKRI dan keterjangkauan biaya.

Kedua, Bermutu yakni Pesantren menetapkan standar secara berkelanjutan untuk mewujudkan visi dan misinya, yang dimaksud standar adalah sesuatu yang dibakukan atas konsensus semua pihak yang terkait, Pelayanan Prima, Mampu memenuhi kebutuhan masyarakat (khususnya ilmu dan amaliyah ajaran Islam), dan  kebutuhan dunia kerja serta kerja mandiri.

Ketiga, Mempunyai nama baik, Mendapat penghargaan, Menjadi rujukan dan contoh baik.

“Dari ketiga pilar tersebut, jika pemimpinya memiliki komitmen yang kuat, insyaallah tiga pilar tersebut bisa terwujud”. Prof. bisri meyakinkan audien.

Sebelumnya, Bapak Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji memberikan arahan kepada peserta sarahan agar pesantren memberikan peranan penting bagi pembentukan akhlaq santri. 

"Tantangan pesantren saat ini amatlah berat, maka pesantren harus mampu menyesuaikan (adaptasi) dengan perubahan zaman, agar pesantren semakin diminati masyarakat. Buka  sebaliknya, pesantren hanya dijadikan tempat penitipan anak-anak "nakal". Stigma semacam ini harus ditinggalkan". Tegas Sutiaji, orang nomor satu Malang. 

Minggu, 09 Oktober 2022

At-Tibyan : Keutamaan Membaca dan Menghafal Al-Qur'an (1)

Kajian Kitab At-Tibyan di SMA Surya Buana Malang

Bab pertama Kitab At-Tibyan Fi Adaabi Hamalatil Qur'an (At-Tibyan) Imam An-Nawawi menguraikan tentang Keutamaan membaca dan menghafal Al-Qur'an. 

Allah Swt. berfirman dalam Qur'an Surat Fathir ayat 29-30,

.إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ

لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ غَفُورٌ شَكُورٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian dari Rizki yang kami anugrahkan dari rizki yang kami anugrahkan kepada mereka , dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungghnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensykuri". (QS. 35 Faathir :29-30). 

Maksud ayat tersebut sebagaimana dalam Tafsir Kemenag RI, Allah menyebutkan sebagian tanda orang yang takut kepada-Nya. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, yakni Al-Qur'an, lalu mereka mengkaji dan mengamalkan kandungannya, dan melaksanakan salat dengan sempurna syarat dan rukunnya, dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada-Nya dengan diam-diam dan terang-terangan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, mereka itu mengharapkan perdagangan dengan Allah yang tidak akan pernah rugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah maha pengampun segala khilaf dan dosa, maha mensyukuri, yakni memberi pahala atas perbuatan baik hamba-Nya, memaafkan kesalahannya, menambah nikmat-Nya, dan sebagainya. 

Usai memberi janji pahala yang sempurna bagi orang-orang yang selalu membaca dan mengamalkan Al-Qur'an, Allah lalu menyusuli-Nya dengan penegasan bahwa Al-Qur'an itu adalah benar-benar wahyu dari Allah. Dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu, wahai nabi Muhammad, yaitu kitab Al-Qur'an, itulah yang benar; tidak ada sedikit pun kebatilan dan keraguan di dalamnya; ia juga membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya bahwa kitab-kitab itu berasal dari Allah. Sungguh, Allah benar-benar maha mengetahui, maha melihat keadaan hamba-hamba-Nya.

Keutamaan membaca Al-Qur'an sebagaimana dalam ayat tersebut adalah Allah swt akan memberikan pahal bagi siapa saja membacanya, mengkaji dan mengamalkan kandunganya. diantara isi kandungan Al-Qur'an adanya perintah melaksanakan sholat dan infaq.

Wujud dari pengamalan isi kandungan Al-Qur'an adalah melaksanakan sholat dengan sungguh-sungguh sesuai dengan syarat dan rukunnya sholat. selain itu menginfaqkan sebagian rizki yang Allah swt anugrahkan, baik diinfaqkan secara terang-terangan mapun sembunyi-sembunyi dengan niat mengadakan perniagaan dengan Allah semata (Ridlo)), maka Allah akan memberikan anugrah pahala yang tidak terbatas (sempurna), dan Allah akan mengampuni semua dosa-dosanya.

dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Abdillah bin Muhammad bin Isma'il bin Ibrahim Al-Bukhory dari Sayyidina Utsman bin Affan Ra. rasulillah saw bersabda :

عن عثمانَ بن عفانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ »  رواه البخاري

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkanya".

Melalui Hadits ini, para ulama menyampaikan tentang kemulyaan orang-orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengamalkanya.

Mempelajari Al-Qur'an meliputi banyak hal; Ilmu Al-Qur'an, tafsir, tajwid dan masih banyak lagi cabang-cabang ilmu dalam mempelajari Al-Qur'an, namun diantara semua cabang ilmu yang sudah dipahami, maka akan mendapatkan keutamaan lebih jika ilmu di ajarkan kepada orang lain.


 

Jumat, 07 Oktober 2022

RMI-NU Kota Malang Sambang TPQ Al-Hasaniyah dengan Mendongeng

RMI-NU Sambang TPQ-Madin, Jumat (07/10/2022) di TPQ Al-Hasaniyah berjalan dengan meriah dan penuh manfaat.

Kegiatan Sambang TPQ yang beralamat di Perum Joyogrand Blok 1 No 3 Merjosari lowokwaru diawali dengan lantunan sholawat nabi dari para santri TPQ Al-Hasaniyah dilanjutkan dengan sambutan pembuka oleh kepala TPQ, Ustadzah Lum’atul Wishol.

Kyai Zainal Arifin,M.Ag., koordinator penguatan TPQ-Madin PC RMI-NU Kota Malang memberikan Mauidzah hasanah dengan mendongeng, kisah Rasulullah Saw Bersama Sayyidina Abu Bakar didalam Goa Tsur’. Dengan penyampaian yang jenaka, kocak. Kyai Zainal Airifin, pengasuh Pesantren Waqiah Indonesia ini mampu membuat para santri dan orang tua yang hadir sangat senang dan menikmati kegiatan sambang TPQ-Madin, secara tidak sadar mereka telah mendapatkan ilmu tentang keta’atan seorang santri kepada gurunya, sampai ia mengorbankan segenap harta, nyawa dan keluarga demi melindungi guru tercinta, Rasulullah saw.

Diakhir kegiatan Sambang TPQ-Madin, PC RMI-NU Kota Malang memberikan sertifikat Afiliasi RMI-NU sebagai pengikat Ukhuwah dan Peneguh Dakwah Aqidah Aswaja An-Nahdliyah.

Semoga kegiatan sebagai wujud Khidmat RMI Kota Malang pada NU senantiasa dimudahkan dan istiqomah mengemban Amanah, demi kelestarian ajaran Islam sebagaimana yang diajarakan oleh Rasullah saw, para Sahabat beserta ‘Ulama-‘Ulama Salaf, Amiin.


Kamis, 06 Oktober 2022

Semua Tetap Satu Jiwa; Damai.

Kamis malam jumat (06/10/2022) segenap masyarakat kota Malang mengadakan doa bersama tragedi Kanjuruhan. TNI-POLRI, OPD, Aremania, para korban dan keluarga Korban semua bersatu, bermuhasabah dan berusaha bangkit.

Doa Bersama Tragedi Kanjuruhan di depan Bali Kota Malang

Tidak akan ada titik temu jika semua saling menyalahkan, yang terbaik adalah merelakan apa yang sudah terjadi, membangun harmoni  saling bersinergi untuk bangkit, menjaga Malang tetap damai.

Dokumen: Bersama Wali Kota Malang dalam acara Doa Bersama 7 Hari Tragedi Kanjuruhan

Setelah tragedi Kanjuruhan, setiap malam di sudut-sudut keramaian, aremania mengadakan doa bersama, bahkan di warga kampung-kampung sekitar tempat korban tragedi mengadakan tahlil, termasuk di sekolah-sekolah, sehari saat kejadian mengadakan sholat ghoib, semua tetap satu jiwa turut berbelasungkawa. 

Bagi keluarga korban semoga tetap diberikan kesabaran dan ketabahan, almarhum-almarhumah diampuni Allah SWT. atas segala khilafnya, para petugas yang gugur dicatat menjadi amal sholih. 


Minggu, 02 Oktober 2022

[HOAKS] : Hati-hati Program Dana Hibah Mengatasnamakan Ditjen Bimas Islam

Guru ngaji Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ), Madrasah Diniyah (Madin), Pengelola Majlis Ta’lim dan ustadz/ah pengelola lembaga Pendidikan Islam harap berhati-hati dan senantiasa menyampaikan dan berkonsultasi kepada pihak-pihak terkait jika dihubungi seseorang yang tidak jelas identitasnya atau menggunakan identitas palsu atau mengatasnamakan instansi tapi tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Akhir-akhir ini beredar pesan WhatsApp yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI). Dalam pesan tersebut pelaku menawarkan program dana hibah sebesar Rp50 juta.

Faktanya, Ditjen Bimas Islam Kemenag RI melalui akun Instagram resminya @bimasislam, mengklarifikasi bahwa pesan WhatsApp tersebut adalah hoaks atau penipuan. Program dana hibah kepada masyarakat pada Ditjen Bimas Islam dilakukan secara akuntabel, tanpa perantara, dan tidak dipungut biaya apa pun.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan bermodus program dana hibah yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI.

Link counter: https://www.instagram.com/p/CjFDVNIrjXT/

Sumber : https://www.kominfo.go.id/content/detail/44673/hoaks-program-dana-hibah-mengatasnamakan-ditjen-bimas-islam/0/laporan_isu_hoaks

Mushalla Al-Ishlah Balearjosari, Saksi Keberkahan Guru Ngaji


 Ahad (02/10/2022) khataman pembinaan metodologi pengajaran Al-Qur’an Metode Al-Bayan Lil Muslimin yang dilaksanakan atas kerjasama DPC FKPQ Kota Malang dengan pengurus Pusat Al-Bayan di Mushalla Al-Ishlah Balearjosari telah berlangsung dengan lancar dan penuh hikmat.

Pembinaan Metodologi ini di awali di Masjid Nur Muhammad Balearjosari pada bulan November 2021 dengan peserta kurang lebih 102 ustadz/ah. Dengan minat dan semangat peserta yang begitu tinggi, pelaksanaan metodologipun disepakati bergiliran antar TPQ dengan waktu pertemuan 2 (dua) minggu sekali, harapanya dengan pertemuan rutin akan memperkuat tali shilaturohim antar Lembaga dan tumbuh ikatan ukhuwah qur’aniyah yang lebih kuat antar ustadz/ah.

Seiring berjalanya waktu, peserta pembinaan metodologi semakin berkurang, surut dan tinggal beberapa ustadz/ah yang masih bersemangat dan istiqomah belajar mendalami metodologi pengajaran Al-Qur’an. Melihat kondisi demikian DPC FKPQ dan semua peserta yang hadir mengevaluasi diri dan bersepakat untuk dilaksanakan di satu tempat, yakni Mushalla Al-Ishlah agar mempermudah peserta saat mencari tempat pembinaan.

Ustadz Maisarah, salah satu pengajar LPQ Mushallah Al-Ishlah Balearjosari menyampaikan disela-sela diskusi setelah pembinaan, “Pada awalnya merasa kurang percaya diri ditempati pembinaan rutin, mengingat Mushallanya kecil dan jumlah santrinya sedikit. Alhamdulillah ustadz, akhirnya pembinaan selesai juga. Kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses selama kurang lebih 11 (sebelas) bulan, tapi kok malah merasa masih bodoh dan ingin terus belajar Al-Qur’an”, terangnya.

“Adanya rasa ingin belajar dan belajar. Kemudian tumbuh dalam diri merasa bertambah kurang dan selalu ingin menambah ilmu menunjukkan bahwa pembinaan ini berlangsung dengan sukses, terbukti muncul dalam diri peserta rasa diri ingin selalu belajar dan mendalami ilmu Al-Qur’an’, jelas Ustadz Zain Fuad ketua DPC FKPQ kota Malang saat memberikan sambutan.

Ustadz Zain menambahkan, “walaupun awalnya masih ragu apakah pelaksanaan pembinaan akan mampu dilaksanakan dengan istiqomah mengingat peserta yang semakin berkurang, tentu pendanaan kegiatan juga akan semakin bertambah membengkak, tapi alhamdulillah ternyata tuntas juga. Ini menunjukkan keistimewaan guru ngaji. Dan mushalla Al-ishlah ini menjadi saksi”.

Sebelum kyai Muslimin selaku Muallif Al-bayan menyerahkan Syahadah pada peserta, beliau berpesan 2 (dua) hal, pertama, Jadilah guru ngaji yang merasa kurang dalam menuntut ilmu agar tumbuh dalam diri untuk selalu ingin belajar (mengaji), sehingga tetap semangat menambah ilmu walau sudah menjadi pengajar Al-Qur’an. Kedua, tetaplah istiqomah bermushafahah atau face to face mengaji kepada guru atau kyai agar tetap terjalin hubungan shilaturohim dan memantapkan ilmu yang sudah didapat.

Pembinaan guru Ngaji di Mushalla Al-Ishlah balearjosari Blimbing menjadi titik awal bersejarah bagi guru ngaji yang ingin tetap menambah ilmu dan Allah swt menunjukkan keberkahan guru ngaji dengan dicukupi segala kebutuhan, keraguanya hilang, dan semakin semangat mempraktikan ilmu di LPQ masing-masing.

Semoga semua dicatat menjadi Umat terbaik, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw. Sebaik-baik diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkanya”. Amiin.

Ad Placement