Juni 2023 - kangzainfuad.com

Rabu, 28 Juni 2023

Parenting : Mentauladani Nabi Ibrahim dalam Mendidik Nabi Ismail AS


Idul Adha, dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban, adalah salah satu peristiwa penting yang dilakukan oleh segenap umat Islam. Pada hari tersebut, umat Muslim di seluruh dunia merayakan dan mengambil ibrah atas pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan menghormati tradisi ibadah kurban.

Peringatan Hari raya Idul Kurban adalah ibadah yang dilakukan dengan menyembelih hewan kurban seperti sapi, kambing, atau domba, sebagai bentuk penghormatan kepada Allah SWT. Ibadah kurban ini dilakukan sebagai tindakan ibadah yang menggambarkan kesediaan dan pengabdian seorang Muslim kepada Allah.

Kurban juga mencerminkan kesadaran dan rasa syukur umat Muslim terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah dalam kehidupan mereka. Sebagaimana firman dalam Q.S Al-Kautsar [108]: ayat 2; 

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Artinya: "Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah."

Pelaksanaan Ibadah kurban memiliki dasar hukum yang kuat dalam Islam. Hal ini didasarkan pada Al-Qur'an, di mana Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk mengurbankan putranya, Ismail AS, sebagai ujian kepatuhan dan pengabdian.

Nabi Ibrahim adalah Sosok ayah yang sabar dan senantiasa ta'at pada perintah Allah swt, kesabaranya dalam membina keluarga, sehingga kisahnya diabadikan oleh Allah swt dalam Al-Qur'an, agar mamou ditauladani, khususnya Pendidikan dalam keluarga. dimana setiap tahunya selalu diingat dan di rayakan, namun sering kali terlupakan.

Oleh sebab itu, marilah kita bersama merenungi (mentadaburi), belajar dan mentauladani kisah nabi Ibrahim dari Nabi Islami as. agar kita mampu mengambil pelajaran  dalam membina putra / anak keturunan yang senantiasa patuh dan sholih.

Nabi Ibrahim AS selain sebagai rasul juga merupakan sosok ayah yang mampu menjadi tauladan dan kebanggaan bagi putranya, bagaimana kisahnya?

Lama Nabi Ibrahim mengharapkan kehadiran seorang anak dari Rahim istri beliau, Siti Sarah. namun tidak diberikan anugrah oleh Allah swt. Akhirnya, atas izin Siti Sarah. Beliau menikah dengan seorang budak, Wanita sholihah, berakhlaq mulia yang bernama Siti Hajar. Dari Siti Hajar inilah. Nabi Ibrahim as mendapatkan putra pertama yang Bernama Nabi Ismail as.

Dalam kisahnya, bahwa Saat istri beliau (Siti Hajar) sedang mengandung, Nabi Ibrahim senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan karunia anak yang sholih sebagaimana dalam QS. As-Saffat Ayat 100

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

     Artinya : "Dia berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk golongan orang yang saleh dan taat menjalankan perintah-Mu dan membela agama-Mu.

     Di Saat Nabiyullah Ismail as telah lahir, beliau menempatkan istri dan anak beliau di tempat yang tepat agar kelak ia tumbuh menjadi pribadi yang kokoh-kuat dalam ketauhidan serta berakhlaqul karimah dengan melaksanakan Sholat. Dimana saat itu Nabi Ibrahim menempatkan istri beserta putra beliau Nabi Ismail, yang masih belia. Ditempatkan di tempat yang awalnya tandus, kering tanpa penghuni yakni baitullah. Sebagaimana dalam QS Ibrahim [14]: 37 :

رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ


Artinya: Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. 

     Peristiwa agung, yang sampai saat ini diingat dan menjadi Syariat, dimana Nabi Ibrahim AS sungguh aman santun dalam bertutur kata (Komunikasi) dengan Nabi Ismail, demokratis dalam mengambil sikap saat mendapatkan ujian, yakni saat penyampaian kabar perintah penyembelihan putra tercinta, Nabi Ismail AS. Dan sunggung menakjubkan jawaban Nabi Ismail atas perintah penyembelihan tersebut. peristiwa yang mengharukan itu, diabadikan oleh Allah swt dalam Q.S As-Saffat Ayat 102

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Nabi Ibrahim, Nabi Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

       Setelah Nabi Ismail mulai mengerti dan beranjak besar, Nabi Ibrahim AS, tidak hanya mengajarkan Akhlaq dan Aqidah pada Nabi Ismail dengan tutur kata, namun belau juga memberikan tauladan berupa perilaku yang baik (uswah Hasanah) pada putra beliau, bahkan kepada kita,sebagaimana firman Allah swt dalam QS Al-Mumtahanah Ayat 6 :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ ۚ وَمَن يَتَوَلَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ

Artinya: Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dialah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji.

Tidak hanya berupa tutur kata, uswah hasanah, Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah swt. Termasuk dalam menjalankan amal-amal kebaikan. Nabi Ibrahim As senantiasa menyertai-membersamai Nabi Ismail  AS seraya berdoa memohon kebaikan-kebaikan kepada Allah swt. sebagaimana saat nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail membangun pondasi ka’bah. Yang kemudian diabadaikan dalam QS . Al-Baqarah ayat 127

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِۦمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"

Dalam waktu-waktu tertentu, Nabi Ibrahimpun senantiasa mendoakan kebaikan untuk anak keturunan beliau, agar senantiasa diberikan petunjuk oleh Allah swt menjalankan amal ibadah yang benar, dengan menyerahkan sepenuhnya akan masa depan dzurriyah (keturunan) beliau kepada Allah swt (Tawakkal), sebagaimana QS. Al-Baqarah 128

رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

 Artinya: Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Dalam kehidupan sehari-hari, nabi Ibrahim AS senantiasa memberikan nasihat-nasihat, washoya-washoya kepada putra-putra beliau. Agar mereka teguh dan kuat menjalankan agama Allah swt. Sebagaimana dalan QS. Al-Baqarah 132 ;

وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِۦمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

     Artinya: “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".

       Dalam beberapa kisah Nabi Ibrahim tersebut, dapat kita ambil ibrah, terutama dalam membina keluarga;

  1. Dalam menentukan pasangan, utamakan pasangan yang memiliki akhlaq mulia serta Aqidah yang kuat.
  2. Senantiasa memohon tanpa putus-asa kepada Allah swt agar diberikan karunia anak yang sholih-sholihah.
  3. Menjaga komunikasi yang baik dan bersikap demokratis pada anak.
  4. Menjadi tauladan yang baik bagi keluarga, baik berupa ucapan, maupun  perbuatan.
  5. Tidak hanya mengharap kebaikan pada anak dalam menjalani kehidupan, tapi memohon perlindungan agar dikuatkan agama dan aqidahnya pada keturunan-keturunan kita juga sangat penting untuk senantiasa dilakukan, terutama setelah sholat.

  Semoga dengan tulisan ini mampu memberikan manfaat dan maslahat bagi kita semua khususnya bagi penulis dalam mendidik anak, dan semoga putra-putra kita serta anak keturunan kita menjadi anak-anak yanga sholih-sholihah, anak yang senantisa menyertai, membimbing kita disaat kita sudah berusia senja bahkan saat sakaratul maut kita dituntun anak-anak kita dengan mengucapkan kalimat thoyibah, Laailaaha Illah hingga kita Kembali kepada Allah dalam keadaan husnul Khotimah, Amiin Allohumma Amiin.

 

Rabu, 21 Juni 2023

Tahfiz Camp: Mentadaburi Keindahan Alam

Dokumen Tahfiz Camp SMASurba, 21-22 Juni 2023

Setiap kejadian di sekitar, ada ilmu yang  tersimpan didalamnya, baik itu ilmu yang tampak berupa ilmu-ilmu pengetahuan alam, maupun ilmu yang tidak tampak, berupa ilmu hikmah. 

Terbentangnya alam yang Allah SWT ciptakan, keindahannya akan benar-benar dirasakan jika dirasakan dan dipandang dengan penuh ketakjuban. Atau hanya akan berlalu dengan biasa-biasa jika tidak dirasakan serta dinikmati dengan penuh penghayatan akan kebesaran ciptaan-Nya. 

Pengetahuan yang didasari dengan kesadaran bahwa segala sesuatu yang dilihat di alam adalah anugerah-Nya yang semata-mata diberikan kepada manusia agar dirawat dan dijaga. 

Manusia dengan berbekal pengetahuan yang dimiliki dipercaya oleh Allah SWT agar melestarikan alam, minimal sebagai pengingat bahwa alam yang dilihat ini menunjukkan ada pencipta yang wajib di sembah dan manusia hanyalah seorang hamba. 

Bukan dengan pengetahuan yang dimiliki semata-mata sebagai "pesaing" Allah SWT untuk mengusai alam dengan melupakan-Nya dan mengeksploitasi isinya, atau Berbuat kemaksiatan karena terlena akan keindahan alam yang Allah ciptakan. 

Penciptaan alam, sudah sepatutnya untuk disyukuri dan senantiasa ditadaburi agar menjadi pengingat, pengokoh keyakinan kita sebagai seorang hamba agar lebih sungguh-sungguh dalam beribadah. 

Keindahan alam sebagai media untuk mengenal-Nya dan menghadirkan keindahan sang Pencipta dalam segala ciptaan dan kodrat-Nya, termasuk segala ketentuan (kodrat) yang Allah SWT tetapkan pada manusia, takdir. 

Mentadaburi ciptaan-Nya, agar lebih mengenal-Nya merupakan bagian dari program SMA Surya Buana Malang dalam rangkaian kegiatan Tahfiz camp yang dilaksanakan di sekitar coban parangtejo, Kebun Rojo Camp pada 21-22 Juni 2023.

Semoga dengan kegiatan ini akan menjadi bekal bagi siswa-siswi sebagai generasi Qur'ani yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlaq mulia, Amiin. 

Allohu A'lam bis showab. 

Jumat, 16 Juni 2023

Menyikapi Prilaku Yang "berbeda" Pada Anak

Dokumen keluarga: Dinoyo-Malang, Mei 2023

Menyikapi dan menghadapi anak yang memiliki prilaku "berbeda" dengan anak yang lain perlu pendekatan khusus, dan orang tua harus siap dengan kondisi yang ada.

Anak yang memiliki prilaku berbeda, bisa jadi karena itu sudut pandang penilaian orangtua yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang selama ini ia pahami. Bagi anak, apa yang ia lakukan bisa jadi itu hal yang biasa, karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman.

Maka bagi orang tua harus bersabar memberikan pemahaman agar anak tahu bahwa apa yang ia lakukan kurang baik, sehingga ia memiliki prilaku yang berbeda dengan anak pada umumnya. 

Anak dengan prilaku yang berbeda bukan berarti berkonotasi negatif, ada saatnya hal itu terjadi karena akan menambah pengetahuan sehingga ia bisa lebih kreatif, pengalaman berharga akan ia dapatkan berawal dari sebuah kesalahan atau bahkan keberhasilan. 

Melakukan pendekatan pada anak membutuhkan cara unik, tidak bisa disama ratakan persis dengan pengetahuan yang kita miliki atau perlakuan yang sama untuk semua anak.

Inilah anugrah yang luar  biasa dari Allah kepada orangtua, agar ia bisa menjadi orang tua yang lebih sabar tabah, Amiin. 


Sabtu, 10 Juni 2023

Berhusnudhon, Kunci Bahagia Sejati

Ngaji Ahad Pagi, 11 Juni 3033


Menjadi muslim harus mampu menjaga hati dengan senantiasa berhusnudhon pada ketentuan Allah SWT., Termasuk dalam urusan rizki, jangan berburuk sangka pada Allah SWT.

Misal, dalam hati berburuksangka dengan mengatakan, "aku rajin sholat, kok masih miskin. Itu orang tidak pernah sholat, tapi kaya raya". maka segera berubah dari prasangkaan yang tidak baik, dengan mensyukuri apa yang Allah tentukan.

Bersyukur dengan nikmat yang Allah berikan, kelak insyAllah akan diganti dengan kenikmatan yang berlebih saat di akhirat kelak, atas kesabaran dan keta'atanya di dunia dalam menjalankan syari'at Islam.

Sedangkan orang yang tidak ta'at, atau non muslim yang diberikan kemudahan dan kekayaan selama didunia bisa jadi hanya kenikmatan yang diberikan Allah swt sengaja untuk "mengelu-elukan" mereka, kenikmatan yang diberikan dihabiskan selama di dunia dan diakhiratnya habis tidak mendapatkan kenikmatan sedikitkpun, kecuali hanya siksa atas kekufuranya terhadap nikmat yang Allah swt berikan.

Sebesar apapun nikmat yang diberikan jika disyukuri akan mendatangkan keberkahan, keselamatan dan kebahagiaan sejati bagi pemiliknya, baik di dunia maupun diakhirat kelak.

*Ngaji Ahad pagi bersama Gus Hamid dan Gus Toha Mahfud di PP Hidayatul Mubtadi'in Tasikmadu Kota Malang  


Selasa, 06 Juni 2023

Menumbuhkan nilai-nilai "Kebermaknaan" pada Anak

Pantai Kondangmerak Malang, 2 Juni 2023

Sesuatu yang bermakna bagi anak-anak akan sulit dilupakan dalam ingatanya. 

Kebermaknaan merupakan suatu aktifitas yang akan membawa pengalaman baru bagi anak-anak yang akan sulit dihilangkan, bahkan menumbuhkan pengetahuan baru dalam dirinya. sesuatu yang bermakna terkadang membawa kesan tersendiri dalam ingatan mereka.

Sesuatu yang bermakna dimata anak-anak tidak hanya hal-hal yang menyenangkan, sesuatu pahit dan menyakitkan dirasakan anak pun akan mendatangkan pengalaman yang bermakna bagi anak. 

Kebermaknaan akan hadir jika aktifitas itu melibatkan orangtua dan anak, jika aktifitas itu disukai oleh anak, ini menjadikan ia merasa nyaman, dan rasa percaya diri akan tumbuh. atau suatu pengalaman pahit (menyakitkan) yang dialami dan dirasakan oleh anak kemudian orang tua hadir menyertainya, berempati dan terlibat secara sadar mendengarkan keluh kesahnya akan membuat mereka semakin teguh, dan insyaallah akan membekas dalam diri mereka. 

Hal kecil yang bisa dilakukan orangtua pada anak-anak agar mampu menyerap suatu peristiwa lebih bermakna bagi anak-anak adalah dengan membiasakan membersamai anak-anak, mengajak berdialog dan merefleksikan bersama agar anak bisa mengambil suatu ilmu dari kejadian yang mereka alami, atau orang tua bisa mengajaknya melakukan aktifitas yang menimbulkan empati, misal membersihkan lingkungan rumah dengan mengambil sampah dedaunan yang berserakan, pembiasaan melakukan amal sholih walau bersifat kecil akan menumbuhkan dalam diri anak menjadi pribadi yang peka dan mampu menyerap nilai-nilai yang bermakna bagi mereka.

Membiasakan mengucapkan terimakasih, membiasakan bersedekah pada fakir-miskin atau orang-orang yang memiliki kekurangan juga bisa dilakukan orangtua bersama anak, kegiatan sederhana yang mampu menumbuhkan nilai kebermaknaan pada anak.

Intinya, setiap tindakan apapun berikanlah perhatian khusus, terutama hal-hal yang positif (kebaikan), beri apresiasi, tidak harus dengan hadiah materi tapi ucapan terimakasih, senyum manis dan pelukan atau eksperi yang lain, yang mampu di pahami oleh anak, bahwa cara yang orang tua lakukan benar-benar dipahami oleh anak.  

Senin, 05 Juni 2023

Semangat Hari Lahir Pancasila 2023 di RT-19 Tunggulwulung Kota Malang


Libur Nasional dalam rangka memperingati Hari Lahirnya Pancasila ditetapkan pada tanggal 1 Juni berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 24 Tahun 2016 yang ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo.

Tujuan utama diperingatinya hari Lahir Pancaila untuk menguatkan semangat gotong royong pembumian Pancasila demi terwujudnya peradaban dan pertumbuhan global, mengobarkan semangat nasionalisme, ersatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dan mendorong aktualisasi secara masif dan sistematis.

Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, berbagai kegiatan dilaksanakan di masyarakat, termasuk di Lingkungan RT-19 RW 01 Kelurahan Tunggulwulung Lowokwaru Kota Malang. Kamis (01/06/2023) melaksanakan kegiatan kerja bakti warga. 

Aktifitas bersama dengan melibatkan masyarakat biasamya dilaksanakan saat peringatan agustusan, namun di RT-19 kapanpun kegiatan yang melibatkan masyarakat bisa dilaksanakan, mengingat masyarakat lingkungan RT-19 merupakan masyarakat perumahan yang tentunya berbeda dengan masyarakat dilingkungan perkampungan, yang relatif mudah melaksanakan kegiatan kemasyarakatan.

RT-19 RW 01 Kelurahan Tunggulwulung gabungan dari 5 (lima) perumahan, warga kampung dan intansi/lembaga pendidikan. perumahan-perumahan di lingkungan RT-19 ada Perumahan Maharaja Residen, Perumahan De Prima, Perumahan Graha Akordion, Puri Akordion, Permata Tunggulwulung, Yayasan Insan Permata (instansi) dan beberapa warga diluar area perumahan.

Kerja bakti pada liburan hari pancasila titik utama dilaksanakan di area perumahan Graha Akordion dan sepanjang area Insan Permata, dengan penuh kesadaran masyarakat dilingkungan RT-19 guyub rukun saling membantu membersihkan sampah-sampah yang berserakan, merapikan rerumputan yang tumbuh liar disepanjang jalan dan meratakan bebatuan serta barang-barang yang tidak berguna agar terlilat indah dan rapi.

Setelah tuntas melaksanakan kerja bakti di titik utama, masyarakat melaksanakan kerja bakti dilingkungan perumahan masing-masing, alhamdulillah semua terlaksana dengan semangat hari lahirnya pancasila 2023 dengan tema "Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global".


Penilaian Akhir Tahun (PAT) Tapel 2022/2023 SMA Surya Buana Malang

Dokumen PAT Tapel 2022/2023

Penilaian Akhir Tahun (PAT) SMA Surya Buana Malang dilaksanakan mulai 5 - 15 Juni 2023 dengan menggunakan aplikasi LMS (Learning Management System), dimana siswa mengerjakan PAT dengan menggunakan Moda offline berbasisi jaringan.

Siswa-siswi mengerjakan PAT dengan khidmat tanpa kendala, sebagaimana hasil evaluasi pelaksanaan PAT tahun pelajaran 2021/2022 seringkali terjadi ngadat saat proses pengerjaan soal, hal ini terjadi karena kendala sinyal wifi.

Pada PAT Tahun Pelajaran 2022/2023, siswa dibagi menjadi 2 (dua) sesi. sesi pagi dan sesi siang. pada sesi pagi siswa-siswi masuk ruang laboratorium komputer sedangkan siswa yang sesi siang kegiatan dipagi harinya mengikuti kelas pendalaman bersama bapak dan ibu guru pengampu mata pelajaran yang akan diujikan di siang hari, sesi berikutnya. sedangkan siswa-siswi sesi 1 yang sudah melaksanakan PAT, mendapatkan jam tambahan berupa pendalaman materi yang akan diujian esok harinya.

Sistem pelaksanaan PAT dengan sistem Sift dirasa cukup efektif, dengan pertimbangan pemaksimalan fasilitas di ruang laboratorium komputer dan kapasitas ruangan yang hanya mampu menampung kurang lebih 20 (dua puluh) siswa.

Setelah PAT berakhir, dilanjutkan dengan pengayaan berupa ujian susulan, bagi siswa-siswi yang belum mencapai target ketuntasan minimum (KKM) diberikan kesempatan untuk memperbaiki (remidial) nilai akhir sedangkan siswa-siswi yang tidak mengikuti PAT pada saat hari yang sudah ditentukan, bisa mengikuti ujian susulan. pelaksanaan remidial dan ujian susulan dilaksanakan pada tanggal 16 Juni dan 19 Juni 2023.

Semoga dengan pelaksanaan PAT ini, akan memotivasi siswa untuk lebih giat lagi dalam belajar dan bagi bapak-ibu guru sebagai bahan evaluasi peningkatan mutu pelayanan pendidikan di SMA Surya Buana Malang. (zf)

Ad Placement