2017 - kangzainfuad.com

Sabtu, 09 Desember 2017

PENTINGNYA CINTA TANAH AIR


Tekad Cinta Tanah Air yang kini mulai pudar harus senantiasaa dijaga dan di sebarkan dalam pikiran dan prilaku generasi muda zaman now, dimana sekat pemisah bangsa dan negara kini tiada batas, semua bisa saling berhubungan dan menebarkan ideologi dengan mudah akibat kemajuan teknologi. Bahayanya jika rasa cinta tanah air ini hilang dalam diri generasi bangsa, maka yang terjadi adalah pertikaian dan peperangan antar suku, agama, dan keyakinan sebagaimana yang terjadi pada negara-negara konflik yang saat ini terjadi tanpa solusi. semua diakibatkan tiada rasa tanah air, Nasionalisme. Agama dan keyakinan dijadikan pedoman dengan meniadakan keberbedaan dan ikatan kebangsaaan.

Cinta tanah air ialah perasaan cinta terhadap bangsa dan negaranya sendiri.Usaha membela bangsa dari serangan penjajahan. Dalam cinta tanah air terdapat nilai-nilai kepahlawanan ialah: Rela dengan sepenuh hati berkorban untuk bangsa dan Negara.

Cinta Tanah Air merupakan pengalaman dan wujud dari sila Persatuan Indonesia yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah dan masyarakat. Cinta tanah air adalah sama saja rela berkorban demi kepentingan Negara. Memajukan kehidupan bangsa, mencerdaskan diri demi ikut berpartisipasi dalam rangka proses pembangunan tanah air atau negaranya dari Negara yang kecil, berkembang sampai menjadi Negara yang maju. Menghayati arti dari cinta tanah air memanglah bukan masalah yang mudah, perlu kesabaran dan kerendahan hati untuk menjalankan hal tersebut, dikarenakan banyak ancaman dan tantangan yang dapat datang dari mana saja, baik itu dalam diri kita maupun dari luar diri kita, baik itu datang dari dalam negri maupun datang dari luar negri, tetapi asal kita mempunyai tekad yang kuat untuk mencintai tanah air kita tanah air Indonesia dengan sepenuh hati, pastilah kita akan dimudahkan oleh yang Maha Kuasa dalam segala halnya terutama dalam tindakan yang positif. Perlu diingat bahwa mencintai dan menjaga tanah air Indonesia negaranya sendiri dengan sepenuh hati adalah bentuk perbuatan yang merupakan bagian dari iman.

Dalam gerakan Pramuka, penanaman nilai-nilai Cinta Tanah Air akan senantiasa tertanam dalam Sikap baik harus kita tanamkan dalam aktifitas kehidupan sehari-hari dengan berpedoman pada Tri Satya dan Dasa Darma. Tri Satya merupakan janji ikatan batin dan petunjuk jalan serta ketentuan moral adalah Dasa Darma. Dengan Tri Satya dan Dasa Darma itulah yang dapat mempersatukan cipta, rasa dan karsa serta karya kita dalam barisan Pramuka Penegak yang siap mendarmabaktikan segala kemampuan guna kemajuan pembangunan Tanah Air Indonesia.


            Jika upaya-upaya ini dilaksanakan dengan optimal dan pembinaan secara kontinyu maka akan tumbuh generasi yang mencintai kedamaian tanpa adanya sekat agama dan keyakinan, tanpa adanya kepentingan suku dan golongan. semua menyatu dalam satu tekad, Cinta Tanah Air. (zain)





Kamis, 07 Desember 2017

PEJUANG PENDIDIKAN DI KEPULAUAN SELAYAR

“Bapak,,, maaf baru datang, baru dapat kabar dua hari yang lalu bapak kalau di benteng ada pelatihan, terus kemarin baru berangkat..”
“iya ..bapak ini ibu datang dari bonerate, jauh bapak” sahut ibu-ibu yang lain.
“ini rumahnya dekat dengan rumah ibu ini,...” sambil menunjuk ke salah sat peserta  lain dalam kelompok diskusi.
“Bonerate itu mana Ibu?” tanyaku (sambil menirukan logat asli orang selayar),
”Wah...bonerate itu jauh bapak, dari pulau kalau berangkat jam 12 siang bisa sampai sini jam 12 siang lagi, dekat flores. harus naik kapal bapak, kalau ingin cepat, naik peraahu kayu, hanya 12 jam” suara ibu-ibu yang lain menimpali.
“haa... hanya 12 jam?” , jawabku sambil keheranan.
“iaya bapak, kalau naik kapal pelni (fery), lama karena harus mampir ke pulau-pulau kecil lain, kadang nginep dulu di pulau-pulau itu, jadi agak lama.”
kalau naik perahu kayu apa tidak bahaya ibu,?”
“ya..h, mau gimana lagi bapak, kadang ombaknya lebih besar dari perahunya, kita naik-turun bapak”, yang penting cepat.
“ maaf.... apa peserta pelatihan ini juga banyak peserta yang datang dari pulau-pulau juga?” tanyaku sambil menambah keheranan.
“iya bapak, di selayar ada 130 pulau, kalau bapak ibu kepala sekolah sudah biasa bapak mengajar dipulau-pulau itu.”
“disana kita naik perahu, kadang sewa perahu, ada juga yang ojek. ojek disini beda dengan di jawa bapak. disini ojek ada yang naik perahu.” ibu haja menimpali.
“berapa ibu kalau sewa perahu?
“antara 450  sampai 1 juta bapak.”, paling murah 450ribu. tapi kalau ingin murah harus mampir ke pulau-pulau dulu”. bapak anwar menimpali.
“terus bagaimana bapak setiap harinya?” tanyaku.
“kalau kami datang ke sekolah, kita menginap bapak, tidur disana. tidur seadanya, disana ada rumah sederhana dari kayu, kalau ada kegiatan di kota (dinas pendidikan), ya kami kadang tidak bisa”
           Inilah sedikit kisah selama mengisi pelatihan kepala Sekolah di kepulauan selayar. ditempat ini banyak hal yang dapat saya ambil hikmah dan motivasi diri dalam mengabdi di dunia pendidikan, terutama semangat pesertanya. sejak hari pertama sampai hari ketiga, semua peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias. walaupun awalnya sempat pesimis, mengingat pelatihan ini cukup berat materinya khususnya bagi kepala sekolah dengan kondisi yang terpencil dan Sumber daya Manusia yang kurang memadai, didukung info dari dinas pendidikan kepulauan selayar bahwa seringkali kegiatan pelatihan yang dilaksanakan dinas pendidikan hanya diikuti oleh peserta dari hari pertama saja, untuk hari berikutnya pesertanya surut sampai 50% lebih dari jumlah peserta yang pada waktu pembukaan.
Ternyata persepsi ini sama sekali tidak benar. mulai dari pelatihan dibuka, peserta sudah mulai terlihat antusias mengikuti pelatihan ini. hal ini terlihat pertama sejak kami menyapa peserta melalui kegiatan dinamika pelatihan, mereka sangat semangat. bagi kami, dinamika merupakan kegiatan yang dijadikan tolok ukur penting sebagai tes awal analisa motivasi peserta sekaligus sebagai ajang pendekatan secara personal pada peserta sehingga seorang trainer akan mampu merasakan kondisi dan motivasi peserta dalam mengikuti pelatihan-pelatihan berikutnya.
Kondisi SDM memang menjadi kendala bagi kami, bagaimana mungkin ditempat yang lumayan terpencil ini dan peserta belum pernah sama sekali mengikuti pelatihan serupa langsung kepala dinas pendidikan kepulauan selayar meminta kami memberikan materi pelatihan yang selama ini diberikan kepada sekolah-sekolah yang memiliki motivasi tinggi dan pekerja keras dalam mewujudkan sekolah yang bermutu di mata masyarakat. itupun tidak sekonyong-konyong diberikan materi ini karena harus melalui berbagai tahap, dan materi pelatihan inilah materi inti sekolah itu bisa berkualitas dan maju dimata masyarakat, materi pelatihan tersebut adalah pelatihan manajemen mutu yang terdiri dari pemahaman tentang Mutu, strategi mutu, sistem mutu, inovasi jamianan mutu (QA) dan pembuatan Standart Operting Procedure (SOP).
Keadaan ini membuat kami sadar, selain karena pesertanya sudah banyak yang sepuh, keadaan sosial masyarakat yang cenderung kurang berminat dengan tantangan-tantangan baru yang inovatif juga mempengaruhi dan sudah menjadi sebagian besar pola pikir peserta walaupun mereka semua kepala sekolah. inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi kami agar peserta sadar bahwa dengan mengikuti pelatihan ini peserta akan mampu mengubah masa depan kepulauan selayar, karena dipundak kepala sekolahlah masa depan generasi muda ada ditangan mereka. apalagi semuanya merupakan kepala sekolah di sekolah dasar, sehingga mereka semua harus diberikan motivasi secara terus menerus dalam setiap sesi pelatihan  dengan harapan mereka mampu dan berusaha memahami, mengerjakan tugas yang kita berikan dan akhirnya bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat di sekolah masing-masing.
Harapan saya, semoga kenangan manis ini mampu memotivasi diri saya sendiri agar senantiasa Istiqomah dan ikhlas dalam mengabdi pada masyarakat khususnya di dunia pendidikan, minimal bisa memberikan pengetahuan tambahan bagi membaca agar semakin meningkatkan rasa syukur kepada Allah swt sekaligus tumbuh semangat berjuang sebagaimana bapak/ibu guru dan tentunya peserta didik di kepualauan Selayar, berjuang untuk masa depan yang lebih baik. Amiiin.


Kepulauan Selayar, Desember 2017.








Senin, 20 November 2017

PASRAH

PASRAH



ما ترك من الجهل شيئا من اراد أن يحدث فى الوقت غير ما أظهره الله فيه
Sangatlah bodoh orang yang menginginkan terjadinya sesuatu yang tidak dikehendaki Allah swt pada suatu waktu.
(Syaikh Ibnu 'Athoillah Sakandary)

===

Sahabat,
Seseorang yang mendapatkan penerangan hatinya dari Allah swt. Akan semata-mata menerima dan memahami setiap peristiwa yang dialaminya dengan penuh kesadaran dan keridloan.
Angan-angan (fantasi) adalah selubung kebodohan, yang akan membuat seseorang sulit menerima kenyataan (realitas) yang dialaminya dan sulit menerima kenyataan (Takdir) yang sudah ditentukan Allah swt.
Itulah mengapa kebenaran hanya dapat dipantulkan melalui hati yang suci dalam kepasrahan pada keputusan Allah swt.
Alloohu A'lam

Minggu, 19 November 2017

UJIAN DAN KEDUDUKAN

RSI UNISMA, 11 November 2017 ruang Strawberry

Anakku..
Setiap hamba-Nya pastilah akan diuji untuk mengatahui sejauh mana hamba tersebut menempati KEDUDUKAN dari ujian yang diberikan-Nya.
Semuanya...
Baik ia BERIMAN atau tidak,
PASTI akan diuji.
Bisa jadi Ujian itu berupa Kenikmatan dan Kesengsaraan.
Anakku..
Al-Hakim, berkata "Kalau kau ingin tahu kedudukanmu di sisi Allah, maka perhatikanlah dimana keberadaanmu"
Al-Hakim berkata, "Kedudukanmu, berada dimana keberadaanmu"
"Jika kau selalu disibukkan dengan dzikir, maka Allah ingin mengingatmu"
"Jika kau selalu disibukkan dengan al-Qur'an, Allah ingin mengajak berbicara padamu"
"Jika kau selalu disibukkan dengan ketaatan, ketahuilah, Allah dekat padamu"
"Jika kau disibukkan dari urusan dunia, Allah lagi menjauh darimu"
"Jika kau selalu menyibukkan diri dari manusia, sungguh Allah merendahkanmu"
"Jika kau disibukkan dengan doa, ketahuilah Allah akan memberimu"
"Jika kau bersabar dan tidak berkeluh kesah disaat engkau terkena musibah, itu pertanda Allah swt mengajarimu agar engkau menjadi anak yang sabar dan kuat".
Anakku..
Ketika Hasan Basri ditanya, "Dimanakah keberadaan saya di hadapan Allah?",Al Basri menjawab, "Sebagaimana keberadaan Allah dalam dirimu"
Anakku..
Bagi hamba yang beriman, antara kebahagiaan dan kesengsaraan sama saja, sama-sama ujian dari Allah swt.
Yang membedakan hanyalah bagaimana kita menyikapi, menjalani dan menerima ujian itu.
Disitulah Allah swt akan menentukan kedudukan kita dihadapan-Nya
Alloohu A'lam

Minggu, 05 November 2017

KATA-KATA itu DO'A

KATA-KATA itu DO'A


Kakak mulai HEBAT...
SEKARANG Mandi sendiri, apa di mandi in?
.
Kakak SUDAH bisa MANDIRI...
Ini bajunya sudah ayah siapkan,
Sekarang Kakak Pakai baju SENDIRI, apa DI PAKAI IN ayah?
.
Kata ustadzah,
Kakak ke SEKOLAH selalu datang TEPAT waktu...
sebentar lagi waktunya sekolah,
Kakak Mau Sarapan Bersama ayah, apa sarapan sendiri?
.
Kakak SUDAH mulai bisa DISIPLIN lho..,
Nah,
Sekarang Sudah waktunya persiapan sekolah.
Kakak mandi dulu, apa sarapan dulu?
.
Dst.
Anakku..
Itulah kata-kata yang ayah ucapkan disaat engkau mulai mengenal kata-kata sampai saat ini,yang kini usiamu 5 tahun 7 bulan.
.
Dengan kata-kata itu, engkau tak pernah menolak. Engkau pasti melakukan diantara dua pilihan.
.
Dan dua pilihan itu,
sebenarnya Mengandung SATU tujuan yang sama, agar engkau melakukan apa yang ayah perintahkan.
.
Anakku...
Semoga ayah-bunda senantiasa bisa menjaga kata-kata disaat terdesak maupun luang.
.
Kata-kata itu DOA
Jangan sampai kata yg terucap mengandung kata-kata yg buruk, negatif.
KALAUPUN TIDAK BISA BERKATA BAIK, LEBIH BAIK DIAM.
قل خيرا او ليصمت
Foto Ahmad Zain Fuad.

Kamis, 05 Oktober 2017

QOLBU

QOLBU

Anakku...
sebuah amal ibadah yang berasal dari hati yang tulus dan murni, tidaklah sama dengan amal-amal yang didorong oleh keinginan-keinginan,ambisi pribadi dan ketakutan-ketakutan.
Hasil dari amal perbuatan berbeda-beda sesuai dengan kondisi Hati (qolb) kita.
Perbuatan adalah gerakan yang lahir dari keadaan hati (qolb).
Maka kondisi gerakan lahir (perbuatan) yang terlihat dan pengalaman yang ada menggambarkan isi dari hati (qolbu) kita yang sebenarnya.
Alloohu A'lam
GERAKLAH

GERAKLAH

Anakku...
Bergeraklah...
.
Bergeraklah menebarkan Ilmu, selagi engkau mampu.
Bergeraklah menebarkan kebaikan, selagi engkau ada kesempatan.
.
Bergeraklah..
Agar hidupmu lebih berkah..
ان في الحركة بركة

Selasa, 15 Agustus 2017

WASHOYA

WASHOYA

Anakku..
Hal kecil yang dapat engkau lakukan adalah berdoa.
Berdoalah tiada jenuh agar hidupmu lebih terarah.
Doa akan menuntunmu menjadi anak yang lebih bermakna dan berkah.
Dengan doalah semua aktivitas dan hasilnya engkau pasrahkan pada Allah swt.
HIKAM

HIKAM

لاتطلب ربك يتأخر مطلبك, ولكن طالب نفسك يتأخر ادبك
Jangan menuntut tuhanmu karena permohonanmu belum terkabulkan,

tuntutlah dirimu sendiri yang kurang sopan.
~ Syaikh Ibnu 'Athoillah Sakandary~
****************
Sahabat,

Bagi seorang hamba yang selalu berbenah,
Penundaan harapan (permohonan) akan karunia Allah swt akan semakin membuat hamba tersebut semakin ikhlas dan menajamkan fokus niatnya hanya tertuju pada-Nya.
Penundaan karunia akan membuat hamba semakin semangat melengkapi kekuranganya dalam beribadah.
Karena ia sadar, munculnya rasa pengharapan yang berlebihan agar setiap harapanya terkabulkan tanda ketidak sopanan pada-Nya.
Wujud sikap sopan pada-Nya dengan meyakini secara total akan setiap keputusan dan ketetapan sudah diatur oleh-Nya akan membuat seseorang semakin lega dan tenang dalam menghadapi dan menjalani kehidupanya.

Dialog ayah dan anak dalam Al-Qur'an


(Nabi Ibrahim berkata),
Anakku....
Sesungguhnya Allah swt memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.
(QS. AL-BAQARAH [2]:132)
===
(Kisah Luqman dengan anaknya)
Anakku...
Janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar.
(QS. LUQMAN [31]:13)
===
(Nabi Ya'qub berkata)
Anak-anaku..
Janganlah kamu (bersama-sama) masuk satu gerbang yang berlain-lain. Namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu sedikit pun (dari takdir) Allah. KEPUTUSAN MENETAPKAN (SESUATU) HANYALAH HAK ALLAH SWT, KEPADANYALAH AKU BERTAWAKKAL DAN HENDAKLAH KEPADA-NYA saja orang-orang bertawakkal (berserah diri).
(QS. YUSUF [12]:67)

Kamis, 03 Agustus 2017

SIAPAKAH YANG PATUT DISEBUT ULAMA?


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ

“Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu ‘anhu).

Bagaimanakah sosok ulama yang memiliki karakter pewaris para nabi?

menurut Prof. Dr. K.H. Ali Mustafa Yaqub (dadut.com) ada 5 ciri kriteria ulama pewaris Nabi ;

1. Ilmu Agama

Menguasai ilmu agama tentulah niscaya bagi ulama pewaris Nabi. Ilmu agama mendasari keyakinan, pengamalan, dan segala kebijaksanaan. Bagi seorang ulama, ilmu agama tidak sekadar untuk diamalkan oleh dirinya sendiri, tetapi juga untuk dapat diamalkan dan bermanfaat bagi orang lain.

Oleh karena itu, ulama ahli waris Nabi dituntut untuk dapat memberi pencerahan kepada umat terkait persoalan agama, minimal dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan.

Dalam tradisi kita, bisa dikatakan bahwa standar minimum penguasaan terhadap ilmu agama adalah kecakapan mengakses informasi langsung dari literatur kitab kuning. Tanpa kemampuan tersebut, seseorang tidak dapat dikatakan ahli agama.

Dalam sebuah sabda Nabi, “Ulama adalah ahli waris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, tetapi mewariskan ilmu (agama).” (HR Ibn Majah).

Oleh karena itu, dalam kesempatan yang lain, ketika Nabi ditanya tentang pertanian, beliau menjawab, “Kamu lebih mengetahui tentang dunia (pertanian) daripada saya.”

2. Takut kepada Allah

Rasa dan sikap “takut” kepada Allah menjadi salah satu ciri utama ulama pewaris Nabi. Dalam Alquran, kondisi batin yang demikian diungkap dengan kata khasyah. Khasyah adalah rasa takut yang dibarengi dengan penghormatan dan ketaatan.

3. Zuhud dan Berorientasi Ukhrawi

Zuhud merupakan sikap yang menunjukkan tidak adanya rasa cinta kepada dunia setelah dunia itu dikuasainya. Zuhud adalah tidak adanya ketergantungan hati kepada dunia, dengan indikator bahwa ada atau tiadanya dunia selalu terasa sama, tidak mengubah stabilitas hati.

Nabi Muhammad Saw. adalah seorang yang zuhud, karena meskipun beliau punya kesempatan untuk hidup mewah sebagaimana pernah ditawarkan oleh Allah, tetapi beliau tetap memilih hidup sederhana.

Ulama ahli waris nabi haruslah bersikap zuhud dalam hidupnya. Bila tidak, akan banyak hal yang bermerk “agama” yang mudah dijualnya untuk kepentingan dunia.

4. Akrab dengan Wong Cilik

Ulama ahli waris Nabi memiliki sikap egaliter yang tinggi. Tak pernah merasa lebih tinggi dari yang lain. Karenanya, ia selalu dapat akrab dengan rakyat kecil dan kaum lemah. Kaum kecil dibuatnya berjiwa besar dan yang lemah didorongnya untuk menjadi pribadi yang kuat.

Sebelum masuk Islam, Abu Sufyan ditanya oleh Kaisar Heraklius perihal pengikut Nabi Muhammad. Abu Sufyan menjawab bahwa pengikut Nabi didominasi oleh rakyat jelata. Maka Kaisar Heraklius pun membenarkan kenabian Muhammad, karena ia tahu bahwa pengikut para Nabi terdahulu juga kalangan jelata.

Bila demikian sikap Nabi terhadap rakyat kecil, maka ulama sebagai ahli warisnya harusnya juga dapat menyatu dengan rakyat kecil, kendati tidak ada fasilitas mewah dan pelayanan yang serba wah.

5. Empat Puluh Tahun

Empat puluh tahun juga menjadi salah satu ciri penting keulamaan. Mengapa empat puluh tahun? Menurut para ahli, pada usia empat puluh tahun, seseorang umumnya telah mencapai kematangan jiwa. Pada usia itu ia sudah dapat istikamah, stabil dan tenang jiwanya.

Kemapanan pribadinya cukup menjadi alasan dia layak menjadi panutan kaumnya. Sebelum mencapai usia itu, jiwanya masih bergejolak dan kepribadiannya labil. Pada kondisi ini, selain kemampuannya untuk memimpin umat masih dipertanyakan, ia juga acapkali telah merasa besar sebelum waktunya.

Diangkatnya para nabi, kecuali Nabi Isa, menjadi nabi sesudah berumur empat puluh tahun kiranya cukup memberi isyarat bahwa ada hikmah tertentu di balik empat puluh tahun usia seseorang.

Sedikit uraian ini mampu memberikan gambaran bagaimanakah ulama yang patut disebut ulama.

Alloohu A'lam

Ahmad Zain Fuad
Ulama bagi NU memiliki makna yang sangat dalam, tidak hanya sebagai figur namun sebagai penentu sebuah kebijakan dalam jam'iyah Nahdlotul Ulama.

Secara ringkas kedudukan Ulama didalam NU menempati posisi sentral diantaranya :

1. Ulama sebagai pendiri Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

2. Ulama sebagai Pengelola Nahdlatul Ulama.

3. Ulama sebagai Pengendali Kebijakan – kebijakan Nahdlatul Ulama.

4. Ulama sebagai panutan dan contoh tauladan bagi seluruh  warga Nahdlatul Ulama dan kaum Muslimin khususnya.

Itulah sebabnya, maka antara NU dan Ulama tidak dapat dipisah-pisahkan, artinya saling membesarkan, saling mengambil dan memberi manfaat.

Nahdlatul Ulama tanpa Ulama akan gersang tidak ada artinya sama sekali, dan Ulama  yang keluar dari Nahdlatul Ulama berkurang bahkan hilang kemanfaatannya bagi masyarakat Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Dengan demikian posisi Ulama dan peranannya didalam Nahdlatul Ulama sangat penting, oleh karenanya secara organisatoris Ulama didalam NU disediakan lembaga khusus yang dinamakan “Lembaga Syuriah”.

Lembaga ini berfungsi sebagai pengelola, pengendali, Pengawas dan penentu semua kebijaksanaan dalam Nahdlatul Ulama, sehingga dapatlah dikatakan dan memang demikian kenyataannya, bahwa Ulama dan Nahdlatul Ulama  merupakan tiang penyangga utama atau soko guru.

Jika ada oknum yang mengaku sebagai nahdliyin namun suka merendahkan bahkan mencaci ulama-ulama NU yang memegang amanah sebagai pengurus NU, maka dipastikan mereka belum mengenal jam'iyah NU.

Senin, 31 Juli 2017

Makna takbir

Ayah...
Kata ayah, Allah itu Maha Besar (الله اكبر), besarnya Allah itu sebesar apa?
.
Gunung juga besar yah...
.
Kakak masih ingat pas kita jalan dipuncak gunung?, Apa yang kakak lihat?
.
Luthfi melihat banyak pohon cemara, rumah-rumah kecil, mobil-mobil menjadi sangat kecil, dan banyak asap (awan) yah....
.
Ok, berarti..Kakak melihat rumah terlihat kecil. Mobil malah sangat kecil, apalagi semut, hehehe (malah tidak terlihat).
.
Hehehe.. (Luthfi tersenyum).
.
Anakku...
Itulah kebesaran Allah swt.
Kebesaran Allah swt tidak mampu kita bayangkan, terlalu kecil jika kita membandingkan kebesaran Allah swt dengan makhluq. Sebagaimana luthfi tidak (mampu) melihat semut (didarat) saat engkau dipuncak bukit (gunung).
.
.
Anakku..
Lantunkanlah dzikr (takbir) hanya untuk membesarkan Allah swt dan mengkerdilkan diri sendiri dihadapan Allah swt.
Bukan membentakkan teriakan (takbir) untuk mengkerdilkan manusia yang lain.

#Washoya

HIKAM

ان لم تحسن ظنك به لأجل حسن وصفه. فحسن ظنك به لوجود معاملته معك. فهل عودك إلا حسنا وهل اسدى إليك الا مننا.

Jika engkau tidak bisa berbaik sangka kepada Allah karena keindahan sifat-sifat-Nya,

maka berbaik sangkalah karena pertemanan-Nya (kebersamaan-Nya) bersamamu.

Bukankah Dia selalu memberimu sesuatu yang baik-baik?

Dan bukanlah Dia selalu memberimu nikmat?

~ Syaikh Ibn 'Athoillah Sakandary ~
***************
Sahabat,
hamba yang tulus akan menempatkan harapanya yang tinggi kepada-Nya.

Dan berprasangka baiklah kepada-Nya dengan selalu mengingat segala Nikmat yang selama ini dikaruniai Allah swt., Mulai dari masa lampau sampai saat ini.

Apa yang kita jalani dalam kehidupan ini sebenarnya banyak sekali kenikmatan yang kita rasakan,

Hanyasaja, kenikmatan yang hadir itu seringkali kita lupakan.

Alloohu A'lam.

#Ahmad Zain Fuad

HIKAM

ورودالفاقات أعياد المريدين.

Datangnya keadaan sulit adalah hari raya bagi para penempuh jalan-Nya.

~ Syaikh Ibn 'Athoillah Sakandary ~
====
Sahabat, seringkali waktu luang yang kita miliki, kemudahan dan kebahagiaan yang kita alami membuat hati kita lupa pada Allah swt.

Namun disaat kita mengalami kesulitan dalam menghadapi berbagai permasalahan membuat kita selalu ingat dan hati merasa lemah dihadapan Allah swt.

Dalam keadaan sempit dan sulit namun kehadiran Allah swt selalu terasa menyertai, itulah kenikmatan yang diharapkan oleh para Penempuh jalan-Nya.

Alloohu A'lam

#Ahmad Zain Fuad

HIKAM

من ظن انفكاك لطفه عن قدره فذالك لقصورنظره.

Orang yang menyangka terlepasnya kelembutan Allah swt dari takdir-Nya maka hal itu menunjukan kepicikan wawasanya.

ليخفف الم البلا ء عليك علمك بأنه سبحانه هو المبلى لك. فالذى واجهتك منه الأقدار هوالذى عودك حسن الإختيار
Sebaiknya kamu anggap ringan kepedihan bencana yang menimpamu karena kamu tahu bahwa Dia Yang Maha Suci tengah mungujimu.

Takdir-takdir yang harus kamu jalani berasal dari Dia yang telah membiasakan kamu dengan berbagai pilijan-Nya yang terbaik.

~ Syaikh Ibn 'Athaillah Sakandary ~

=====
Sahabat, senikmat-nikmatnya kebahagiaan hidup di dunia tiada akan selamanya kebahagiaan itu kita nikmati,

pasti didalamnya ada kesengsaraan.

Se_sengsara-saranya Hidup di dunia, tak akan lama kesengsaraan itu kita nikmati.

Pasti di balik kesengsaraan itu (masih ada) kebahagiaan didalamnya.

Perasaan bahagia_sengsara tiada lain berasal dari (persepsi) hati kita dalam memaknai kehidupan ini.

Semakin kuat keyakinan kita bahwa setiap fase kehidupan tiada terlepas dari kasih kelembutan Allah swt yang terbungkus dalam Takdir-Nya, maka akan semakin bijaksana kita menyikapi dunia.

Kita akan merasa LEGOWO memandang berbagai fenomena bathin yang kita alami (bahagia_sengsara).

Setiap kebahagiaan dan kesengsaraan yang dialami hanyalah ujian.

Jika kebahagiaan datang hatipun tidak terlena, rasa syukur selalu terucap dalam hati dan diwujudkan dalam tindakan nyata berupa sedekah

Begitupula kesengsaraan yang dirasakan, tidak membuat kita meratapi apa yang terjadi tapi berusaha bangkit menggapai kasih kelembutan-Nya.

Karena apa yang terjadi pada hakekatnya Allah swt memberikan pikihan yang terbaik untuk kita semua.

#Ahmad Zain Fuad

HIKAM

نعمتان ما خرج موجودعنهماولابدلكل مكون منهمانعمة الإيجادونعمةالإمداد

Ada dua anugrah yang tidak satu makhluk pun bisa terlepas dari keduanya,

Anugrah perwujudan dan anugrah keberlanjutan.
=====
Sahabat, jika kita melihat fenomena keseharian disekeliling kita dalam menikmati dan merawat gemerlap duniawi ini sungguh luar biasa,

misal ketika seseorang memiliki MOBIL MEWAH dengan edisi terbatas,  pasti orang tersebut siang malam tiada jenuh dan memberi pengamanan ekstra jangan sampai mobil mewah dan mahal itu tergores atau bahkan memeliharnya dengn perawatan yang lebih, walaupun harus mengeluarkan uang yang banyak.

Seorang hamba yang merindukan akan kebahagiaan sejati, ia senantiasa menjaga kesadaran bahwa kehadiranya (wujudnya) di dunia ini adalah sebuah anugrah penciptaan dari Allah swt.

Allah swt menciptakan kita tentu lebih MEWAH dengan edisi yang sangat terbatas karena tidak ada satupun manusia di dunia ini yang memiliki karakteristik (sifat), bentuk fisik atau hal-hal yang bersifat jasmani_Ruhani yang sama persis.

Anugrah yang luar biasa ini akan senantiasa dipelihara dengan sungguh-sungguh dan memelihara sifat kasih dan sayang pada seluruh ciptaan-Nya.

Semua yang hadir di Dunia atau alam semesta ini tiada lain karena sifat ar-Rahman yang dinyatakan dengan RAHMANIYYAH ALLAH SWT, sifat awwal kasih Tuhan menciptakan alam semesta.

#Ahmad Zain Fuad

HIKAM

البسط تأخذالنفس منه حظها بوجود الفرح والقبض لا حظ للنفس فيه

Disaat lapang hawa nafsu dapat mengambil bagianya karena adanya kegembiraan,

sedangkan dalam keadaan sempit tidak ada peluang baginya untuk masuk kedalamnya

~ Syaikh Ibnu 'Atholillah sakandary ~
=======

Sahabat, seringkali kesibukan kita pada hal-hal yang tidak membawa manfaat, barakah dan kemaslahatan bagi sesama akan semakin menjauhkan hati kita kepada Allah swt.

Apalagi seseorang itu tidak memiliki kesibukan apa-apa, maka kecendrungan hawa nafsu akan mengusai hatinya.

Hadirnya GADGET ditangan kita misalnya, bisa membuat hari-hari kita semakin sia-sia, sehingga muncullah fikiran-fikiran kotor muncul dari hawa nafsu.

Agar semua itu lebih bermakna, maka sibukkan diri kita, gunakan GADGET kita untuk menebarkan kebaikan demi kebaikan agar apa yang kita miliki ini mampu memberikan nilai Ibadah, akhirnya mampu mendekatkan diri kita kepada allah swt.

Persempit gerak hawa nafsu dengan menyibukkan diri demi kemaslahatan umat, menebarkan kedamaian di bumi Nusantara menuju Indonesia Jaya.

#Ahmad Zain Fuad

HIKAM

الفكرة سراج القلوب فإذاذهبت فلا إضاءةله
Berfikir merupakan lentera hati,
Ketika ia tak lagi dilakukan maka tak ada lagi yang menyinari hati.
===

Sahabat, Allah swt memberikan karunia kepada kita berupa akal digunakan untuk berfikr, dan inilah sejatinya kita manusia sebagai hewan yang berfikr atau dalam ilmu mantiq disebut _al-hayawaanun naatiq_.

Ketika energi fikiran kita, kita maksimalkan untuk merenungkan ciptaan-ciptaan ALLAH SWT kemudian kita gunakan bermuhasabah (evaluasi diri) untuk mengkerdilkan diri dihadapan Allah swt maka hati kita akan semakin luluh dihadapan Allah swt.

Akhirnya, Allahpun akan membuka pintu-pintu hikmah dalam hati kita.

Bagi hamba yang sudah dibukakan pintu hati-Nya. Ia akan senantiasa memandang bahwa Tiada yang sia-sia apa yang diciptakan Allah swt, semua ciptaan-Nya penuh Hikmah dan makna.

Semoga pertemuan kita dalam majlis HWMI ini senantiasa membawa makna, hikmah dan berkah bagi kita semua.

_Amiin Yaa Robbal 'Alamiin._

By. Ahmad Zain Fuad
HIKAM

HIKAM

اجتهادك فيما ضمن لك وتقصيرك فيماطلب منك دليل على إنطماس البصيرة منك.
Kepayahanmu mencari sesuatu yang sesungguhnya telah dijamin Allah untukmu,

Kelengahanmu dalam melaksanakan apa yang mestinya bisa kamu kerjakan,

membuktikan terhapusnya penglihatan batinmu.
====
Sahabat, terkadang  kita bersusah payah dalam mencari Rizky, sampai lupa waktu dan menguras tenaga mengalahkan kewajiban yang lain yang juga penting.
(Padahal besar_kecil rizky sudah ditentukan-Nya)
.
Atau kita terkadang sering menunda-nunda pekerjaan dan kebaikan kecil yang seharusnya bisa kita kerjakan akhirnya terlewatkan dan tidak kita kerjakan.
(Padahal waktu terus berjalan).
.
Bersikap qona'ah (menerima apa yang sudah menjadi ketentuan-Nya) dan membiasakan sesegera mungkin melakukan hal-hal kecil akan membuat hati dan gerak badan ini ringan mengerjakan segala hal.
.
Ketika hati ini ringan, ringan pula mengerjakan apa yang sudah menjadi amanah.
.
Kita bisa menikmati beban kehidupan yang menurut orang lain sulit dilakukan.
.
Dan kita pun mampu menjaga hati dengan mensyukuri dan mengerjakan apa yang ada walaupun hiruk pikuk dunia menyibukan jasad kita.
.
Hati akan peka, terbiasa ikhlas dan tanpa beban mengerjakan segala hal.

By. Ahmad Zain Fuad
HIKAM

HIKAM

من علامات الإعتمادعلىالعمل نقصان الرجاء عند وجود الزلل.

Salah satu tanda bergantung pada amal adalah kurangnya harapan tatkala gagal.

~ Syaikh Ibn 'Athoillah Sakandary ~

====
Sahabat, adanya keyakinan bahwa sumber kekuatan itu berasal dari diri sendiri akan mudah menerima kekecewaan jika HASIL yang kita harapkan itu tidak sesuai dengan harapa.

Berbeda jika dalam PROSES menggapai (mencapai) harapan yang kita inginkan itu  kita sandarkan (pasrahkan) kepada Allah swt.

Kalaupun harapan tidak sesuai dengan keinginan (gagal),

maka ia akan senantiasa berusaha untuk menggapainya, karena ia berkeyakinan bahwa Allah swt memberikan peringatan atas kegagalanya itu agar lebih bersungguh-sungguh lagi dalam berusaha.

Kalaupun apa yang dia harapkan sesuai dengan apa yang diharapkan (sukses), maka ia akan semakin mendekap dalam rasa syukur yang mendalam kepada Allah swt karena baginya kesuksesan semata-mata dari Allah swt, berkat Rahmat dan Kehendak-Nya.

By. Ahmad Zain Fuad
HIKAM

HIKAM

انما أوردك عليك الوارد لتكون به عليه
Allah memberimu inspirasi agar kepada-Nya engkau mendekati.

~ Syaikh Ibn 'Athoillah Sakandary~
===
Sahabat,
Ilham yang mengalir dalam hati, mampu memberikan kesadaran dalam hati dan menghadirkan rasa rendah hati dihadapan-Nya merupakan anugerah.

Dengan anugrah itulah, seorang hamba hatinya akan mudah bersimpuh dihadapan-Nya dan menjadikan ia lebih Ikhlas dalam menjalani setiap aktivitasnya,

dan akhirnya aktivitasnya itu akan semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

ini semua adalah karena Rahmat-Nya

By. Ahmad Zain Fuad
HIKAM

HIKAM

الفاقات بسط المواهب

Bermacam (ujian) kesukaran adalah hamparan pemberian.

~Syaikh Ibn 'Athoillah Sakandary ~

====
Sahabat,
Para penempuh jalan-Nya akan senantiasa belajar dari berbagai kesukaran (ujian), kegalalan yang dialami.

Seringkali dalam kesukaran (ujian) tersimpan nilai ilmu yang sangat berharga (berarti), yang Allah swt berikan bagi hamba-Nya yang dicintai, sebagai bekal menuju tingkatan (maqom) yang lebih tinggi.

Alloohu A'lam.

AHMAD ZAIN FUAD
HIKAM

HIKAM

ان أردت ورود المواهب عليك صحح الفقر والفاقة لديك.
إنما الصدقات للفقراء.

Jika engkau menghendaki datangnya pemberian Allah swt kepadamu,

maka sungguh-sungguhlah dalam membuktikan kefakiran dan kesusahanmu.

"Sesungguhnya yang berhak menerima pemberian-pemberian (sedekah) itu hanyalah mereka yang fakir.." (QS. At-Taubah 9:60).

~ Syaikh Ibn 'Athoillah Sakandary~
====
Sahabat,
Mengenali diri sendiri akan kefakiran (kelemahan) diri kita dihadapan Allah swt akan mempermudah datangnya Rahmat.
.
Tiada orang yang akan memberikan sedekah bagi orang yang kaya, sedekah itu akan diberikan kepada orang yang fakir.
.
Begitupula ibrah bagi hamba yang senantiasa mengharapkan datangnya Rahmat dan terbukanya pintu mengenal-Nya. Maka ia akan mengosongkan diri  dengan menfakirkan hati dari ketergantungan pada makhluq dan hanya menggantungkan pemberian Allah semata.

Alloohu A'lam.

Rabu, 12 Juli 2017

HIKAM

HIKAM

متى اوحشك من خلقه فاعلم انه يريد أن يفتح لك باب الأنس به.
Jika Dia telah membuatmu bosan terhadap makhluk sesungguhnya Dia bermaksud membukakan untukmu pintu kebahagiaan bersama-Nya.

~ Syaikh Ibn 'Athoillah Sakandary ~

===
Sahabat,  Allah swt memberikan perangkat dalam menemukan Ilmu pengetahuan berupa akal.

Namun ketika akal ini kita gunakan untuk menemukan ilmu (pengetahuan)  tentang kesadaran menggapai kebahagiaan hakiki ia mengalami keterbatasan memahaminya.

Maka Allah swt memberikan kita perangkat tambahan berupa hati, hati inilah yang mampu merespon pengetahuan hakiki (kesadaran) dalam merasakan dan menghayati hidup dan kehidupan ini.

Ringkas kata, untuk menggapai kesadaran dalam mengarungi kehidupan akal saja tidak cukup, gunakanlah hati untuk merasakanya.

Seringkali hati kita sulit "hadir" bersama-Nya dalam ramainya hiruk-pikuk dunia dengan bergaul dengan sesama makhluq.

Justru dalam kesendirian hati kita "hadir", mampu merasakan kehadiran Illaahi (bersama-Nya) dalam hati kita.

Sehingga hati kita terasa damai dan tenang menjalani kehidupan ini.

#Salam_HIKAM
#Salam_HWMI

Kang Zain
HWMI, 12 Juli 2017

Sabtu, 17 Juni 2017

MUHASABAH PERJUANGAN

MUHASABAH PERJUANGAN


NU sebagai organisasi tidak lahir begitu saja, hadirnya bukan karena urusan politik atau pesanan penguasa kala itu.

Namun, Hadirnya NU adalah adanya rasa prihatin para 'Alim 'ulama Nusantara melihat keadaan amaliyah Aswaja yang semakin terkikis oleh faham yang menyimpang dari AQIDAH ahlus Sunnah Waljama'ah.

Hadirnya NU Tidak serta merta dibuat karena kepentingan pribadi untuk memenuhi ego (nafsu) individu. Namun NU hadir dan dilahirkan dari hasil Istokhoro, Riyadho, tirakat dan mujahadah para 'alim 'ulama agar apa yang akan diperjuangkan oleh NU tidak hanya semata atas dasar kepentingan duniawi tapi demi keseimbangan antara kepentingan duniawi dan ukhrawi yang sesuai dengan aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. dalam satu wadah perjuangan ASWAJA AN-NAHDLIYAH.

Dengan proses yang begitu panjang dirintis mulai dari zaman para wali songo dan dilembagakan secara modern melalui organisasi (Jam'iyah)  NU tentu bukan sembarangan orang yang ada didalamnya.

Jika saat ini banyak yang "keluar" dari jam'iyah NU dengan alasan apapun itu pertanda Seleksi ALAM. Mereka tidak paham dan akhirnya tersesat dalam jurang kebodohan dan persepsi yang didasari oleh Nafsu semata.

Maka bersyukurlah bagi mereka yang tetap Istiqomah bernaung dan berjuang dibawah komando para 'Alim 'ulama An-Nahdliyah,
Dan Senantiasa setia dan ta'at pada NU siapapun pengurusnya.

Kita pasrahkan perjuangan ini hanya kepada Allah swt semata, demi tegaknya Islam dan NEGARA yang aman tentram dalam satu bendera NKRI.

SEMOGA ALLAH SWT MERIDLOI.

#HWMI

Kamis, 15 Juni 2017

HIKMAH ILMU TASAWUF

HIKMAH ILMU TASAWUF


Menjalankan amal Ibadah (syariah) bagi kita sebagai hamba yang selalu LAPAR dan HAUS akan nikmatnya duniawi bagaikn makanan pokok yang senantiasa dibutuhkan oleh tubuh.

Rasa Lapar dan Haus itu membuat manusia SERAKAH dan MEMAKAN HABIS setiap apa yang dihidangkan, tanpa adanya SELEKSI diri, akhirnya manusia melahap semua menu duniawi tanpa memperhatikan RASA, nikmat atau tidak urusan belakang yang penting KENYANG.

Begitulah ibarat orang yang beribadah tanpa dilandasi Tasawuf.

Ilmu Tasawuf mengajarkan kita ILMU RASA, merasakan berbagai menu duniawi.

Nikmat dan tidaknya menjalani amal ibadah akan bisa kita rasakan.

Nikmatnya beribadah tidak hanya kita rasakan ketika (proses) beribadah, namun nikmatnya IBADAH itupun dapat kita rasakan (setelah beribadah) dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi pengamal ilmu Tasawuf, kenikmatan yang LUAR BIASA ketika beribadah taqarub ilallah (mendekatkan diri)  serasa berdialog secara langsung, Nikmat. Kenikmatan itu tak akan mampu dirasakan oleh mereka yang tidak pernah mengamalkan apalagi mempelajari ilmu tasawuf.

Wujud nyata kenikmatan itu, akan tampak dalam tutur kata dan perilaku yang menyejukkan. Keindahan wajahnya seakan memancarkan cahaya, cahaya kedamaian.
Tutur katanya menebarkan wangi kenikmatan surga.

Setiap orang memandangnya, akan mengingat mereka pada Allah swt. dengan dzikrullah.

Itulah sedikit gambaran para pengamal tasawuf.

Semog kita senantiasa didekatkan dengan para 'Alim 'ulama 'Arif billah, para kekasih Allah swt.

Bagi secara Sirr maupun dhohir.

Semoga Setiap langkah kita senantiasa mampu mendekatkan hati kita mencintai Allah swt, menggapai Ridlo Allah swt.

اللهم انت مقصودي ورضاك مطلوب اعطني محبتك و معرفتك

#HWMI
#Ramadlan Mubarak.

Sabtu, 03 Juni 2017

Empati

Allah swt membentangkan ilmu-Nya di Alam semesta ini sebagai bekal Makhluq-Nya menghadapi tantangan kehidupan yang akhirnya, dengan Ilmu-Nya makhluq itu mampu merawat alam semesta sesuai dengan kemampuan menyerap ilmu.

Hewan, mampu menyerap ilmu-Nya dengan bekal INSTING yang dikaruniakan kepadanya.

Bagi Hewan, tidak membutuhkan sekolah untuk memperoleh ilmu-Nya. Cukup menjalankan naluri "pengetahuan" ia mampu membuat Rumah (sarang), teknik terbang, renang, dll.

Begitupula manusia, tidak harus bersekolah manusia menyerap sebagaian kecil ilmu-Nya.

Terkadang Allah Swt menanamkan Pengetahuan-Nya kepada manusia melalui berbagai ujian, ujian kehidupan.

Bagi hamba yang sabar,Allah akan memberikan ilmu hikmah yang tersimpan dalam berbagai peristiwa kehidupan.

Bagi hamba yang mengamalkan dengan istiqomah ilmu yang sudah diperoleh, maka Allah akan mengkaruniakan ilmu Ladunni, Ilmu yg langsung berumber dari Allah swt. Begitulah Imam Ghazali menyampaikan goresan ilmunya dalam Ihya 'Ulumudin.

Anakku.
Apa yang engkau alami, ayahpun merasakan bagaimana tingkatan demi tingkatan Allah swt meneteskan Ilmu pengetahuan padamu.

Dikala kecil,
engkau mendapati Ilmu dari Allah swt bagaimana cara berjalan, bicara dan memperoleh pengetahuan tentang nama-nama benda disekitar rumah.

Ayah ingat,
setiap fase ilmu yang akan engkau peroleh itu, engkau sering sakit terlebih dahulu. Demam tinggi...

Setelah demam itu reda, senyum manismu mengembang. Disitulah ada ilmu baru yang kau peroleh..

Sebagaimana beberapa hari ini,
engkau sakit...panas tinggi... Sampai-sampai air mata bundamu tak terbendung...
Rintihanmu membuat ayahpun iba merasakan apa yang engkau rasakan.

Namun, siang ini.
Ayah bangga melihat senyumu..
Terharu melihat "ilmu baru" yang engkau peroleh.

Empati...

Empati itu tumbuh dalam dirimu yang selama ini belum pernah ayah temukan dalam kepribadianmu.

Dikala ayah lelah dan lengah, engkau menutup pintu walau tanpa disuruh.

Dikala siang,
kebiasaan ayah memberikan makan ikan. Engkau melihat keadaan ayah yang tidak mungkin melakukanya, engkau tanggap dan membantu ayah memberikan makan ikan.

"Ayah....nanti luthfi ya yang ngasi makan ikan. Luthfi sholat dhuhur dulu."
.
Subhaanallah...
Ini mungkin bagi orang lain adalah hal kecil dan remeh.
Namun bagi ayah, ini yang perlu disyukuri, sebagai washilah sebuah keberkahan.
.
semoga rasa sakit yang beberapa hari ini engkau rasakan pertanda munculnya ilmu baru dari Allah swt, ilmu yang mampu engkau resapi, terima, amalkan dan  menjadikanmu menjadi anak yang lebih sholih.

#Washoya

Jumat, 02 Juni 2017

DOA BERBUKA PUASA MENURUT SALAFUS SHOLIH

DOA BERBUKA PUASA MENURUT SALAFUS SHOLIH


Menjelang datangnya bukan Romadhon, mulai banyak beredar BC (Broadcast) terkait dengan lafadz doa berbuka puasa.

Ada kalangan menganggap doa tersebut riwayatnya dhoif, bahkan mereka pun berani berkata bahwa lafadz doa berbuka tersebut tidak ada asalnya.

Apakh benar demikian ?Berikut adalah penjelasan tentang hadits tersebut :

Ada hadits yang meriwayatkan bahwa Rasulullah juga berdo’a dengan do’a yang sebagian lafadznya seperti di atas:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ ” أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»
Sesungguhnya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam
ketika berbuka membaca doa: *Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu* (HR. Abu Dawud, diriwayatkan juga oleh Al Baihaqi, Ath Thabarany, Ibnu Abi Syaibah)

Namun dalam catatan kaki Kitab Jâmi’ul Ushul, karya Ibnul Atsir (w. 606 H), dengan tahqiq Abdul Qadir Arna’uth dan disempurnakan Basyir ‘Uyûn, Maktabah Dârul Bayân, juz 6 hal.378 dinyatakan:

رقم (2358) في الصوم، باب القول عند الإفطار، مرسلاً، ولكن للحديث شواهد يقوى بها.
Nomor (2358) dalam (kitab) Puasa, bab perkataan saat berbuka, mursal, akan tetapi hadits ini memiliki syawâhid yang memperkuatnya.

Berikut beberapa redaksi do’a terkait:

1) Ath Thabarany dalam Mu’jam as Shaghir (2/133):

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ , وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

2) Ath Thabarany dalam Ad Du’â, hal 286

بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، تَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

3) Dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (2/344), Ar Rabi’ bin Khutsaim ketika mau berbuka berdo’a:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصُمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Kaum Muslimin di seluruh dunia termasuk di Indonesia apabila berbuka puasa biasa membaca do’a berikut:

اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إنْ شَاءَ اللَّهُ .

Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah”.

Pembacaan do’a seperti ini – dengan variasi tambahan dan pengurangan – merupakan warisan turun-temurun dari para Ulama Waratsatul Anbiya.

Mereka yang menganjurkan membaca do’a ini adalah para Ahli Hadis dan Fuqaha dari berbagai Madzhab.

Dari Ulama Madzhab Hanafi misalnya kita menemukan penjelasan dari Al Imam Fakhruddin Utsman bin Ali az Zaila’i:

وَمِنْ السُّنَّةِ أَنْ يَقُولَ عِنْدَ الْإِفْطَارِ اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَبِك آمَنْت وَعَلَيْك تَوَكَّلْت وَعَلَى رِزْقِك أَفْطَرْت .
Artinya: Di antara Sunnat adalah ketika berbuka puasa dianjurkan mengucapkan: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakkal dan dengan rizki-Mu aku berbuka. (Lihat kitab Tabyinul Haqa’iq Syarah Kanzud Daqa’iq karya Al Imam Az Zaila’i juz 4 halaman 178).

- Dari Ulama Madzhab Maliki antara lain disebutkan dalam Kitab Al Fawakih Ad Dawani Ala Risalah Ibni Abi Zaid Al Qirwani karya Syekh Ahmad bin Ghunaim bin Salim bin Mihna An Nafrawi :

وَيَقُولُ نَدْبًا عِنْدَ الْفِطْرِ : اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَعَلَى رِزْقِك أَفْطَرْت فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْت وَمَا أَخَّرْت ، أَوْ يَقُولُ : اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَعَلَى رِزْقِك أَفْطَرْت ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إنْ شَاءَ اللَّهُ .

Artinya: Dan Sunnat ketika berbuka puasa mengucapkan: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Maka ampunilah dosaku yang lalu dan yang akan datang”. Atau mengucapkan: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah”. (Lihat pada Juz 3 halaman 386).

- Dari Madzhab Syafi’i antara lain dikemukakan Al Hafizh Al Imam An Nawawi dalam Al Majmu’ Syarah Al Muhadzdzab:
والمستحب أن يقول عند إفطاره اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَعَلَى رِزْقِك أَفْطَرْت لما روى أبو هريرة قال " كان رسول الله صلي الله عليه وسلم إذا صام ثم أفطر قال اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَعَلَى رِزْقِك أَفْطَرْت .
Artinya: Dan yang disunnahkan ketika berbuka puasa itu adalah mengucapkan: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka”. Berdasarkan Hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW itu apabila berpuasa kemudian berbuka membaca “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka”. (Lihat Al Majmu’ Juz 6 halaman 363).

 Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa membaca do’a “Allahumma laka Shumtu….” Sebagaimana yang biasa dilakukan Ummat Islam adalah Sunnah. Adapun adanya keterangan sebagian orang yang menilai Hadisnya lemah dapat dijelaskan sebagai berikut:

⭐ *Pertama*, lemahnya sebuah Hadis tidak serta merta terlarang mengamalkannya sebab kelemahan itu hanyalah pada penisbatannya kepada Rasulullah SAW, tidak ada kaitannya dengan boleh-tidaknya dibaca.

☀ *Kedua*, Hadis “Allahumma Laka Shumtu…” sungguhpun dha’if namun ia melengkapi Hadis “Dzahabazh Zhama’u…”. yang yang Hasan itu.

Bentuk kedua ini belum merupakan do’a sebab hanya bentuk berita atau ucapan biasa yang disampaikan Rasulullah SAW saat minum air. Bacaan ini baru menjadi do’a manakala disambungkan dengan kalimat “Allahumma…” yang berarti “Ya Allah”.

💧 *Ketiga*, bacaan do’a tersebut telah diamalkan dan dianjurkan oleh semua Ulama Madzhab Empat Itu artinya membaca “Allahumma laka Shumtu” merupakan kesepakatan Ummat Islam.

Apabila ada orang awam yang melarang membaca “Allahumma Laka Shumtu…” maka orang tersebut dapat dikatakan menyalahi kesepakatan Ummat Islam – tidak ada dalil yang menjadi dasarnya.

Bahkan, sabda Rasulullah SAW di atas menganjurkan kita memilih do’a sesuka kita. Lalu dengan alasan apa orang tersebut melarang membaca do’a “Allahumma Laka Shumtu..” ? Bukankah dengan larangannya itu berarti ia telah membuat Syari’at baru?

Kalau saja membaca do’a yang terdapat dalam Hadis Shahih itu diharamkan, tanyakan kepada orang itu : “Pernahkan anda berdo’a dengan Bahasa Indonesia agar anak anda sukses sekolahnya ? Jika pernah, lalu apakah ada dalilnya bentuk do’a yang anda baca itu?. Lalu bagaimana anda melarang orang membaca do’a yang disepakati Ummat Islam dari dulu hingga sekarang hanya gara-gara “katanya” Hadisnya dha’if ?

Dan afdholnya dalam berdoa adalah dengan dimulai ucapan *Allahumma* atau *Robbana*, tidak ujug-ujug langsung ke *Dzahabadh dhomaa'u.. dst* sebagaimana yang kita pahami dari BC tersebut.

Kita berdoa dengan bahasa yang kita susun sendiri saja boleh kok, apalagi bila mengutip dari hadits dhoif, ya tentu lebih baik.

Monggo manteb saja berbuka puasa dengan doa :

*اللَّهُمَّ لَك صُمْت وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إنْ شَاءَ اللَّهُ*

*SELAMAT MENYAMBUT BULAN MULIA ROMADHON*

_disarikan dari PISS-KTB_

Rabu, 31 Mei 2017

Memahamkan HIKMAH puasa pada anak

Memahamkan HIKMAH puasa pada anak

Ayah...
Kenapa kita berpuasa?
Padahal puasa itukan menyakiti diri sendiri?
tidak makan dan minum.
.
Anakku...
Puasa itu ibadah nak,
Ibadah yang WAJIB dilakukan oleh HAMBA yang beriman.
.
Maksudnya apa yah?
.
Anakku..
Semua benda dirumah pasti ada yang membuatnya? Lemari, kursi,dll.
.
Iya ayah..
.
Pasti yang membuat lemari dan kursi itu LEBIH NGERTI cara merawat lemari dan kursi daripada yang hanya memakai lemari dan kursi.
.
Iya ayah...
.
Nahh..
Begitupula dengan puasa..
Allah swt yang menciptakan kita, jadi sebagai HAMBA hanya melaksanakan kewajiban. Dan yang PASTI ada KEBAIKAN-KEBAIKAN (hikmah) bagi hamba yang berpuasa.
.
Kembali ke pertanyaan kakak,
Kakak betul, puasa itu memang terasa sakit (menyakiti) dan perih namun dibalik rasa sakit dan perih itu ada rasa CINTA yang tidak mampu engkau pahami nak.
.
Cinta itu sebagaimana AYAH dan Bunda mencintai kakak, setiap waktu menjaga kakak tiada henti.
.
seperti saat ini, walaupun ayah sakit, ayah akan menjaga dan mendampingi kakak tiada jenuh, bundapun akan tetap menemani dan melayani kakak.
.
Anakku..
Dengan berpuasa, KITA AKAN semakin di cinta oleh ALLAH SWT, Orang yang dicinta oleh Allah swt AKAN tampak dalam keseharianya, senantiasa MENCINTAI SEMUA MAKHLUQNYA.
.
Mereka akan iba melihat Makhluq-Nya disakiti tanpa arti,
.
ANAKKU..
hamba yang dicintai ALLAH SWT itu hatinya akan rindu kepada Allah swt.
Kerinduan itu aka diwujudkan dengan beribadah sungguh-sungguh, ikhlas karena Allah swt semata.
=======

Anakku..
Terimakasih engkau telah memberikan banyak arti bagi ayah untuk memahami arti hidup.
Semoga engkau segera diberikan kesembuhan Oleh Allah swt.

#Washoya

Selasa, 30 Mei 2017

RAWATLAH TRADISI ISLAMI DI NEGERI INI

RAWATLAH TRADISI ISLAMI DI NEGERI INI

Ayah...
Kok aneh, hari ini di perumahan kita rame...
Bapak-bapak dan teman-teman kumpul, tidak seperti biasa sepi.

Ini Mushollanya dihias-hias juga...

Kakak senang?

Senang yah...
Teman-teman juga senang.

Bapak-bapak,ibu-ibu semua kumpul jadi satu.

Kerja bakti bersih-bersih bareng, menghias mushalla, bersedakah,dan banyak lagi. Senang pokoknya, luthfi senang.

Anakku..
Inilah ISLAM kita nak,
Rasulullah mengajarkan kepada kita agar senang dengan datangnya bulan Ramadlan.
.
Banyak cara seseorang mengungkapkan Rasa senang, termasuk yang sudah kita lakukan.
.
Anakku..
ISLAM yang mengajarkan kebersamaan.
Kerukunan pada sesama, saling mengasihi dan menyayangi walau kita berbeda.
Inilah kak, ajaran para ulama kita yang merintis Islam di negeri ini.
.
Semua dilaksanakan karena kita mau menyambut bulan Ramadlan, Tamu Agung yang harus kita sambut dengan suka-gembira.
.
Barakah menyambut Bulan Ramadlan dapat kakak Rasakan bukan?

Iya ayah...
Perumahan kita jadi ramai, bapak/ibu kumpul (yang biasanya sibuk kerja), sholat di mushallanya tadi juga penuh dan semua teman-teman bergembira.
.
Semoga selama Bulan Ramadlan Mushalla kita juga ramai, ramai Sholat Jama'ah dan tadarus Al-Qur'an.

#washoya
Jadikan Al-Qur'an Pedoman Hidupmu

Jadikan Al-Qur'an Pedoman Hidupmu

Anaku..
Di bulan Ramadlan ini Allah swt menurunkan Al-Quran.
.
Al-Quran, berisi firman_firman Allah swt yang isinya begitu sempurna, Menyangkut semua sendi kehidupan.
.
Kesempurnaan isi kandungan Al-Quran menyangkut apapun tergantung manusianya, mau digunakan pada keburukan atau kebaikan, kebatilan atau kebenaran, merusak atau memelihara.
.
Al-Quran bisa mendatangkan kedamaian atau peperangan itu tergantung manusia yang menggunakanya.
.
Anakku..
Lihatlah, akhir-akhir ini banyak kita saksikan orang-orang menggunakan dalil Al-Quran, tapi untuk mencaci orang lain,
.
Menggunakan firman yang suci, tapi digunakan untuk menfonis dan menyesatkan orang lain.
.
Menggunakan kalam illahi, tapi digunakan untuk menghahalalkan darah lain.
.
Anakku..
Al-Quran diturunkan ke Bumi sebagai buku pedoman yang menunjukkan kita agar bisa memelihara semua ciptaan Allah di Bumi,
.
Agar kita mampu mengasihi pada yang lain,semua makhluq Allah swt.
.
Agar kita mampu menjaga hati dan gerak lahir sesuai dengan apa yang diinginkan sang Maha Pencipta Alam Semesta.
.
Agar kelak kita kembali kepada Allah swt dalam keadaan Husnul Khotimah.
.
Anakku..
Jadikanlah Al-Quran sebagai pedoman Hidupmu untuk menggapai kebahagaiaan Dunia-Akhirat.

#Washoya

Senin, 22 Mei 2017

MEGENGAN


KH A Mustofa Bisri mengatakan sekarang sedang ngetren orang pintar baru. Menurutnya, mereka memiliki setidaknya ada dua ciri. Pertama, setiap bebicara menuntut adanya dalil.  “Sedikit-sedikit ada dalilnya, bahkan menuntut untuk adanya perincian dalil, misalnya ayat berapa, surat berapa, apakah hadis shohih atau dhaif,” ujarnya.

Cari dalinya MEGENGAN? Ya nggak ada! Mereka berlagak ahlil dalil tapi tidak mampu mengimplementasikannya. Dianggapnya MEGENGAN itu sebuah fenomena dari masyarakat sesat karena dianggap tidak ada dalilnya.

Begitulah bedanya yang paling mencolok antara muslim TEKSTUALIS/LITERALIS dengan muslim NUSANTARA/KONTEKSTUALIS/SUBSTANSIALIS.

Muslim Nusantara justru pandai mengemas pesan-pesan wahyu yang bisa dikemas. MEGENGAN merupakan hasil kemasan dari pesan wahyu dalam Hadits :

من فرح بدخول رمضان حرم الله جسده على النار
(Man Faricha bi Dukhuuli Ramadlaana, Charromalloohu Jasadahuu 'alan Naari = "Barangsiapa yang bersukaria dalam menyonsong datangnya bulan Ramadlan, niscaya Allah haramkan jasadnya dari jilatan api neraka).

Pesan wahyu agar umat Islam bersukaria dalam menyongsong bulan Ramadlan itu oleh muslim Nusantara dikemas dalam bentuk tradisi MEGENGAN dengan agenda pokok :
- Bapak2 atau kaum laki-laki muslim kerja bakti bersih2 masjid/mushalla, makam, bahkan bersih2 kampung, dengan saling berucap : مرحبا يا رمضان (Marchabab Ya Romadloon = Selamat datang bulan Ramadlan). Ini sebagai tanda BERSUKARIA menyambut bulan Ramadlan sebagaimana ditekankan dalam Hadits tersebut di atas.

- Sedang ibu2 atau kaum wanita mulimah menyiapkan kue2 untuk diantar ke tetangga kanan kiri dengan berucap pula seperti yang diucapkan bapak2 tadi. Itu pun sebagai tanda BERSUKARIA menyongsong bulan Ramadlan. Ditambah lagi dengan antar kue2 ke tetangga kanan kiri. Bukankah itu shadaqah yang juga merupakan perintah agama?

Berarti kaum TEKSTUALIS itu hanya memahami pesan2 wahyu pada teks-teksnya saja, tanpa berkemampuan untuk mengimplementasikannya.

Jumat, 19 Mei 2017

PECINTA AL-QURAN

خيركم من تعلم القران وعلمه...
Para pecinta Al-Qur'an terutama para pengajar Al-Quran akan mengingat motivasi diatas.

Sebagai pengajar Al-Qur'an,
Sudah sewajarnya jika mereka akan senantiasa menghibahkan seluruh jiwa raganya untuk membumikan Al-Qur'an.

Setiap saat, mereka akan menjaga prilakunya ikhlas karena Allah swt karena dalam dirinya ada "sosok" agung yang harus dijaga, seakan Al-Qur'an menyatu dalam dirinya.

Maka tidak heran, jika beliau-beliau lebih memilih Mengajar Al-Quran sebagai Thoriqah (jalan) mereka mengenal sang pencipta,Allah swt.

Pagi,siang, sore bahkan dimalam hari para penempuh jalan Thoriqah ini seakan tiada waktu untuk menempah diri, kecuali di tengah malam atau disepertiga malam, mentadaburi apa-apa yang diajarkan kepada para santri. Didalami dan direnungkan takut apa yang di ajarkan kurang tepat atau bahkan salah.

Maka disaat yang lain terlelap dalam buaian mimpi, para pengajar Al-Quran akan menambah Ilmu, tentu bila ada kendala akan di gurukan kepada Ahli Al-Quran yang lebih 'Alim.

Al-Quran semakin didalami semakin Agung kandungan maknanya. Dan semakin kerdil kita dihadapan Allah Swt.

Berbagai Ilmu bila dijadikan alat mengkaji Al-Quran, Tak akan mampu mengungkap rahasia keilmiahan Al-Quran secara Hakiki.

Semoga para pembaca semua, termasuk saya pribadi dan keluarga senantiasa dikarunia waktu bisa istiqomah mengaji Al-Quran dan semoga kita semua kembali kepada Allah swt dalam keadaan husnul Khotimah bi barokatil Al-Quran.

Untuk para santriwan-santriwati dan Mahasantri, siswa-siswi semoga Ilmu kalian senantiasa manfaat, barakah dan hidup mulia bi barokatil qur'an.

Al-Fatihah..

Selasa, 16 Mei 2017

10 MANFAAT LAPAR MENURUT IMAM AL GHAZALI


Bagi kaum muslimin lapar dan dahaga merupakan salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena lapar merupakan wujud dari menghinakan nafsu. Sementara nafsu sendiri merupakan musuh yang paling berat bagi manusia.

Lapar yang dimaksudkan di sini tentunya lapar dalam mengerjakan ibadah puasa. Puasa adalah salah satu Rukun Islam yakni  puasa pada bulan Ramadan. Sementara puasa di bulan-bulan yang lain merupakan ibadah sunnat.

Maka dikatakan bahwa puasa merupakan salah satu cara untuk mengalahkan nafsu.
Sesuai dengan sabda Rasulullah Muhammad SAW SAW:
“Perangilah hawa nafsumu dengar lapar dan dahaga, karena sesungguhnya pahala semua itu sama dengan pahala jihad di jalan Allah, dan sesungguhnya tidak ada suatu amal pun yang dicitai Allah daripada lapar dan dahaga.”

Sejalan dengan itu, maka tersebutlah dalam sebuah kitab karangan Imam Al Ghazali diterangkan 10 manfaat menahan lapar dan dahaga, yaitu:

1. Menjernihkan hati, mencerdikkan otak, dan menerangi pengelihatan hati. Sedangkan kenyang menyebabkan kebebalan, membuat hati buta dan mempertebal asap di dalam otak menyerupai kemabukan sehingga memenuhi sumber-sumber pikiran.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Hidupkanlah hatimu dengan sedikit tertawa, sedikit kenyang, dan sucikanlah ia dengan lapar maka ia akan bersih dan menjadi lembut.”
“Barang siapa yang kenyang dan tidur maka keras membatu hatinya.”

Abu Sulaiman Ad-Darmi berkata:
“Tetaplah engkau pada lapar, karena sesungguhnya ia adalah menghinakan nafsu, melembutkan hati, dan medatangkan samawi.”

2. Kelembutan hati dan kejernihannya yang menyebabkan hati itu siap untuk menemukan kelezatan ketekunan dan pengaruh manfaat dari dzikir.

Abu Sulaiman Ad-Darmi berkata:
“Apabila hati itu lapar dan haus akan bersemangat dan lembut, dan apabila kenyang akan keras dan membatu.”

3. Merasa kalah dan hina, serta kehilangan kecongkakan, kegembiraan, dan mengkufurkan nikmat, yang semua ini menjadi penyebab penyimpangan dan kelalaian dari Allah SWT.

Perut dan farji merupakan sebuah pintu dari pintu neraka, dan pangkalnya adalah kenyang. Kehinaan dan kekalahan nafsu adalah merupakan sebuah pintu dari pintu surga, dan pangkalnya adalah lapar.

4. Tidak lupa bala Allah dan azab-Nya dan tidak lupa pemilik-pemilik bala. Karena sesungguhnya kenyang membuat lupa pada orang yang lapar dan lupa terhadap lapar itu sendiri.

5. Yang merupakan manfaat terbesar, yaitu mematahkan keinginan nafsu terhadap semua bentuk maksiat dan menguasai nafsu yang selalu mengajak kepada kejahatan. Karena sesungguhnya sumber-sumber maksiat itu adalah kesenangan nafsu dan kekuatan, sedangkan bahan dari kekuatan dan keinginan nafsu itu tidak lain hanyalah makanan-makanan ini.

Aisyah RA berkata:
“Bid’ah yang terjadi pertama kali sepeninggal Rasulullah SAW adalah kenyang. Sesungguhnya kamu itu kenyang perutnya menjadi liarlah nafsunya dalam menghadapi dunia ini.”

6. Menghalangi tidur dan melanggengkan jaga. Karena sesungguhnya orang yang kenyang akan banyak minum, dan orang yang banyak minum akan banyak tidurnyaa. Karena itulah sementara ulama berkata ketika telah dihidangkan makanan, “Hai murid-murid (peminat-peminat akhirat), janganlah kamu banyak makan, tentu kamu akan banyak minum, dan akhirnya akan banyak tidur, dan akhirnya mengalami kerugian yang banyak.”

7. Memudahkan ketekunan dalam beribadah, karena amalan menghalangi berbagai ibadah sebab dia memerlukan waktu yang digunakan makan. Bahkan kadang-kadang memerlukan waktu untuk  membeli makanan dan memasaknya, kemudian memerlukan waktu untuk mencuci tangan dan membersihkan sisa makanan yang ada di celah-celah gigi, akhirnya banyak sekali mondar-mandirnya ke tempat air minum karena banyak sekali minumnya.

8. Orang akan dapat mengambil manfaat dari sedikit makanan, kesehatan tubuh, dan selamat dari macam-macam penyakit.

9. Keringanan biaya hidup, adalah karena orang yang membiasakan makan sedikit, maka cukuplah sedikit harta baginya. sedangkan orang yang membiasakan kenyang maka perutnya menjadi pemilik pemberi hutang yang selalu akan menagihnya dan bertindak mencekik lehernya setiap hari. Perut itu selalu berkata: “ Apakah yang akan engkau makan hari ini?”

10. Memungkinkan orang untuk mengutamakan orang lain dan  bersedekah dengan makanan yang lebih kepada anak-anak yatim dan orang-orang yang miskin, lalu berada di bawah naungan sedekahnya kelak di hari kiamat, sebagaimana telah diterangkan di dalam hadis. Semua yang dimakannya simpanan kekayaannya adalah kakus dan semua yang disedekahkannya adalah pahala Allah SWT.

( Imam Al-Ghazali, “Rahasia Mengenal Nafsu dan Menjaganya” , hal 26-43 )

Senin, 15 Mei 2017

Kedua Orang Tua (Ayah dan Ibunda) Rasulullah Saw.


Berkata Imam Ibnu Hajar dalam kitab Syarh Hamaziah karya Imam Bushiri:
 لم تزل في الضمائر الكون تختا * ر لك الأمهات والأباء "Senantiasa dalam rahasia alam ini* engkau (nabi) selalu dipilihkan dari ibu ayah pilihan"  Alloh berfirman Allah ta'ala:
 وتقلُّبَك فى السَّاجدين "dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud." (QS Asy-Syuara' [26]: 219).

Menurut salah satu penafsiran ayat tersebut, bahwa yang dimaksud dari ayat tersebut adalah pindahnya nur Muhammad dari orang yang sujud kepada orang yang sujud..

Ayat ini merupakan legalisasi bahwa garis keturunan nabi Muhammad s.a.w diwariskan dan diturunkan dengan jalur suci dari masing masing individu yang dipilih alloh s.w.t dari nabi adam. Dan sabda Nabi Muhammad Saw:
 (لمْ أَزَلْ أُنْقَلُ مِن الأَصْلَابِ الطّاهراتِ إلى الأَرحام الزَّكِيَّات) "Tiada henti-hentinya aku dipindah dari punggung-punggung yang suci ke rahim-rahim yang bersih."  Hadits ini merupakan pengejawantahan bahwasannya tidak ada sama sekali dari sekian banyak utusan nabi yang menyekutukan Allah Swt.
Dan garis keturunannya merupakan garis keturunan yang terpilih. Dan tidak ada dari datuk nabi Muhammad kecuali menjadi pemimpin di masanya seperti kata sebuah syair menyebutkan:
فألئك السادة لم ترى مثلهم * عين على متتابع الاحقاب زهر الوجوه كريمة احسابهم * يعطون سائلهم بغسر حساب Namun masih banyak orang yang salah faham dan mengatakan bahwa kedua orang tua nabi Muhammad s.a.w Ahli Neraka.
Dengan dalih bahwa mereka tidak mengucapkan dua kalimat syahadat selama hidupnya.

Al-Imam Abu Hanifah, ia mengutarakan bahwa semua para nabi itu maksum (terpelihara) dari hakikat kekufuran begitu pula segenap orang tuanya. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa kelahiran para nabi harus dari kedua orang tua yang muslim atau matinya orang tua yang bukan muslim sebelum kelahiran mereka. Akan tetapi yang kedua ini, sangatlah langka ditemukan. Bahkan tidak mungkin dan tidak terjadi dikalangan orang tua perempuan (karena ia yang melahirkan).

Dikisahkan bahwa Nabiyulloh Adam dan Sayyidatuna Hawa melahirkan 40 anak dalam 20 kandungan (setiap lahir kembar) kecuali nabi "Tsis" karena Allah ingin menunjukkan karomah bagi Nabi Muhammad s.a.w dan kemudian sesaat sebelum wafat berpesan kepada anaknya agar tidak meletakkan Nur yang diwariskan ini kepada wanita sembarangan kecuali kepada yang suci.
Sebenarnya kalau kita kroscek ternyata hadits-hadits dijadikan tendensi sebagian orang yang apatis terhadap kedua orang tua Rasulullah, semuanya kurang relevan dan kontradiktif. Haditsnya-pun derajatnya 'ahad. Oleh karenanya, hadits tersebut tidak masuk dalam hal akidah atau yang berhubungan dengan kepercayaan. sebab dalam hal akidah atau kepercayaan yg dipakai adalah hadits mutawatir.

Ayo kita lawan Wahhabi yg mencederai keagungan Nabi Muhammad SAW.
Hentikan berita viral tak berujung, men-daur dan men-tasalsulo

Hentikan berita viral tak berujung, men-daur dan men-tasalsulo

Orang sehebat apapun akan hilang ditelan waktu bila dia tidak menulis. Kunci dari menulis adalah mengamati tidak hanya dengan mata tetapi juga dengan hati.

Pembaca pun harus cermat mensikapi berita, apakah layak menjadi berita berkah ataukah berita sampah. Paling tidak harus ada 5W1H; •Who •What •Where •When •Why •How
Who is it about? = tentang siapa?
What happened? = apa yang terjadi?
Where did it take place? = dimana peristiwa terjadi?
When did it take place? = kapan peristiwa terjadi?
Why did it happen? = mengapa hal itu terjadi?
How did it happen? = bagaimana hal itu terjadi?

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
Cukup seseorang itu dikatakan pendusta jika ia mudah menyebarkan setiap berita yang ia dengar.

التَّأَنَّي مَنَ اللَّهِ، وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
Sikap tenang itu dari Allah Azza wa Jalla, sedangkan sikap tergesa-gesa adalah dari setan.

Dalam suatu riwayat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak menyerang orang-orang kafir Quraisy di Makkah. Akan tetapi berita ini dibocorkan oleh Hathib bin Abi Balta’ah radhiyallahu ‘anhu, secara sembunyi-sembunyi melalui surat yang ia tulis.

Surat itu sampai di tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu Beliau memanggilnya dan bertanya-tanya kepadanya, “Kenapa kau lakukan ini, wahai Hathib?”. Di sini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tergesa-gesa menghukumnya atau langsung membunuhnya disebabkan perbuatan kufur tersebut. Akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan terlebih dahulu sebab yang melatarbelakangi perbuatannya itu.
Kemudian Hathib radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Wahai Rasulullah, meskipun aku dekat dengan mereka tapi aku bukan dari mereka. Aku melakukan ini bukan karena aku benci dan keluar dari Islam, akan tetapi aku meninggalkan kerabatku di Makkah. Aku tidak ingin kalau mereka di sakiti oleh orang-orang Quraisy. Aku lakukan ini agar kerabat-kerabatku selamat dari gangguan mereka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memakluminya. Tatkala Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu meminta izin kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memenggal kepala Hathib, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab.

إِنَّهُ قَدْ شَهِدَ بَدْرًا، وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يَكُونَ قَدِ اطَّلَعَ عَلَى أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ : اعْمَلُوامَا شِئْتُمْ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ
Dia pernah ikut berjihad di Perang Badar, Wahai Umar!. Dan ketahuilah bahwa Allah ketika melihat para pasukan Perang Badar, Dia Azza wa Jalla berfirman, “Lakukanlah apa saja yang kalian mau, maka sesungguhnya Aku telah mengampuni dosa-dosa kalian”.

Semoga Allah  Azza wa Jalla senantiasa memberikan taufiq, hidayah dan i'ayah-Nya kepada kita semua, sehingga mampu menebarkan virus cinta di republik ini. Ikut serta meredam gejolak atas apa yang terjadi di Indonesia. Berkenaan dengan konstalasi politik, permasalahan sosial budaya, konflik di masyarakat dan rasa kebangsaan. Mendorong proses hukum berjalan dengan baik, dalam konsensus. Semua orang ingin ditoleransi, tetapi tidak mentoleransi yang intoleran. Jayalah negeriku Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika.

Sesungguhnya Allah telah menciptakan kita dalam keadaan sama, dari satu asal: Adam dan Hawâ'. Lalu kita dijadikan oleh Allah dengan keturunan, berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kita saling mengenal dan saling menolong. Sesungguhnya orang yang paling mulia derajatnya di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kita.

Pemerhati Sosial Media.
Ahmad Sulkhi
blog.dekalita.com

Ad Placement