Empati - kangzainfuad.com

Sabtu, 03 Juni 2017

Empati

Allah swt membentangkan ilmu-Nya di Alam semesta ini sebagai bekal Makhluq-Nya menghadapi tantangan kehidupan yang akhirnya, dengan Ilmu-Nya makhluq itu mampu merawat alam semesta sesuai dengan kemampuan menyerap ilmu.

Hewan, mampu menyerap ilmu-Nya dengan bekal INSTING yang dikaruniakan kepadanya.

Bagi Hewan, tidak membutuhkan sekolah untuk memperoleh ilmu-Nya. Cukup menjalankan naluri "pengetahuan" ia mampu membuat Rumah (sarang), teknik terbang, renang, dll.

Begitupula manusia, tidak harus bersekolah manusia menyerap sebagaian kecil ilmu-Nya.

Terkadang Allah Swt menanamkan Pengetahuan-Nya kepada manusia melalui berbagai ujian, ujian kehidupan.

Bagi hamba yang sabar,Allah akan memberikan ilmu hikmah yang tersimpan dalam berbagai peristiwa kehidupan.

Bagi hamba yang mengamalkan dengan istiqomah ilmu yang sudah diperoleh, maka Allah akan mengkaruniakan ilmu Ladunni, Ilmu yg langsung berumber dari Allah swt. Begitulah Imam Ghazali menyampaikan goresan ilmunya dalam Ihya 'Ulumudin.

Anakku.
Apa yang engkau alami, ayahpun merasakan bagaimana tingkatan demi tingkatan Allah swt meneteskan Ilmu pengetahuan padamu.

Dikala kecil,
engkau mendapati Ilmu dari Allah swt bagaimana cara berjalan, bicara dan memperoleh pengetahuan tentang nama-nama benda disekitar rumah.

Ayah ingat,
setiap fase ilmu yang akan engkau peroleh itu, engkau sering sakit terlebih dahulu. Demam tinggi...

Setelah demam itu reda, senyum manismu mengembang. Disitulah ada ilmu baru yang kau peroleh..

Sebagaimana beberapa hari ini,
engkau sakit...panas tinggi... Sampai-sampai air mata bundamu tak terbendung...
Rintihanmu membuat ayahpun iba merasakan apa yang engkau rasakan.

Namun, siang ini.
Ayah bangga melihat senyumu..
Terharu melihat "ilmu baru" yang engkau peroleh.

Empati...

Empati itu tumbuh dalam dirimu yang selama ini belum pernah ayah temukan dalam kepribadianmu.

Dikala ayah lelah dan lengah, engkau menutup pintu walau tanpa disuruh.

Dikala siang,
kebiasaan ayah memberikan makan ikan. Engkau melihat keadaan ayah yang tidak mungkin melakukanya, engkau tanggap dan membantu ayah memberikan makan ikan.

"Ayah....nanti luthfi ya yang ngasi makan ikan. Luthfi sholat dhuhur dulu."
.
Subhaanallah...
Ini mungkin bagi orang lain adalah hal kecil dan remeh.
Namun bagi ayah, ini yang perlu disyukuri, sebagai washilah sebuah keberkahan.
.
semoga rasa sakit yang beberapa hari ini engkau rasakan pertanda munculnya ilmu baru dari Allah swt, ilmu yang mampu engkau resapi, terima, amalkan dan  menjadikanmu menjadi anak yang lebih sholih.

#Washoya

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda