2026 - kangzainfuad.com

Kamis, 22 Januari 2026

Study Empiris SMA Surya Buana Malang 2026: Penguatan Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan

Study Empiris (SE) merupakan program tahunan SMA Surya Buana Malang yang dirancang untuk memperkuat pemahaman serta proses pembelajaran siswa melalui pendekatan yang menyenangkan dan bermakna, dengan konsep learning by enjoy. Program ini memberikan pengalaman belajar langsung di luar kelas agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan realitas kehidupan.

Pada tahun 2026, Study Empiris dilaksanakan pada 21–23 Januari 2026 di Pulau Dewata, Bali, dengan mengusung tema “Dewata Journey”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik dan budaya siswa, dengan destinasi utama Universitas Udayana sebagai pusat pembelajaran akademik, serta menyaksikan kekayaan budaya Bali melalui pertunjukan Tari Kecak. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang inspiratif sekaligus memperkaya wawasan kebudayaan Nusantara.

Dalam pelaksanaannya, Study Empiris SMA Surya Buana menerapkan Metode TANDUR, sebuah strategi pembelajaran dari Quantum Teaching. Metode TANDUR merupakan akronim dari Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan, yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang aktif, bermakna, dan menyenangkan. Melalui metode ini, siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran, memahami konsep secara konkret, mempraktikkannya, mengulanginya, hingga merayakan keberhasilan belajar mereka.

Adapun langkah-langkah penerapan Metode TANDUR adalah sebagai berikut:

Tumbuhkan (T)

Menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa dengan mengaitkan materi pada manfaatnya bagi kehidupan mereka (AMBAK: Apakah Manfaatnya BagiKu). Materi disajikan secara relevan melalui cerita inspiratif atau tayangan menarik sehingga memicu rasa ingin tahu siswa.

Alami (A)

Memberikan pengalaman belajar secara langsung dan konkret agar siswa dapat merasakan sendiri materi yang dipelajari. Pengalaman ini membantu memperkuat ingatan jangka panjang (long-term memory).

Namai (N)

Memberikan istilah, konsep, rumus, atau model sebagai penanda dari pengalaman belajar yang telah dialami siswa, disertai contoh penerapannya dalam kehidupan nyata.

Demonstrasikan (D)

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pemahaman dan keterampilan mereka melalui presentasi, praktik, atau aktivitas nyata.

Ulangi (U)

Melakukan pengulangan dan peninjauan kembali materi secara menyeluruh dengan berbagai metode agar pemahaman siswa semakin mendalam dan kuat.

Rayakan (R)

Memberikan apresiasi berupa pujian, penghargaan, atau hadiah sederhana atas usaha dan pencapaian siswa, sehingga menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi belajar.

Penerapan Metode TANDUR dalam kegiatan Study Empiris memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  1. Mengubah suasana belajar yang monoton menjadi lebih menyenangkan dan aktif.
  2. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis, ilmiah, serta keterampilan mengemukakan ide.
  3. Memperkuat pemahaman konsep dan menjadikan pembelajaran lebih bermakna.
  4. Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa secara signifikan.

Melalui Study Empiris 2026, SMA Surya Buana Malang berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pengalaman, karakter, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Sabtu, 03 Januari 2026

Penjara Suci di Tengah Arus Mekanisasi Zaman: Catatan Pengantar Kakak Luthfi


Akhir pekan ini, 3-4 Januari 2026, menjadi momen reflektif bagi keluarga saat mengantarkan Kakak Luthfi kembali ke Pondok Pesantren Modern Amanatus Salam, Wonosalam, Jombang. Di balik sejuknya udara Wonosalam, tersimpan sebuah proses besar: penundukan hawa nafsu demi kemaslahatan masa depan.

Bagi sebagian remaja, pondok mungkin dianggap sebagai "penjara". Namun, dalam kacamata yang lebih jernih, ia adalah penjara suci. Tempat di mana keinginan liar manusia tidak dimatikan, melainkan dijinakkan dengan ilmu dan dibungkus dengan adab.

Tantangan Pemuda di Era Mekanis

Kita hidup di era di mana segala sesuatu bergerak sangat cepat namun sering kali terasa "kosong". Modernisasi membawa kemudahan, tetapi juga membawa risiko mekanisasi jiwa. Saat ini, semua lebih mekanis; bergerak tanpa isi. Ruh yang mengisi ilmu terasa hampa karena hilangnya nilai-nilai luhur Ilahiyah.
Fenomena ini terlihat dari realita pemuda saat ini:

1. Dominasi Budaya Instan vs Proses Riyadhah

Di era digital 2026, akses informasi terjadi dalam hitungan milidetik. Hal ini membentuk pola pikir pragmatis di mana remaja cenderung menginginkan hasil tanpa menghargai proses. Sebaliknya, pesantren seperti Amanatus Salam mewajibkan santri melalui "Riyadhah" (latihan spiritual) yang melatih kesabaran dan ketangguhan mental.

2. Krisis Kedalaman Ilmu (Informasi vs Transformasi)

Data menunjukkan bahwa meskipun tingkat literasi digital pemuda meningkat, kemampuan untuk melakukan refleksi mendalam justru menurun. Ilmu hanya menjadi tumpukan data di otak (mekanis), bukan menjadi cahaya yang mengubah perilaku. Inilah mengapa ilmu yang dibarengi adab menjadi barang langka di zaman modern.

3. Pergeseran Nilai dari Manfaat ke Eksistensi

Modernisasi seringkali mendorong pemuda untuk fokus pada "Self-Centered" atau pemuasan hawa nafsu dan eksistensi diri di media sosial. 

Sementara itu, pendidikan pesantren berupaya membelokkan keinginan tersebut menuju "Maslahat"—bagaimana ilmu yang didapat bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Mengembalikan Ruh dalam Ilmu

Kesulitan terbesar di era ini bukan mencari orang pintar, melainkan mencari orang yang ilmunya mendatangkan Rahmat. Hal ini hanya bisa diraih jika ilmu tidak berdiri sendiri sebagai deretan formula mekanis, melainkan diiringi dengan implementasi adab yang kuat.

Di Wonosalam, Kakak Luthfi tidak sekadar belajar teks agama, ia sedang belajar menjadi manusia yang memiliki "isi". Ia dilatih agar geraknya bukan sekadar gerak mekanis robotik yang diperbudak tren, melainkan gerak yang didorong oleh nilai luhur Ilahiyah.

"Setiap manusia memiliki keinginan, tapi keinginan yang dibungkus ilmu dan diperdalam dengan adab, insyaallah akan mendatangkan rahmat bagi semesta."

Semoga langkah Kakak Luthfi di Amanatus Salam menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi keluarga dan bekal manfaat di kemudian hari. Selamat berjuang kembali di taman ilmu, Kakak!

Ad Placement