kangzainfuad.com

Senin, 12 April 2021

Batu Nisan



Ayah, adik menghilang?

"Sudah kakak dan bunda cari tapi tidak ada".

"Maaf kak, ayah harus mengantar dan mendampingi kakak-kakak pondok belajar diluar kota (Rihlah)".

"Bagaimana mungkin adik bisa menghilang, hampir setiap saat kita mengunjungi adik, bagaimana mungkin orang-orang tega mengubur adik dan menghilangkan jejak, apa mereka tega? tidak melahirkan, tidak ikut merawat dan tidak ikut merasakan kepedihan bagaimana perasaan  orang tua yg ditinggal buah hatinya yg masih belia!, tiba-tiba menghilangkan jejak perjuangan orang tua yg ingin selalu ia kenang dan doakan, walau sang pencipta mengambilnya lebih awal".

sekelumit perasaan dan pikiran menghantui pikiran, sampai dalam tidur lelapun (karena lelah) pikiran-pikiran itu masuk dalam mimpi, Bahkan si kecil yg telah tiada itu hadir "berisyarat" minta dirawat dan diperbaiki kembali makamnya.

malam ini memang tidak seperti biasa, tidur lelap tidak membuat perasaan tenang. akhirnya bangun malam lebih awal dan bermunajat menjadi solusi, seraya berdoa agar esok diberikan kemudahan dalam pencarian, dipertemukan kembali dengan makam buah hati yg telah terkubur,hilang.

Alhamdulillah, diterik mentari pagi setelah mengajar para santri mengaji, pencarianpun dilakukan. suara bising mesin berat tak menjadi kendala dan dengan sabar menggali informasi pada para pekerja proyek dimanakah keberadaan kuburan2 yg telah hilang.

Dengan memohon izin pekerja proyek. penggalianpun dilakukan, hanya mengandalkan insting seorang ayah yg merindukan buah hatinya, beberapa titik digali. alhamdulillah akhirnya ditemukan, lega.

Berbeda boleh, setiap orang memiliki keyakinan dan aqidah yg dipegang teguh.

Mungkin bagi orang lain menganggap makam hanyalah makam, sebuah batu nisan dan unggukan tanah yg tiada membawa arti.



Tapi, bagi orang lain.

"NISAN"  adalah pertanda "PENGINGAT" bagi yang bernyawa agar kelak ia tetap waspada karena suatu saat pasti akan tiada.

"NISAN" menjadi pengingat bagi para PELUPA akan perjuangan orang-orang yang telah tiada dan Peneguh hati bagi yang pernah mengalami duka.

Selamat menyambut bulan mulia, Bulan Penuh berkah, Ramadlan. Mohon maaf lahir bathin.🙏

Minggu, 04 April 2021

Jihad

 


Jihad

Anakku, Allah swt menciptakan segala sesuatu pasti ada hikmah dibalik penciptaan-Nya. Apapun itu, walau itu bagi orang kebanyakan adalah sebuah keburukan.

Namun, tidak semua manusia diberikan anugrah bisa mengambil hikmah dari hal seburuk apapun itu yg dilihat atau dialaminya.

Termasuk Wabah Corona yang melanda negeri ini, walau sudah satu tahun berlalu sampai saat ini masyarakat belum bisa bebas sebebasnya melakukan aktifitas.

Banyak yang santai tanpa beban menghadapinya, namun masih ada yang hatinya khawatir dan waspada.

Kita sebagai warga negara yang baik, tetap berusaha mematuhi ketentuan pemerintah, bersabar menghadapi apa yang Allah swt. tentukan kepada kita, bersungguh-sungguh (jihad) dalam menjaga hati agar tetap istiqomah tabah dalam menerima apa yang dikehendaki oleh Allah swt. dengan melakukan kebaikan-kekabaikan pada orang lain serta meringankan beban bagi yang mengalami kesulitan.

 ماترك من الجهل شيئا من اراد أن يحدث فى الوقت غير ماظهر الله فيه 

(الحكم)

#washoyaaba 


Jumat, 02 April 2021

Pengorbanan: Anak Tangga Kehidupan

 


Anakku, saat engkau masih belum genap 1 tahun. engkau masih belum memahami apa guna mainan didepan sekolahmu. tapi rasa ketertarikanmu yang luar biasa akan mainan itu membuat engkau berusaha menaikinya dengan meronta-ronta agar ayah menuntunmu.

seiring berjalannya waktu, genap usiamu 2 tahun, kini engkau sudah lihai menaiki mainan itu, anak tangga yang berjajar engkau lalui dengan mudah. setapak demi setapak akhirnya engkau mencapai puncak dan finish diakhir permainan.

Rasa takutmu seakan hilang, keraguanmu dalam melanggkahkan kaki tidak tampak diraut wajahmu. ringikan minta tolong bahkan tak terdengar lagi.

Langkah kakimu mantab menatap kedepan, tak pernah menoleh kebelakang dan arah bawah. ini menunjukkan rasa percaya diri dan tidak takut terjatuh dan gagal.

Anakku, begitupun proses kehidupanmu kelak. setiap langkah kakimu ada "anak-anak tangga" yang harus engkau lalui. anak tangga itu berupa masalah dan pengorbanan.

Jika setiap anak tangga itu mampu engkau lalui dengan penuh keyakinan, percaya diri dan  ikhlas berkorban untuk meraih Ridlo-Nya.

Insyaallah keberkahan hidup akan engkau dapatkan.

Rabu, 31 Maret 2021

Disaat kasih Cinta Semakin Langkah

 


Disaat kasih Cinta Semakin Langkah

Anakku, hampir 1 tahun lebih engkau menjalankan amanah merawat ayam. awalnya hanya 1 pasang, kini sudah 12 ekor lebih ayam dan saat ini masih ada beberapa indukan yg sedang mengeram, Alhamdulillah engkaupun bisa menikmati nikmatnya telor rebus hasil ternakmu sendiri.

Awalnya, engkau merasa berat merawat ayam. berat karena harus istiqomah memberi makan, tapi insyaallah saat ini engkau terasa nyaman, rasa sayang sudah mulai tumbuh. cintamu pada ayam, dan hewan-hewan mulai berkembang. bahkan kini mampu membuat teman-temanmu juga tertarik dan ikhlas menjaga ayam-ayammu disaat engkau pergi keluar kota.

Tumbuh kasih sayang itu mulai engkau rasakan, hati mulai terasa ibah saat melihat ayam yg sedang sakit. engkau bersedih disaat ada ayam yang sakit dan disakiti oleh ayam yang lain. engkau mencari-cari jika ada ayam yang belum makan, memastikan mereka semua tercukupi dengan makanan yang engkau siapkan, kini engkau juga mulai disiplin memantau ayam-ayam yang saat ini sudah mulai engkau lepas, liar. seakan engkau mengikhlaskan siapapun yg ingin mengambil ayam itu, atau engkau menaruh kepercayaan besar pada ayam, bahwa ayam-ayam itu tidak akan kemana. tetap bersamamu, karena engkaulah yang mencurahkan kasih-sayang padanya, dan pastilah ia akan tetap setia pada tuanya, bukan karena takut. tapi setia karena sayang.

Anakku, disaat dunia luar kehilangan rasa kasih sayang, engkau mampu menebarkan kasih-sayang. disaat yang lain tega menyakiti yang lain, engkau tumbuh hati penuh cinta kasih. disaat yang lain ingin memegang erat dunia, engkau belajar rela melepas apa yang engkau cinta.

Inilah salah satu hikmah kenapa orang-orang besar dulu, sejak usia dini sudah dididik untuk merawat hewan-hewan, menggembala kambing sebagaimana Nabi Agung Muhammad saw. agar dalam diri tumbuh nilai-nilai kasih sayang pada semua, alam semesta.

وما اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

Senin, 29 Maret 2021

Bakso VS Mie Ayam

 


Anakku, Alhamdulillah perjalanan jauh sudah kita lalui. ditengah perjalanan itu kita terasa lelah, akhirnya kita lanjutkan istirahat, santai sambil menikmati bakso dan mie ayam. hati terasa bahagia-lega. rasa lapar membuatmu lahap menikmati makanan itu, walau akhirnya masih ada sisa karena bosan dan kenyang.

Anakku, itulah sifat manusia-dunia. silih bergantinya keadaan, membuat sebagian orang terasa jenuh. tapi bagi orang yang benar-benar mampu merenungkan keadaan, maka ia akan memilih keadaan yang mampu menghadirkan kebahagiaan sejati.

Allah menjadikan kenikmatan-kenikmatan dunia berakhir dengan menjenuhkan dan menghadirkan kebaikan-kebaikan yang abadi jika kita mampu melakukan aktifitas duniawi dengan niat untuk ukhrowi (akhirat).

#Washoya

Rabu, 24 Maret 2021

Ngaji

 


Setiap anak memiliki bakat yang Allah swt anugrahkan kepada manusia. Jika orang tua,lembaga pendidikan, atau pesantren mampu menangkap dan membina dengan tepat anugrah ini, insyaallah anak-anak akan mampu berkembang sesuai dengan Fithrahnya.

Tidak mudah, butuh proses untuk mengantarkan anak menjadi pribadi yang berkembang sesuai dengan fithrahnya, butuh waktu lama dan kesabaran ekstra agar dalam prosesnya bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan,sukses.

Alhamdulillah, hari ini kami berkesempatan mengaji kepada beliau, Pak Lukman Hakim founder Sekolah Dolan (school of talent). sesuai dengan namanya, beliau bijak dan ramah menyambut tamu, dermawan dalam menebarkan ilmu.

Semoga shilaturohim ini akan terus berlanjut dan mampu mengamalkan ilmu-ilmu yang beliau berikan kepada kami, Amiin.

Minggu, 21 Maret 2021

FKPQ Kota Malang: Apresiasi Kemenag Kota Malang untuk Guru Ngaji LPQ

Menjadi Pelayan Guru Ngaji dan Mitra Pemerintah dalam membina Lembaga Pendidikan Al-Qur'an Kota Malang menjadi salah satu misi dakwah-perjuangan FKPQ Kota Malang.

Selama ini, LPQ (d/h TPQ) minim sekali bantuan yang diberikan oleh pemerintah yang dialokasikan untuk lembaga. padahal jika kita melihat peran LPQ di tengah masyarakat, selain membumikan Al-Qur'an dengan program menuntaskan buta-huruf Al-Qur'an, LPQ juga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter positif anak-anak (santri) bahkan menjadi pondasi masa depan mereka dalam berakhlaqul karimah.

Dimasa pandemi, LPQ menjadi salah satu tombak utama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, santri dan lingkungan sekitar LPQ akan bahaya dampak covid-19. mengingat LPQ menjadi satu-satunya Lembaga Pendidikan Islam yang langsung bersentuhan dengan masyarakat lintas usia; Balita, Anak-anak, balig, dewasa, bahkan ada LPQ yang membina Lansia dalam proses pengajianya.

Hal inilah menjadi perhatian serius DPC FKPQ Kota Malang dengan cara memberikan kesempatan kepada pengelola LPQ untuk mengajukan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Covid-19 kepada Kemenag RI melalui DPC FKPQ Kota Malang. sebanyak 174 LPQ yang mengajukan BOP Covid-19 dan alhamdulillah semua permohonan di tindak lanjuti oleh Kemenag RI.

Tidak hanya mengajukan permohonan BOP COVID-19 LPQ, DPC FKPQ Kota Malang dengan dibimbing oleh PD. Pontren Kementrian Agama Kota Malang juga melakukan pendampingan, pembinaan dan motivasi kepada Lembaga agar Amanah dalam merealisasikan Bantuan pemerintah dan membuat laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Alhamdulillah, LPQ yang mendapatkan bantuan mampu menjalankan amanah dan membuat laporan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

untuk mengapresiasi perhatian dan kerjasama yang luar biasa dari LPQ yang mendapatkan bantuan, Kementrian Agama Kota memberikan penghargaan kepada LPQ yang membuat laporan terbaik, video yang paling mengena dalam memberikan penyuluhan bahaya Covid-19 dan Pembina Terbaik dalam pendampingan dan pembinaan lembaga penerima BOP Covid-19. 

Adapun Lembaga dengan penerima penghargaan adalah TPQ Tahfidul Qur'an Darrusalam kategori Video Terbaik dan RTQ Al Ghozali kategori Laporan terbaik, sedangkan untuk pembina terbaik diberikan kepada Gus H. Achmad Shamton,M.Ag. (Ka. Pontren) dan Ust Ahmad Zain Fuad,S.Si.,S.P.d,.M.Pd. (Ketua DPC FKPQ Kota Malang).

Semoga dengan BOP Covid-19, apresiasi dan penghargaan dari pemerintah kepada LPQ menjadi awal agar LPQ Tetap semakin profesional, amanah dan mampu bertanggungjawab dalam menerima amanah, Amiin.

Rabu, 17 Maret 2021

Konfercab DPC FKPQ Kota Malang

 


Konfercab DPC FKPA Kota Malang

Forum Komuniskasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Kota Malang Alhamdulillah telah melaksanakan agenda 5 (lima) tahunan sesuai dengan yang direncanakan, Konferensi Cabang (konfercab) terlaksana di Sekretariat DPC FKPQ Kota Malang, Jl. Akordion Utara Maharaja B-2 Lowokwaru Kota Malang pada Ahad, 28 Pebruari 2021.

Sesuai dengan AD-ART FKPQ, pemilihan Ketua umum DPC FKPQ dipilih oleh perwakilan pengurus PAC dimasing-masing kecamatan, Kecamatan Klojen. Lowokwaru, Blimbing, Kedungkandang dan Sukun. Dalam pemilihan calon ketua DPC FKPQ Kota Malang diawali dengan laporan kegiatan dan evaluasi program pada kepengurusan DPC FKPQ Kota Malang periode 2016-2021 yang disampaikan oleh (PLT) ketua umum DPC FKPQ Kota Malang, Ahmad Zain Fuad,S.Si.,S.Pd.,M.Pd.

Setelah proses pelaporan kegiatan, evaluasi dan progres perjuangan dan dakwah FKPQ Kota Malang yang disamapaikan ustadz Zain, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pemilihan Bakal Calon ketua yang diusulkan oleh masing-masing PAC FKPQ Kecamatan kemudian diakhiri dengan pemilihan ketua DPC FKPQ Kota Malang dan penyusunan calon pengurus untuk periode 2021-2026.

Pada awalnya, penentuan bakal calon berjalan dengan tersendat-sendat (rumit), mengingat ketua (PLT) DPC FKPQ Kota Malang menyatakan mengundurkan diri dan tidak ingin mencalonkan kembali untuk periode berikutnya sampai akhirnya masing-masing PAC FKPQ menyampaikan curah pendapat dan penguatan agar ketua (PLT) berkenan mencalonkan kembali menjadi calon ketua DPC FKPQ Kota Malang untuk periode 2021-2026. Mengingat saat ini DPC FKPQ Kota Malang masing membutuhkan figur yang mampu mendorong kemajuan dan soliditas organisasi, memperkuat Ukhuwah Qur’aniyah antar lemabaga pendidikan Al-Qur’an serta mempererat jaringan antar lembaga, baik organisasi masyarakat (Ormas) maupun lembaga pemerintahan yang selama ini sudah dirintis.

Dari berbagai penguatan yang disampaikan peserta Konfercab, akhirnya pemilihan tetap dilaksanakan dengan sistem demokrasi, masing-masing perwakilan PAC memberikan suara pemilihan calon Ketua DPC FKPQ Kota Malang Periode 2021-2026 dengan hasil pemilihan 100% peserta memilih ketua (PLT) sebelumnya, Ustadz Ahmad Zain Fuad,S.Si.,S.Pd.,M.Pd. peserta Konfercab berharap, dengan hasil yang sudah di Musyawarahkan bersama, kelak perjuangan DPC FKPQ Kota Malang tidak hanya bergerak dalam pendampingan lembaga yang berhubungan lembaga pemerintahan (Kemenag dan Kesra Kota Malang), tapi harus mulai bergerak dalam meningkatkan kualitas Lembaga Pendidikan Pendidikan Al-Qur’an (LPQ), baik itu dari pengelolaan lembaga, Sumber Daya Ustadz-Ustadzah atau pengembangan organisasi FKPQ Kota malang, agar selelu memberikan manfaat dan berkah bagi penggerak Al-Qur’an, khususnya di Kota Malang.

Di akhir pertemuan ini, peserta Konfercab selain memilih Ketua juga membentuk Tim Formatur untuk menentukan pengurus baru yang akan membantu ketua terpilih dalam melanjutkan estafet perjuangan dan dakwah Qur’aniyah di bumi Arema. Ustadz Mashadi sebagai koordinator tim akan memilih ustadz-ustadzah terbaik dari masing-masing kecamatan untuk menjadi pengurus DPC FKPQ Kota Malang masa abdi 2021-2026, siapakah yang akan terpilih menjadi pengurus baru DPC FKPQ Kota Malang?.

Kamis, 25 Februari 2021

Salah Paham dengan Kata Tabarakallah, Barakallah, Mabruk dan Mubarok

 


Salah Paham dengan Kata Tabarakallah, Barakallah, Mabruk dan Mubarok

Halimi Zuhdy

Beberapa bulan terakhir, sejak beberapa da’i mempopulerkan kata “Tabarakallah” dan tidak sedikit artis yang mengikutinya, maka media ramai dengan kata tersebut, dan seakan-akan artinya sama dengan kata “Barakallah”.

Terkait dengan kata “Tabarakallah” ini tidak sedikit yang memahaminya dan memaknainya dengan kurang tepat, bahkan salah. Di beberapa artikel yang membahas kata ini (Tabarakallah), memaknainya tidak tepat (silahkan googling), diartikan dengan “mudah-mudahan Allah memberkatimu”, ada pula yang menggandengkan dengan “Masyallah Tabarakallah” yang diartikan dengan  Allah yang berkehendak seperti itu, Allah berikan kamu barakah (artikelsiana), Semoga Allah memberkahimu (wolipop.detik), semoga Allah memberkahimu (kumparan), Tabarakallah (تبارك الله) Semoga Allah memberkahimu (quora), empat web di atas adalah hasil googling ketika mencari makna “Tabarakallah”, belum lagi website lainnya yang pembahasannya tidak jauh berbeda.

Sekilas, kesalahan yang paling tampak adalah mengartikan “Ka” dalam Tabara-ka- dengan arti “kamu”, ini juga sering terjadi kesalahan dengan mengartikan “Barakallah” dengan mudah-mudahan Allah memberikati-mu, tanpa mengikuti kata fika, laka, alaika dan lainnya. Tabarakallah itu berbeda dengan “Barakallah laka”, meskipun dari derivasi yang sama, tetapi memiliki arti yang berbeda.

Tayyib. Mari kita kaji sepintas makna “Tabarakallah”, pertama secara mu’jami (kamus), kedua, menurut beberapa tafsir al-Quran (karena kalimat ini sangat banyak di dalam al-Qur’an). Ketiga, hadis-hadis yang terdapat kata Tabarakallah.

Pertama, secara mu’jami kata ini belum ada dalam kamus KBBI, dan suatu saat perlu ditambahkan dalam kamus bahasa Indonesia, seperti kata; alhamdulillah, masya Allah, berkah, dan kata-kata lainnya yang sering digunakan masyarakat Indonesia. Dalam kamus Al-Ma’ani, Tabarakallah diartikan dengan Taqaddasa, tanazzaha, ta’ala (Maha Suci Allah, Maha Tinggi). Tabaraka al-Rajulu (thalaba al-barakata wa faza biha); seseorang memohon keberkahan dan keberhasilan dengannya. Kata “tabaraka wa ta’ala” sudah menjadi istilah dalam Fiqih dengan arti Maha Suci Allah dan Maha Tinggi. (Ma’ani).

Dalam al-Qur’an, kata Tabarakallah  terdapat dalam 8 tempat; Al-‘Araf: 54, Al-Mu’minun: 14, al-Furqan pada ayat; 1, 10, dan 61, al-Ghafir: 64, al-Rahman: 78, al-Mulk: 1.

تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ، تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ.. ، تَبَارَكَ الَّذِي إِنْ شَاءَ جَعَلَ لَكَ خَيْرًا..، تبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجاً،  تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلالِ وَالْإكْرَامِ، فَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ،  تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Dalam terjemahan bahasa Indonesia kata Tabarakallah (sesuai dengan urutan ayat di atas) diartikan dengan; 1) Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam, 2) Maka Maha sucilah Allah, 3) Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan, 4) Maha Suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, 5) Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang, 6)  Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.   , 7) Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia, 8) Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan.

Sedangkan dalam beberapa tafsir al-Qur’an, di antaranya adalah kitab Al-Tahrir wa al-tanwir karya Ibnu ‘Asyur, kata “Tabarak” dalam bentuk derivasinya adalah menampakkan sifat pada sesuatu yang disifati, seperti kata Tastaqala yaitu tampak sesuatu yang berat dalam pekerjaannya (menjadi berat), Ta’adhama (tampak keagungannya, menjadi besar, agung), dan terkadang digunakan untuk menampakkan perbuatan yang disifati dengan benar-benar jelas seperti Ta’alallahu (sangat jelas keagungannya), maka dalam kata Tabarakah adalah sangat tampak jelas keberkahannya (dzaharat barakatuhu). Dalam Fath al-Qadir Lil Syakani, Tabarakallah, ai kathurat barakatuhu wa ittasa’a (keberkahan yang banyak dan melimpah), dan juga bermakna Ta’adhama (sangat tanpak keagungannya). Dalam tafsir al-Thabari tidak jauh berbeda dengan Fath al-Qadir yang bermakna al-kastrah dan ittasa’a (dipenuhi dengan keberkahan).

Dalam al-Mausu’ah al-Hadistiyah, kata “Tabaraka” terdapat dalam banyak hadis yang selalu berdampingan dengan kata “Ta’ala” sebuah istilah yang digunakan untuk kemuliaan dan keagungan Allah swt. Tidak ditemukan sebagai ungkapan untuk menyatakan sesuatu, sepengetahuan penulis, kecuali pernyataan keagungan kepada Allah. 

Berdasarkan beberapa keterangan di atas, tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan tentang makna Tabaraka dengan  arti “Allah memberkatimu”. Pertama, tabarakaallah tidak sama dengan barakallah laka, tabaraka (تبارك) itu khumasi lazim (kata kerja yang masuk katogeri lima huruf dan intransitif), sedangkan baraka (بارك) adalah kata transitif (muta’addi). Tabaraka menjadi transitif bila disambung dengan huruf lain (muta’addi bi harf).

Kedua, Tabaraka adalah  satu kata, bukan gabungan dari “taba” dan “ka”, yang memunculkan makna kamu. Demikian juga dengan kata Barakallah. Kata “Barakallah”, disambung dengan kata setelahnya, seperti kata fika, laka, dan alaika, menjadi Barakallah laka.

Ketiga, Tabarakallah itu mengagungkan Allah, menampakkan kesucian-Nya, kebaikan datang dari-Nya, keberkahan hanya dari-Nya. Maka, lebih tepat kalau ingin mengucapkan selamat atas apa yang diraih seseorang adalah kata Barakallah laka, Alaika, Ilaika (mudah-mudahan Allah memberkatimu), sedangkan kalau ingin mengucapkan sesuatu yang luar biasa, maka mengucapkan kata Barakallahu laka, fihi, (lebih jealasnya keterangan diakhir tulisan ini), tetapi yang lebih masyhur adalah Masyallah lahaula wala quwwata illa billah.

Dalam beberapa penjelasan, kata masyallah itu untuk dirinya sendiri (apabila terdapat sesuatu yang luar biasa), sedangkan  (untuk orang lain). Dalam laman al-imam bin Baz (al-Sunnah al-Shahihah) kata “Masyallah Tabarakallah” tidak ada dasarnya yang dapat menguatkan kalimat di atas (ma warada fihi syaik), yang ada dasarkan adalah Masyallah la haula wala quwwata illa billah. Sedangkan kata “Tabaraka” malah tidak berdasar, sedangkan dalam hadis yang ada adalah alla barrakta (ألَّا بَرَّكْتَ). Beliau melanjutkan, apabila seseorang melihat sesuatu yang mengagumkan, maka yang mengucapkan “Allahumma barik fihi”, “Barakallah fihi”. Berbeda dengan Ibnu Utsaimin, apabila seseorang ingin selamat dari penyakit Ain, maka hendaknya mengucapkan “Tabarakallah alaika”, karena Nabi pernah bersabda yang tertimpa penyakit dengan ucapan “Halla barrakta ‘alaika”. Dalam Utaibah, Mata Yuqalu Tabaraka wa mata yuqalu Masyallah la haula walaquwwata.

Apakah ada yang salah dengan pengucapan kata Tabarakallah? Tidak ada yang salah, hanya kurang tepat penggunaannya, serta salah mengartikannya, dan juga mungkin kurang tepat memahaminya.

Bersambung pada pembahasan kata Mabruk dan Mubarok, Insya Allah. 

Allahu’alam bisshawab.

Guru Kecil di Bahasa dan Sastra Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Khadim Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Senin, 08 Februari 2021

Dawuh Kyai

 


"Manusia jangan diharapkan bisa sama semua. Justru dengan perbedaan-perbedaan bisa jadi seni yang Indah." - (KH. Maimoen Zubair) 

•

اللهم صل وسلم وبا رك علی سيدنا محمد عبدك وحبيبك ونبيك ورسو لك النبي الامي وعلی اله وصحبه وسلم ﷺ


#DawuhUlama

#DawuhKyai

#NahdlatulUlama

#HubbulWathonMinalIman

Ad Placement