kangzainfuad.com

Selasa, 04 Mei 2021

Kekasih Sejati

 


Kekasih Sejati

Ayah...kelinci yang jantan datang yah.. kasihan yah, sepertinya dia sedih sekali ditinggal mati pasanganya.

(tiba-tiba kelinci jantan, termasuk ayah dari 7 jabang bayi kelinci yang awalnya ada di kandang berusaha datang, mendekat dan menyaksikan prosesi penguburan, bahkan ia berusaha masuk ke liang lahat).

(melihat kejadian ini, sempat menghentikan prosesi pemakaman kelinci yang mati, dan membuat anak-anak/teman kak luthfi yang menyaksikan kejadian ini terharu dan kasihan)

Yah nak, kasihan sekali. ia terlihat sangat bersedih. ternyata, hewan yang tidak memiliki akal sebagaimana manusia masih memiliki rasa empati dan cinta kasih pada kekasih. walau akhirnya ia meninggalkan kekasihnya saat kita menguburnya.

Anakku, jika engkau menyaksikan kejadian ini. hal semacam inipun kelak akan terjadi pada kita.

Diantara kita, pasti akan mengalami apa yang dialami kelinci betina itu. tidak ada kekasih sejati di dunia ini, semua pasti akan pergi menjauhi kita. meninggalkan kita dalam kesendirian di alam kubur.

Kekasih sejati akan setia menemani sampai ia sudah kembali pada-Nya, menemani kita di alam kubur.

Anakku, kekasih sejati yang sesungguhnya adalah Amal Sholih. ia akan menemanimu saat engkau di alam kubur bahkan Membantu menyelamatkanmu saat engkau mengalami kesulitan di alam kubur,  mengantarkanmu bersua dengan Allah swt di Surga-Nya.

#kalamhikmah 

#ramadhan 

#washoyaaba 

Senin, 03 Mei 2021

Kematian

 


Kematian
.
Ayah...Kelincinya mati ya.. kasihan anaknya yah, baru kemarin dilahirkan sudah di tinggal mati induknya. padahal kemarin masih sehat, kita kasih makan, malamnya kita lihat juga masih sehat, tapi pagi habis mengaji shubuh kita lihat sudah kaku, mati.
.
Ayah... kasihan yah...
.
Innaalillaahi Wa Innaa Ilayhi roji'uun.
.
Anakku, benar nak, kasihan jabang bayi kelinci ini, tapi bagaimana lagi kak? semua milik Allah swt. dan kembali kepada Allah swt termasuk kelinci ini.
.
Kematian, tidak memandang ia sehat atau sakit. jika Allah swt sudah menetapkan ketentuan-Nya. maka tiada yang mampu mencegahnya.
.
Kita sebagai manusia, hanya bisa berdo'a dan menjalani apa yang sudah ditentukan-Nya. mungkin ini ujian bagi kita juga agar lebih amanah dan setelah ini kita diberi amanah untuk merawat "Cindil" jabang bayi kelinci ini.
.

semoga kita diberikan kemampuan merawatnya, dikarunia kesabaran dalam membesarkanya walau ini sulit, dan ini akan menjadi pelajaran kepada kita agar tidak berlebihan dalam mencintai ciptaan-Nya.
.
Cukup Allah swt dan Rasul-Nya yang kita cintai dan gantungkan hati kita, jika ini kita mampu istiqomah mempertahankan rasa cinta itu, insyaallah kita akan diberi karunia ketenangan dalam menghadapi segala ketetapan-Nya.
.
#hari
#dukacita
#hikmahramadhan
#katakatacinta


Minggu, 18 April 2021

Mengenal Syaikh Ibnu 'Athoillah: Pengantar Ngaos Kitab Tajul 'Arus

 


Pengantar

Pengarang kitab Tajul ‘Arus adalah Syaikah Imam Tajuddin (makhkota agama), Tarjumanul Arifin (Waliyullah), Abu Fadl Ahmad bin Muhammad Bin Abdul Karim Bin Abdur Rahman Bin Abdullah Bin Ahmad Bin ‘Isa Bin Alhusain Bin ‘Athoillah, Nenek moyang beliau dari bangsa Judam, Bermadhhab Imam Malik dalam bidang fiqh, Kota Iskandariyah tempat kelahiran beliau, Qorofi tempat beliau diziarohi, beliau seorang sufi yang sangat masyhur, berthoriqat syadziliyah, Ibnu Atha’illah dikenal sebagai sosok yang dikagumi dan bersih, beliau wafat pada tahun 709 H, keterangan ini sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Zaruq. 

Dalam Kitab Ad-Dibajil Madzhab disebutkan, bahwa Syaikh Ibnu ‘Athoillah menguasai berbagai bidang ilmu, diantaranya Ilmu Tafsir, Hadits, Fiqh, Nahwu, Ushul dan bidang lainya. Ibnu ‘Athoilah menjadi panutan bagi banyak orang yang meniti jalan menuju Tuhan. Menjadi teladan bagi orang-orang yang ikhlas, dan imam bagi para juru nasihat. Semoga kita semua mendapatkan manfaat dari hamba Allah yang luar bisa ini, dan mampu mengikuti jalan (thoriqah) yang beliau tempuh.

Ibnu Atho’illah menceritakan dalam kitabnya “Lathoiful Minan”: Syaikh Al-Mursi menyampaikan kepadaku “ menetaplah (bergurulah/Mondoklah), demi Allah jika engkau menetap  disini  (mondok/Berguru pada Syaikh Abul Abbas Al-Mursi) engkau akan menjafi mufti dua madzhab, yakni Madzhab Ahli Syari’ah (Ilmu Dhohir) dan Madzhab Ahli Haqiqat (Ahli Ilmu Bathin). Syaikh Abul ‘Abbas Al-Mursi juga menyampaikan, “Demi Allah, kelak engkau akan menjadi orang besar, Demi Allah, kelak engkau akan menjadi orang besar”, apa yang disampaikan oleh guru beliau ini benar-benar terjadi.

Kitab-Kitab yang dikarang oleh Ibnu ‘Athoillah dalam kitab Tajul ‘Arus disebutkan ada 5 :  Lathoiful minan,  Al-Tanwir fi Isqath al-Tadbir,Tajul 'Arus, ‘Unwan at-Taufiq fi’dab al-Thariq, Miftah al-Falah dan al-Qaul al-Mujarrad fil al-Ism al-Mufrad.

Adapun Inti dari pembahasan kitab Tajul ‘Arus : Ahwal dan Maqamat, Adzwaq dan Munazalat, Tahapan-tahapan bagi pemula dalam menggapai jalan orang-orang ma’rifat (‘Arifin), dan masih banyak lagi berbagai macam pembahasanya agar menggapai kemulyaan. (Azf)

Jumat, 16 April 2021

Rembulan

 

Rembulan

Anakku, Alhamdulillah. malam ini langit terlihat "cerah" dan engkau  sangat terkagum memandang indahnya cahaya rembulan yang menerangi kegelapan malam.

Anakku, indahnya cahaya rembulan yang engkau lihat dan engkau berkeyakinan bahwa rembulan bisa mengeluarkan cahaya tidak selamanya benar.

Rembulan sebenarnya tidaklah bercahaya, ia hanya benda padat di langit yang mengitari bumi, Cahaya yg engkau lihat itu bukan cahaya bula melainkan sinar matahari yang menyorot rembulan sehingga mengeluarkan pantulan cahaya.

Anakku, jika rembulan itu ibarat dirimu yg tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan tapi engkau tetap berusaha agar menjadi insan yg bermanfaat. maka carilah guru yang mampu mencerahkan hati dan pikiranmu agar mampu mendapatkan keberkahan.

Guru ibarat matahari, ia akan menyinari santrinya dengan berbagai ilmu pengetahuan yg diberikan padamu. 

Dari ilmu yang diberikan guru padamu itulah yang akan membuat dirimu bercahaya jika ilmu dari gurumu engkau amalkan. cahaya itu akan menerangi lingkungan sekitarmu jika ilmu dari gurumu itu engkau ajarkan.

(Washoya)

Senin, 12 April 2021

Batu Nisan



Ayah, adik menghilang?

"Sudah kakak dan bunda cari tapi tidak ada".

"Maaf kak, ayah harus mengantar dan mendampingi kakak-kakak pondok belajar diluar kota (Rihlah)".

"Bagaimana mungkin adik bisa menghilang, hampir setiap saat kita mengunjungi adik, bagaimana mungkin orang-orang tega mengubur adik dan menghilangkan jejak, apa mereka tega? tidak melahirkan, tidak ikut merawat dan tidak ikut merasakan kepedihan bagaimana perasaan  orang tua yg ditinggal buah hatinya yg masih belia!, tiba-tiba menghilangkan jejak perjuangan orang tua yg ingin selalu ia kenang dan doakan, walau sang pencipta mengambilnya lebih awal".

sekelumit perasaan dan pikiran menghantui pikiran, sampai dalam tidur lelapun (karena lelah) pikiran-pikiran itu masuk dalam mimpi, Bahkan si kecil yg telah tiada itu hadir "berisyarat" minta dirawat dan diperbaiki kembali makamnya.

malam ini memang tidak seperti biasa, tidur lelap tidak membuat perasaan tenang. akhirnya bangun malam lebih awal dan bermunajat menjadi solusi, seraya berdoa agar esok diberikan kemudahan dalam pencarian, dipertemukan kembali dengan makam buah hati yg telah terkubur,hilang.

Alhamdulillah, diterik mentari pagi setelah mengajar para santri mengaji, pencarianpun dilakukan. suara bising mesin berat tak menjadi kendala dan dengan sabar menggali informasi pada para pekerja proyek dimanakah keberadaan kuburan2 yg telah hilang.

Dengan memohon izin pekerja proyek. penggalianpun dilakukan, hanya mengandalkan insting seorang ayah yg merindukan buah hatinya, beberapa titik digali. alhamdulillah akhirnya ditemukan, lega.

Berbeda boleh, setiap orang memiliki keyakinan dan aqidah yg dipegang teguh.

Mungkin bagi orang lain menganggap makam hanyalah makam, sebuah batu nisan dan unggukan tanah yg tiada membawa arti.



Tapi, bagi orang lain.

"NISAN"  adalah pertanda "PENGINGAT" bagi yang bernyawa agar kelak ia tetap waspada karena suatu saat pasti akan tiada.

"NISAN" menjadi pengingat bagi para PELUPA akan perjuangan orang-orang yang telah tiada dan Peneguh hati bagi yang pernah mengalami duka.

Selamat menyambut bulan mulia, Bulan Penuh berkah, Ramadlan. Mohon maaf lahir bathin.🙏

Minggu, 04 April 2021

Jihad

 


Jihad

Anakku, Allah swt menciptakan segala sesuatu pasti ada hikmah dibalik penciptaan-Nya. Apapun itu, walau itu bagi orang kebanyakan adalah sebuah keburukan.

Namun, tidak semua manusia diberikan anugrah bisa mengambil hikmah dari hal seburuk apapun itu yg dilihat atau dialaminya.

Termasuk Wabah Corona yang melanda negeri ini, walau sudah satu tahun berlalu sampai saat ini masyarakat belum bisa bebas sebebasnya melakukan aktifitas.

Banyak yang santai tanpa beban menghadapinya, namun masih ada yang hatinya khawatir dan waspada.

Kita sebagai warga negara yang baik, tetap berusaha mematuhi ketentuan pemerintah, bersabar menghadapi apa yang Allah swt. tentukan kepada kita, bersungguh-sungguh (jihad) dalam menjaga hati agar tetap istiqomah tabah dalam menerima apa yang dikehendaki oleh Allah swt. dengan melakukan kebaikan-kekabaikan pada orang lain serta meringankan beban bagi yang mengalami kesulitan.

 ماترك من الجهل شيئا من اراد أن يحدث فى الوقت غير ماظهر الله فيه 

(الحكم)

#washoyaaba 


Jumat, 02 April 2021

Pengorbanan: Anak Tangga Kehidupan

 


Anakku, saat engkau masih belum genap 1 tahun. engkau masih belum memahami apa guna mainan didepan sekolahmu. tapi rasa ketertarikanmu yang luar biasa akan mainan itu membuat engkau berusaha menaikinya dengan meronta-ronta agar ayah menuntunmu.

seiring berjalannya waktu, genap usiamu 2 tahun, kini engkau sudah lihai menaiki mainan itu, anak tangga yang berjajar engkau lalui dengan mudah. setapak demi setapak akhirnya engkau mencapai puncak dan finish diakhir permainan.

Rasa takutmu seakan hilang, keraguanmu dalam melanggkahkan kaki tidak tampak diraut wajahmu. ringikan minta tolong bahkan tak terdengar lagi.

Langkah kakimu mantab menatap kedepan, tak pernah menoleh kebelakang dan arah bawah. ini menunjukkan rasa percaya diri dan tidak takut terjatuh dan gagal.

Anakku, begitupun proses kehidupanmu kelak. setiap langkah kakimu ada "anak-anak tangga" yang harus engkau lalui. anak tangga itu berupa masalah dan pengorbanan.

Jika setiap anak tangga itu mampu engkau lalui dengan penuh keyakinan, percaya diri dan  ikhlas berkorban untuk meraih Ridlo-Nya.

Insyaallah keberkahan hidup akan engkau dapatkan.

Rabu, 31 Maret 2021

Disaat kasih Cinta Semakin Langkah

 


Disaat kasih Cinta Semakin Langkah

Anakku, hampir 1 tahun lebih engkau menjalankan amanah merawat ayam. awalnya hanya 1 pasang, kini sudah 12 ekor lebih ayam dan saat ini masih ada beberapa indukan yg sedang mengeram, Alhamdulillah engkaupun bisa menikmati nikmatnya telor rebus hasil ternakmu sendiri.

Awalnya, engkau merasa berat merawat ayam. berat karena harus istiqomah memberi makan, tapi insyaallah saat ini engkau terasa nyaman, rasa sayang sudah mulai tumbuh. cintamu pada ayam, dan hewan-hewan mulai berkembang. bahkan kini mampu membuat teman-temanmu juga tertarik dan ikhlas menjaga ayam-ayammu disaat engkau pergi keluar kota.

Tumbuh kasih sayang itu mulai engkau rasakan, hati mulai terasa ibah saat melihat ayam yg sedang sakit. engkau bersedih disaat ada ayam yang sakit dan disakiti oleh ayam yang lain. engkau mencari-cari jika ada ayam yang belum makan, memastikan mereka semua tercukupi dengan makanan yang engkau siapkan, kini engkau juga mulai disiplin memantau ayam-ayam yang saat ini sudah mulai engkau lepas, liar. seakan engkau mengikhlaskan siapapun yg ingin mengambil ayam itu, atau engkau menaruh kepercayaan besar pada ayam, bahwa ayam-ayam itu tidak akan kemana. tetap bersamamu, karena engkaulah yang mencurahkan kasih-sayang padanya, dan pastilah ia akan tetap setia pada tuanya, bukan karena takut. tapi setia karena sayang.

Anakku, disaat dunia luar kehilangan rasa kasih sayang, engkau mampu menebarkan kasih-sayang. disaat yang lain tega menyakiti yang lain, engkau tumbuh hati penuh cinta kasih. disaat yang lain ingin memegang erat dunia, engkau belajar rela melepas apa yang engkau cinta.

Inilah salah satu hikmah kenapa orang-orang besar dulu, sejak usia dini sudah dididik untuk merawat hewan-hewan, menggembala kambing sebagaimana Nabi Agung Muhammad saw. agar dalam diri tumbuh nilai-nilai kasih sayang pada semua, alam semesta.

وما اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

Senin, 29 Maret 2021

Bakso VS Mie Ayam

 


Anakku, Alhamdulillah perjalanan jauh sudah kita lalui. ditengah perjalanan itu kita terasa lelah, akhirnya kita lanjutkan istirahat, santai sambil menikmati bakso dan mie ayam. hati terasa bahagia-lega. rasa lapar membuatmu lahap menikmati makanan itu, walau akhirnya masih ada sisa karena bosan dan kenyang.

Anakku, itulah sifat manusia-dunia. silih bergantinya keadaan, membuat sebagian orang terasa jenuh. tapi bagi orang yang benar-benar mampu merenungkan keadaan, maka ia akan memilih keadaan yang mampu menghadirkan kebahagiaan sejati.

Allah menjadikan kenikmatan-kenikmatan dunia berakhir dengan menjenuhkan dan menghadirkan kebaikan-kebaikan yang abadi jika kita mampu melakukan aktifitas duniawi dengan niat untuk ukhrowi (akhirat).

#Washoya

Rabu, 24 Maret 2021

Ngaji

 


Setiap anak memiliki bakat yang Allah swt anugrahkan kepada manusia. Jika orang tua,lembaga pendidikan, atau pesantren mampu menangkap dan membina dengan tepat anugrah ini, insyaallah anak-anak akan mampu berkembang sesuai dengan Fithrahnya.

Tidak mudah, butuh proses untuk mengantarkan anak menjadi pribadi yang berkembang sesuai dengan fithrahnya, butuh waktu lama dan kesabaran ekstra agar dalam prosesnya bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan,sukses.

Alhamdulillah, hari ini kami berkesempatan mengaji kepada beliau, Pak Lukman Hakim founder Sekolah Dolan (school of talent). sesuai dengan namanya, beliau bijak dan ramah menyambut tamu, dermawan dalam menebarkan ilmu.

Semoga shilaturohim ini akan terus berlanjut dan mampu mengamalkan ilmu-ilmu yang beliau berikan kepada kami, Amiin.

Ad Placement