kangzainfuad.com

Kamis, 28 Mei 2020

BAHAYANYA ILMU #3

Ayyuhal Walad #3

Imam Ghazali berpesan kepada santri beliau;

Wahai Anakku, memberi nasihat itu mudah, yang sulit adalah orang yang menerimanya. Karena sesungguhnya orang yang suka mengikuti hawa nafsu akan sulit menerima nasihat. Apalagi isi dari nasehat itu perkara yang disenangi hatinya. Terlebih bagi orang yang mencari ilmu tapi tujuanya untuk mencari gelar dhohir (duniawi)., untuk kepuasan nafsu (hanya sekedar untuk pengetahuan tanpa diamalkan) serta mencari ilmu hanya kepentingan duniawi (gelar, pangkat dan jabatan).

Sesungguhnya mereka menyangka bahwa ilmu tanpa diamalkan akan memberikan keselamatan dan kesuksesanya.  ia meyakini bahwa ilmu itu tidak butuh untuk diamalkan, keyakinan semacam ini adalah pendapat para ahli filsafat.

Maha suci Allah yang Maha Agung!

Ia tidak mengetahui, sesungguhnya Ketika ia memperoleh sebuah ilmu tanpa diamalkan, hal ini akan menjadi alasan (hujjah) yang kuat yang sangat membahayakan bagi dirinya sendiri. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw.:

“Manusia yang paling pedih siksanya dihari kiamat adalah orang yang ‘alim tapi Allah swt tidak menganugrahi ia ilmu yang bermanfaat dari ilmu yang ia peroleh”.(azf)



Rabu, 27 Mei 2020

TANDA-TANDA JAUHNYA RAHMAT ALLAH SWT. #2

Ayyuhal Walad #2

Wahai anakku, diantara Nasihat Rasulullah saw kepada Umatnya, Beliau bersabda :

“Tanda-tanda jauhnya Rahmat Allah swt. dari hamba-Nya adalah Sibuknya Hamba tersebut pada sesuatu yang tidak membawa manfaat baginya. Dan jika ada orang yang kehilangan waktu dari umurnya untuk sesuatu selain beribadah kepada Allah swt., maka orang tersebut akan menyesal selama hidupnya. Dan jika seseorang yang usianya sudah lebih dari 40 (empat puluh) tahun namun amal kebaikanya tidak mampu mengalahkan atas amal keburukanya (amal buruknya lebih dominan dalam sisa hidupnya), maka seyognya orang tersebut bersiap-siap masuk kedalam neraka-Nya”. Dan dalam nasihat ini sudah cukup bagi orang ahli ilmu. (azf)




Selasa, 26 Mei 2020

SUMBER NASIHAT #1

Ayyuhal Walad #1

Ketahuilah, Wahai anakku dan para pecinta kemuliaan semoga Allah SWT. memberikanmu usia yang Panjang, memberikan karunia kelanggengan dalam ketaatan dan di berikan petunjuk jalan sebagai mana jalan para kekasih-Nya.
Sesungguhnya banyak nasehat yang tersebar dan tertulis yang di ambil dari sumber risalah kenabian (Al-Qur’an dan sunnah), jika kamu ingin mendapatkan nasihat, sebenarnya dua sumber (Al-Qur’an dan sunnah) itu sudah cukup bagimu. Maka nasihat yang mana yang engkau butuhkan? Jika engkau belum mampu mengambil nasihat dari dua sumber itu. Katakanlah padaku, apa yang engkau dapatkan selama engkau bersamaku pada tahun-tahun yang telah lewat? (azf/lae)
(bersambung)

Jumat, 22 Mei 2020

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Merasa "Nikmat" Bersama Corona

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Merasa "Nikmat" Bersama Corona


Khutbah I
لله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر الله أَكْبَر كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. لَا إِلَهَ إِلّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلّا إِيّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْن وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْن. لَا إِلَهَ إِلّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلَهَ إِلّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْد الحمد لله الذي فرض الصيام على عِباده المؤمنين وَ جَعَلَهَا رُكْناً مِن أَرْكَان الإسْلام لِجَميعِ المسلمين وأمرنا بالمحافظة عليها في كتابه المبين. أشهد أن لا اله الا الله الملك الحق المببن وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله الصادِقُ الوَعْدِ الأمين وصلى الله على سيّدِنا محمد وعلى اله وأصحابه والتابعين إلى يوم الدين اما بعد فيا عباد الله أوصيكم واياي بتقوى الله لعلكم ترحمون قال تعالى في كتابه الكريم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم يا ايها الذين امنوا اتقوا الله حقَّ تُقاتِه ولا تموتُنَّ إلّا وأنتم مُسْلِمُون

Ma’asyirol muslimin Rahimakumullah…
Syukur Alhamdulillah senantiasa kita panjatkan kepada Allah swt., karena atas nikmat sehat dan diberikanya kesempatan untuk menghadiri sholat ‘idul fitri ini merupakan sebuah anugrah yg luar biasa, dimana saat inilah gaung kemenangan dalam menahan diri dari godaan hawa nafsu selama satu bulan penuh telah kita lalui, dan kini kita rayakan kemenangan itu dengan penuh suka cita.
Jama’ah sholat idul fitri yg dirahmati Allah swt.
Sudah kita ketahui Bersama, saat ini Allah swt telah memberikan ujian kepada kita semua, umat manusia. Seluruh penghuni bumi ini telah digemparkan dengan satu ciptaan Allah swt yg super kecil, sampai mata kita tak mampu melihatnya secara langsung, kecuali dengan alat khusus yakni Mikroskop.
Seakan dengan Makhluk Kecil yang bernama Corona ini, manusia diajak bermuhasabah merenung dan menginsafi akan dirinya selama hidup di bumi, yang selama ini pongah dengan hasil karyanya, membanggakan diri karena kecerdasanya, berfoya-foya karena banyaknya harta serta lebih menghamba pada akal-nya daripada menghamba pada Allah swt pencipta Alam semesta.
Tidak semua orang mampu menyadari akan hal ini, bahkan diantara mereka ada yang semakin jauh dari Allah swt karena tak mampu mengambil hikmah (pelajaran) dari apa yang Allah swt ujikan, na’dzubillahi mindzaalik.
Oleh sebab itu, dalam kesempatan ini, mari kita Bersama-sama senantiasa menjaga dan meningaktakan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Karena hanya dengan dasar Iman dan taqwa didalam dada, kita mampu mengambil setiap kejadian yang menyakitkan menjadi sebuah ilmu yg berharga penuh hikmah, yang tentunya, sesulit dan sesakit apapun hati merasakan keadaan yg Allah swt. ujikan, ia akan tetap tenang dan tidak bersedih hati dalam menghadapinya. Karena ia menyadari bahwa setiap ujian dan musibah pastilah dari Allah swt. Dan segala sesuatu yg dari Allah swt. Pastilah tiada sia-sia, sebagaimana firman Allah swt dalam surat Ali Imran ayat 191
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Ma’asyirol Muslimin wal muslimat Rahimakumullah
Sebagai hamba yang beriman dan bertaqwa, apakah sudah cukup hanya merenungi keadaan yang ada, berdiam diri tanpa aksi nyata dalam menghadapi keadaan? Tentu tidak. Orang yang beriman dan bertaqwa akan sadar dan segera bertindak dalam wujud nyata, berusaha surfive dengan keadaan yg sulit sekalipun dengan cara senantiasa bersabar, bersyukur dan qona’ah.
Para hadirin yang di Rahmati Allah swt.
Allah swt. Berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 155-157
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
“Dan sungguh kami akan mengujimu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan dalam hal harta, jiwa, dan buah-buahan, dan berilah kabar gembira terhadap orang-orang yang bersabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155).
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ . أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wainna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
dalam surat yang lain (Q.S. Ali Imran ayat 200) Allah swt. berfirman :
. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱصْبِرُوا۟ وَصَابِرُوا۟ وَرَابِطُوا۟ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”.
Dari ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa dalam kehidupan pastilah Allah swt akan memberikan ujian, namun hanya orang yang sabarlah yang akan tetap Bahagia menerimanya, karena ia percaya bahwa orang yang bersabar Allah swt. akan memberikan petunjuk jalan keluar dan memberikan keberuntungan.
Ma’asyirol Mukminin Rahimakumullah.
Rasanya tidaklah cukup bagi seorang yg beriman hanya membekali diri dengan rasa Sabar dalam mengadapi ujian, sudah seyogyanya ia juga harus senantiasa bersyukur kepada Allah swt., karena dirinya mampu bersabar dalam menghadapi ujian dan ingatnya hati kepada Allah swt saat dalam menghadapi merupakan anugrah yang luar biasa untuk senantiasa di syukuri, karena banyak orang yg lupa, iman terlepas (na’udzubillah) disebabkan ujian yang ia terima. Semoga dengan Rasa Syukur itu Allah swt akan menambah dan mempertebal keimanan dan ketaqwaan kita, bukankah iman itu bisa berkurang dan bertambah, Al-imanu Yaziidu wa yanqusu.
Maka, disaat kita mampu bertahan dan bahkan mempertebal keimanan dengan bersyukur, maka raihlah anugrah kenikmatan sebagaimana dalam Q.S Ibrahim ayat 7 yang artinya Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu”. (QS Ibrahim : 7). Allah akan menambah nikmat bagi orang yang bersyukur, nikmat ini berlaku selama lamanya sebab dikatakan pula pada sebuah hadist “ketika engkau melihat keadaanmu tidak bertambah maka mulailah bersyukur”.
Jama’ah sholat idul fitri Rohimakumullah.
Hal Yang dapat kita lakukan disaat kondisi yg tidak menentu karena ujian adalah menanamkan sifat Qona’ah dalam diri, Qona’ah adalah merasa ridha dan cukup dengan pembagian rizki yang Allah Ta’ala berikan. Sifat qana’ah adalah salah satu ciri yang menunjukkan kesempurnaan iman, karena sifat ini menunjukkan keridhaan orang yang memilikinya terhadap segala ketentuan dan takdir Allah, termasuk dalam hal pembagian rizki. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan merasakan kemanisan (kesempurnaan) iman, orang yang ridha kepada Allah Ta’ala sebagai Rabb-nya dan islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasulnya”
Dalam hadits yang lain Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
“Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah berikan kepadanya”. HR Muslim (no. 1054).
Dalam keadaan yang serba sulit seperti sekarang ini, tidak hanya masalah Iman yang menjadi pehatian, persoalan memenuhi kebutuhan sehari-hari pun harus diperhatikan dan ini sudah menjadi permasalahan umum dalam masa pandemi corona saat ini, namun semuanya tidak bisa dihindari tapi harus di hadapi.

Dengan bersabar, bersyukur serta Qona’ah dalam memhadapinya, Insyaallah disaat yg sulit seperti saat ini akan terasa nikmat, walau seandainya suatu saat sampai Allah menjemput ajal kita. bukankah Allah swt sudah menjanjikan kebahagiaan dan keberuntungan bagi hamba-Nya yang bersabar? Tiada nikmat yg berharga jika kita mampu mensyukuri segala keadaan yg ada, dan merasa Qona’ah dalam menerima rizki yang kita miliki. Inilah Nikmatnya Bersama Corona.

Semoga Allah swt menganugrahi kita sifat sabar, Syukur dan Qona’ah dalam kehidupan kita sehari-hari, dan semoga di moment kemenangan idul fitri ini kita mampu meraih kemenangan hakiki berupa diterimanya amal ibadah kita selama selama Bulan Ramadlan dan adanya peningkatan amal ibadah disaat menghadapi bulan-bulan berikutnya, Amiin Alllhumma Aminn.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah ke-2
للهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَالللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ. اْلحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ.وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، اللهُمَّ اجْعَلْ عِيدَنَا هَذَا سَعَادَةً وَتَلاَحُمًا، وَمَسَرَّةً وَتَرَاحُمًا، وَزِدْنَا فِيهِ طُمَأْنِينَةً وَأُلْفَةً، وَهَنَاءً وَمَحَبَّةً، وَأَعِدْهُ عَلَيْنَا بِالْخَيْرِ وَالرَّحَمَاتِ، وَالْيُمْنِ وَالْبَرَكَاتِ، اللهُمَّ اجْعَلِ الْمَوَدَّةَ شِيمَتَنَا، وَبَذْلَ الْخَيْرِ لِلنَّاسِ دَأْبَنَا، اللهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى وَطَنِنَا، وَانْشُرِ الْبَهْجَةَ فِي بُيُوتِنَا، وَاحْفَظْنَا فِي أَهْلِينَا وَأَرْحَامِنَا، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَمِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، عِيْدٌ سَعِيْدٌ وَكُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ
Ustadz Ahmad Zain Fuad.
Khodim Komunitas HWMI, Pengasuh Yayasan Wardatul Ishlah Malang, Pembina IPNU-IPPNU PKPT UIN Malang. 

Selasa, 19 Mei 2020

JULI, SEKOLAH KEMBALI DIBUKA NORMAL

JULI, SEKOLAH KEMBALI DIBUKA NORMAL

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem   merencanakan sekolah akan segera kembali dibuka pada tahun ajaran baru di bulan Juli mendatang.

Keputusan ini dipastikan akan dilaksanakan dan  tidak akan ada pengunduran tahun ajaran baru sekolah.

Padahal, jika melihat kondisi dilapangan, bahkan di daerah tertentu pandemi virus corona dan di Indonesia pada umumnya, belum menunjukkan tanda-tanda penurunan kasus yang signifikan. Sehingga apabila kebijakan membuka kembali sekolah dan proses pembelajaran di kelas, maka perlu sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

Epidemiolog dr Dicky Budiman M.Sc.PH, PhD (Cand) Global Health Security CEPH Griffith University mengatakan dalam Kompas.com, pelaksanaan pola hidup baru dan pola kehidupan lainnya di berbagai sektor dan tingkatan selama pandemi Covid-19 harus mulai disosialisasikan.

Hal tersebut penting mengingat potensi besar bahwa pandemi ini akan berlangsung lama, bahkan cenderung menjadi endemik.

Dicky mengungkapkan, potensi penularan Covid-19 dapat terjadi baik pada orang dewasa muda dan anak-anak. Bahkan, hal ini dapat berakibat fatal atau kematian.

Adapun hal penting yg harus dilakukan oleh Guru, Karyawan atau warga sekolah, beliau  memberikan panduan umum pelaksanaan pola sekolah baru dan kerja baru di tengah pandemi yang saat ini terjadi.

Panduan umum pelaksanaan pola sekolah baru :

1. Proses skrining kesehatan bagi guru dan karyawan sekolah

Karyawan dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, paru dan pembuluh darah, kehamilan, kanker, atau daya tahan tubuh lemah atau menurun, tidak disarankan untuk mengajar atau bekerja di sekolah.

Golongan-golongan tersebut dapat diberikan opsi work from home (WFH).

2. Skrining zona lokasi tempat tinggal

Melakukan identifikasi zona tempat tinggal guru dan karyawan. Jika tinggal di zona merah disarankan bekerja di lokasi sekolah dekat tempat tinggalnya.

3. Lakukan test Covid-19

Test disarankan dengan metode RT-PCR sesuai standar WHO.

Jika secara teknis terdapat keterbatasan biaya atau reagen maka dapat dilakukan opsi pooling test dengan jumlah sampel kurang dari 30.

4. Guru dan karyawan yang telah lolos tahapan skrining diberi tanda

Bagi guru dan karyawan yang telah lolos tahapan skrining untuk Covid-19, maka dapat diberikan tanda.

5. Sosialisasi virtual

Seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar diberlakukan, lakukan sosialisasi virtual pola baru ke orang tua, siswa, guru, dan staf sekolah.

6. Atur waktu kegiatan belajar mengajar

Waktu kegiatan belajar diatur agar tidak bersamaan dengan waktu padat lalu lintas dan dikurangi durasi di sekolah.

7. Data dan cek kondisi

Guru kelas terpilih wajib mendata dan cek kondisi siswa dan orang tua siswa secara virtual sebagai skrining awal.

Siswa atau orang tua siswa yang sakit diberikan keringanan tetap belajar di rumah hingga dokter menentukan sehat.

8. Posisi duduk

Pengaturan posisi duduk di ruang kelas dan ruang guru minimal berjarak 1,5 meter. Bila memungkinkan pakai pembatas plastik.


9. Guru tidak berpindah kelas

Guru kelas diupayakan tetap atau tidak berpindah kelas.

10. Menjaga jarak

Guru tetap menjaga jarak dari siswa dan tidak mobile.

11. Skrining harian

Skrining harian sebelum berangkat untuk guru, siswa dan karyawan lewat handphone.
Jika suhu di atas 38 derajat, batuk, pilek, gangguan kulit, mata, muntah, diare, tidak selera makan atau keluhan lain, maka jangan ke sekolah.

Fasilitasi kontak puskesmas, klinik, atau RS terdekat.

12. Tidak berkumpul

Pengantar atau penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar lingkungan sekolah, serta dilarang menunggu atau berkumpul. Hanya berhenti, turunkan, kemudian pergi tinggalkan sekolah.

13. Skrining fisik

Di pintu masuk sekolah, lakukan skrining fisik untuk guru, siswa, atau karyawan yang meliputi suhu, harus bermasker kain dan tidak tampak sakit.

14. Penerapan aturan pola sekolah baru

Penerapan aturan pola sekolah baru yang mengadopsi upaya pencegahan Covid-19.

Aturan pola baru meliputi selalu wajib bermasker, pengaturan jarak, tidak menyentuh, membiasakan cuci tangan, penyediaan wastafel dan hand sanitizer pada beberapa lokasi sekolah.

Selain itu, tidak ada pedagang luar atau kantin dan siswa dapat membawa bekal sendiri dari rumah.

15. Informasi pencegahan corona

Pemasangan informasi pencegahan Covid seperti di gerbang sekolah dan kelas.

16. Disinfektan

Menjaga kebersihan kelas, meja dan kursi belajar dengan disinfektan setiap hari

17. Tutup tempat bermain

Meniadakan atau menutup tempat bermain atau berkumpul

18. WFH bagi yang bepergian

Guru, karyawan atau siswa yang pulang bepergian ke luar kota dan luar negeri, diberi waktu WHF atau belajar dari rumah selama 14 hari

Dari beberpaa panduan ini dilaksanakan sebagai upaya yang harus dilakukan selama kondisi Indonesia belum benar-benar aman dari corona.

(kzf.com)

Rabu, 29 April 2020

Mutiara Ilmu : Ayyuhal Walad

Mutiara Ilmu : Ayyuhal Walad
(Pengantar)

Kitab ini di tulis oleh Imam Ghazali berawal dari sebuah pertanyaan dari santri beliau. Apa yang ditulis oleh santri merupakan luapan isi hati yang terus menerus membayangi pikiranya, yakni masalah ilmu yang manfaat dan tidak bermanfaat serta ilmu yang mampu menjadi penerang (mendatangkan kebahagiaan) saat berada di Alam Kubur.
Santri Imam Ghazali ini bukanlah santri biasa, beliau salah seorang santri yang lama mengabdi kepada beliau (ngawula) sekaligus nyantri (mengaji) kepada Imam Ghazali dan banyak ilmu yang dikuasi dari beliau, terutama dari kitab-kitab yang di tulis oleh imam Ghazali seperti kitab Ihya Ulumudin,dll. Termasuk ilmu yang tampak dan mudah dipahami oleh orang lain sampai ilmu-ilmu khusus (tazkiyatuz nafs) tentang penyempurnaan jiwa, serta ilmu-ilmu yang sulit dipahami oleh orang lain mampu dikuasai oleh santri ini.
Walaupun banyak ilmu yg dipahami dan dikuasi, Santri ini berharap imam Ghazali menuliskan nasihat-nasihat kepada beliau pada kertas agar setiap saat bisa dibaca dan diamalkan. Untuk menjawab dan mengabulkan permintaan santri ini, Imam Ghazali sebagai guru yang ‘alim ‘arif billah menyambutnya dengan penuh kasih sayang, maka beliau menjawabnya dalam beberapa lembar kertas dan dikumpulkan menjadi buku (kitab) dengan judul, Ayyuhal Walad (wahai Anakku).
Kitab ini bagaikan sebuah mutiara yang terpendam didasar laut, untuk meraihnya dibutuhkan sebuah perjuangan. Mengarungi ombak air laut, Menyelam dalam kegelapan, dan memilah diantara bebatuan karang yang terjal. Begitu pula kitab ini, disaat kebanyakan manusia menempuh (menuntut) ilmu dalam rangka berlomba-lomba mendapatkan gelar, prestise jabatan atas gelar keilmuanya, dan banyak sekali forum-forum berdebatan ilmiah, dimana ilmu hanya dijadikan ikon kebanggaan semata, bahkan akhir-akhir ini menuntut ilmu hanya dijadikan sebagai jembatan untuk meraih pekerjaan.
Jika saja, para penempuh ilmu itu mampu memahami isi kitab ini dan mengamalkanya. Insyaallah ia tidak akan mudah “tersesat” dan terperosok dalam jurang kehinaan baik di dunia maupun dikhirat kelak, saat menghadap kepada Allah swt.
Para penempuh ilmu sejati akan selalu berpikir bagaimana agar ilmu yang ia miliki mampu membawa manfaat baginya, menghadirkan keberkahan bagi lingkungan sekitarnya dan mampu membahagiakanya saat di alam kubur.
Semoga Allah swt. memberikan kita Hidayah dan Ma’unah sehingga kita mampu mengamalkan Mutiara-mutiara ilmu dalam kitab Ayyuhal walad ini, Amiin.
Ngaji Kitab Ayyuhal Walad
Ngaji Online Kitab Ayyuhal walad

Selasa, 21 Januari 2020

SINGA YANG LEMAH



Al-kisah ada seekor singa tua yang tak berdaya, suaranya yang tidak lagi gagah dan geraknya tidak lagi lincah. Pada saat yang bersamaan, ada sekerumunan Hyna yang muda, energik dan cerdik. Hyna yang muda ini selalu bersabar, mencari kesempatan untuk mencari waktu dan kondisi yang tepat agar mereka mampu melumpuhkan singa untuk dimakan bersama oleh kawanan Hyna.

Tibalah saatnya, saat singa lengah, salah satu hyna memberanikan diri menyerang kaki singa. Dengan keadaan singa yang tua dan lemah itu, membuat singa terjatuh dan kesempatan ini tidak disia-siakan oleh kawanan Hyna yang lain. Serempak merekapun menyerang singa secara bersamaan, ada yang menggigit kaki belakang sebelah kanan, kiri, begitupun kaki depan kanan dan kiri tidak luput dari incaran hyna yang lain, bahkan bagian tubuh yang lain, perut, pantat menjadi sasaran Hyna.

Singa yang gagah tua itu berusaha melawan sekuat tenaga, raungan yang selama ini melengking kecang penuh wibawa seakan tak berguna. Karena disaat usianya yang senja,  membuat tubuh yang gagah (dulu) kini ringkih dan suara yang lantang (dulu) kini menjadi lemah,tak berwibawa. Hyna tetap saja menyerang dan menggigit tubuh singa. Nasib singa semakin tragis, seakan pasrah menjadi santapan singa.

Namun, disaat hyna mulai berhasil melumpuhkan singa. Datanglah singa muda, meraung-raung seakan tak sabar ingin menolong ayahnya yang tak berdaya. Keadaanpun berubah, Hyna yang tadinya gagah karena banyak dan kompak, kini kocar-kacir menyelematkan diri masing-masing. Walau hanya mendengar lolongan singa, para hyna berlarian menjauh dari singa muda.

Hikmah yang dapat kita ambil, sehebat-hebatnya singa, sampai mendapatkan julukan Raja Hutan bahkan dalam ekosistem, singa merupakan hewan teratas yang berkuasa. Namun disaat ia tua tak akan memiliki daya da kekuatan, bahkan pengaruh dalam sebuh ekosistem.

Begitupula kita, sebagai manusia saat dimasa mudanya tidak memanfaatkan waktu dengan baik, tidak belajar dengan bersungguh-sungguh, apalagi sampai bermalas-malasan, maka akibat yang kita lakukan selama muda akan dirasakan saat waktu tua telah tiba.

Bisa jadi, apa yang kita lakukan saat ini akan terulang kembali dan akan dilakukan oleh anak-anak kita saat kita berusia senja. Sebagaimana singa yang gagah dan suaranya yang berwibawa mampu ditiru dan dilakukan oleh anaknya untuk menyelamatkan ayahnya.
Semoga anak-anak kita menjadi anak yang sholih dan sholihah yang mampu menyelematkan dan menetramkan hati kita saat kita bersia senja, bahkan saat kita di alam baka. Amiien.

Ahmad Zain Fuad

PERGURUAN SURYA BUANA DALAM MENYONGSONG ERA INDUSTRI 4.0

PERGURUAN SURYA BUANA DALAM MENYONGSONG ERA INDUSTRI 4.0
Ahmad Zain Fuad,S.Si,.S.Pd.,M.Pd.*
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri (QS. Ar-Ra’d:11).
Era Industri 4.0
Istilah industri 4.0 berasal dari sebuah proyek yang diprakarsai oleh pemerintah Jerman untuk mempromosikan komputerisasi manufaktur. Lee et al (2013) menjelaskan, industri 4.0 ditandai dengan peningkatan digitalisasi manufaktur yang didorong oleh empat faktor: 1) peningkatan volume data, kekuatan komputasi, dan konektivitas; 2) munculnya analisis, kemampuan, dan kecerdasan bisnis; 3) terjadinya bentuk interaksi baru antara manusia dengan mesin; dan 4) perbaikan instruksi transfer digital ke dunia fisik, seperti robotika dan 3D printing. Lifter dan Tschiener (2013) menambahkan, prinsip dasar industri 4.0 adalah penggabungan mesin, alur kerja, dan sistem, dengan menerapkan jaringan cerdas di sepanjang rantai dan proses produksi untuk mengendalikan satu sama lain secara mandiri. Hermann et al (2016) menambahkan, ada empat desain prinsip industri 4.0. Pertama, interkoneksi (sambungan) yaitu kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan orang untuk terhubung dan berkomunikasi satu sama lain melalui Internet of Things (IoT) atau Internet of People (IoP). Prinsip ini membutuhkan kolaborasi, keamanan, dan standar. Kedua, transparansi informasi merupakan kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan virtual dunia fisik dengan memperkaya model digital dengan data sensor termasuk analisis data dan penyediaan informasi. Ketiga, bantuan teknis yang meliputi; (a) kemampuan sistem bantuan untuk mendukung manusia dengan menggabungkan dan mengevaluasi informasi secara sadar untuk membuat keputusan yang tepat dan memecahkan masalah mendesak dalam waktu singkat; (b) kemampuan sistem untuk mendukung manusia dengan melakukan berbagai tugas yang tidak menyenangkan, terlalu melelahkan, atau tidak aman; (c) meliputi bantuan visual dan fisik. Keempat, keputusan terdesentralisasi yang merupakan kemampuan sistem fisik maya untuk membuat keputusan sendiri dan menjalankan tugas seefektif mungkin.

Dengan berbagai kemajuanya, Era revolusi industri 4.0 menjadi tantangan berat bagi pendidikan, terutama guru sebagai ujung tombak pendidikan. Mengutip dari Jack Ma dalam pertemuan tahunan World Economic Forum 2018, tantang besar di era ini adalah Pendidikan. Jika tidak mengubah cara mendidik dan belajar-mengajar, 30 tahun mendatang kita akan mengalami kesulitan besar. Pendidikan dan pembelajaran yang syarat dengan muatan pengetahuan dan mengesampingkan muatan sikap serta keterampilan sebagaimana saat ini, kelak akan menghasilkan peserta didik yang tidak mampu berkompetisi dengan mesin. Dominasi pengetahuan dalam pendidikan dan pembelajaran harus diubah agar kelak anak-anak mampu mengungguli kecerdasan mesin sekaligus mampu bersikap bijak dalam menggunakan mesin untuk kemaslahatan.
Perpaduan antara sikap (akhlaq), keterampilan dan pengetahuan dengan di padu kemampuan berkompetisi dengan mesin menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh pendidikan. Jika guru dalam proses pembelajaran mengutamakan kompetensi penggunaan perangkat mesin dengan mengesampingkan kompetensi berakhlaq mulia, maka ruh pendidikan akan sirna, karena ruh pendidikan pada prinsipnya adalah adanya perubahan akhlaq yang lebih baik.
Dalam berbagai literature filsafat dikemukakan, pendidikan adalah proses humanisasi, memanusiakan manusia. Hingga pada uraian ini, Erich Fromm mengungkapkan kekhawatirannya terhadap terhadap apa yang disebut dengan masyarakat teknologis lewat bukunya, The Revolution Hope. DandDi era Revolusi Industri 4.0 inilah akan memunculkan masyarakat teknoligis. Bahkan fromm menyampaikan “Momok itu bukanlah bahaya laten komunisme, bukanlah fasisme, tetapi masyarakat yang telah menjadi mesin (a completely mecahnise society) yang mendewakan produksi maksimal dan konsumsi maksimal dibawah pimpinan computerDalam konteks masyarakat teknologis ini tentu bukan zamanya lagi kalau proses pembelajaran lebih mengandalkan resitasi dan berpusat pada guru. Begitu cepatnya sistem informasi sehingga beberapa aktivitas konvensional guru,terutama bekaitan penyampaian ilmu mulai terdisrupsi.

Masyakat teknologis kehadiranya tidak bisa dihindarkan. Meski demikian, humanisasi terhadap masyakat teknologis, tegas fromm, adalah sebuah keharusan agar manusia tetap  dalam bingkai kemanusiaanya. Dalam konteks pendidikan, secanggih apapun instrumen teknologisnya, pendidikan tidak boleh mengingkari filosofinya sebagai praksis  manusia (Pemanusiaan). Berdasarkan data filosofi tersebut, haidar menyampaikan dalam memulihkan sekolah, memulihkan manusia (2019), praksis pendidikan harus tetap terarah kepada dimensi manusia yang terdalam, jiwa dan hati.

Perguruan Surya Buana dalam Menyongsong era Industri 4.0
Sebagai sekolah umum yang berbasis agama , tentu akan selalu siap menyongsong sebuah perubahan. Perubahan itu sunnatullah, namun perubahan itu harus kita “jemput” dan kita pelajari sehingga menjadi ilmu baru yang bisa di kolaborasikan dalam kegiatan harian, Budaya Mutu Sekolah.
Perubahan yang saat ini kita hadapi adalah era Industri 4.0. dimana tantangan terberat kita adalah bagaimana pendidikan yang diberikan kepada masyarakat benar-benar membawa makna sekaligus sebagai bekal para siswa dalam mengadapi zamanya dan era pada masa depanya kelak. Dalam proses pembelajaranya, para siswa sudah tidak lagi gaptek teknologi, wifi, laboratorium komputer sekolah senantiasa tersedia sebagai bahan pembelajaran agar siswa mampu dengan mudah menyerap ilmu pengetahuan berbasis teknologi dengan media kekinian, tentu semua itu dilaksanakan dengan bimbingan guru. Penanaman akhlaq dalam bermedia online, berperilaku sehari-hari, memaknai pelajaran-pelajaran non agama menjadi pelajaran yang penuh sarat makna agama, serta memaknai kehidupan dan permasalahan sehari-hari menjadi sebuah nilai makna yang penuh hikmah, rangkaian kegiatan ini terangkum dalam Kegiatan Pembinaan Motivasi Akhlaq Pagi (MAP), Kisah Inspiratif, dll. Pesantren Sabtu-Ahad (Petuah), Bina Tahfidz dan baca Tulis Al-Qur’an (BTQ). semua kegiatan ini senantiasa dilaksanakan secara terukur, terstruktur serta berkelanjutan.
Bagi kami, yang terpenting dalam menghadapi era ini adalah menumbahkan kesadaran dalam diri bagaimana seseorang itu harus bersikap menghadapi zamanya. Penumbuhan kesadaran ini tentunya harus dibekali dengan pupuk yang bagus berupa proses pembelajaran dan kegiatan di sekolah yang penuh makna dan nilai-nilai akhlaqul karimah. Karena sesungguhnya Inti dari risalah rasulullah saw adalah perbaikan nilai-nilai akhlaq dalam diri manusia, Innama bu’itstu liutammima makarimil akhlaq, sungguh aku di utus untuk menyempurnakan akhlaq.

Selain sistem pendidikan didalamnya (Budaya Sekolah), Guru juga memberikan peran penting dalam menghadapai perubahan zaman. Guru sebagai seorang yang berilmu menjadi tumpuhan utama dalam membina siswa, guru juga sebagai makhluq Allah swt yang dianugrahi ilmu untuk diajarkan kepada manusia haruslah benar-benar mampu menjadi tauladan bagi siswa, terutama dalam berakhlaq mulia, jika guru hanya mengandalkan ilmu dalam mentrasfer ilmu tanpa tauladan, maka tidak ada bedanya guru dengan robot (mesin), bisa jadi secara teknis pentransferan ilmu pengetahuan, guru akan mudah dikalahkan oleh mesin searching google, atau media online yang lain. Namun mesin-mesin tidak mampu memberikan transfer ilmu hikmah serta perubahan akhlaqul karimah, bahkan tidak akan mampu menyentuh ranah Humanis dalam diri manusia. Oleh sebab itu, adanya Pembinaan rutin, pelatihan, workshop serta penilaian bulanan guru senantiasa dilaksnakan secara rutin, khusus penilaian berkala kepada bapak-ibu guru dan karyawan sudah diberlakukan berupa raport bulanan, guru dan karyawan setiap akhir bulan akan menerima raport bulanan dari kepala sekolah yang selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi Yayasan dalam menentukan kebijakan peningkatan Sumber Daya Pendidik dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Perguruan Surya Buana Malang. semoga dengan raport bulanan guru dan karyawan ini akan mampu meningkatkan kesadaran yang tinggi dalam diri guru dan karyawan perguruan Surya Buana, sekaligus sebagai bahan evaluasi peningkatan mutu pelayanan pendidikan kepada masyarakat, khususnya siswa-siswi, dan wali siswa Perguruan Surya Buana Malang.

*Penulis adalah direktur bagian kurikulum dan QA, Kepala Sekolah SMA Surya Buana, dan Kepala PPM Surya Buana Malang.

Selasa, 27 Agustus 2019

Kajian Kitab Kuning

Kajian Kitab Kuning

BUAH TAWADLU’*
Sebagai seorang ahli ilmu jangalah memiliki sifat tamak (menginginkan sesuatu yang bukan semestinya) sebab akan menjadikan dirinya hina, dan hendakah Ia memiliki sifat Tawadlu (Rendah Hati), sifat tawadlu merupakan sifat tengah-tengah antara sifat sombong dan rendah diri. Maka berhati-hatilah menjaga hati (niat).
Syaikh ruknul Islam menyampaikan,
Sesungghnya sikap Tawadlu’ adalah bagian dari sifat-sifat orang yang bertaqwa kepada Allah swt. Dan dengan Tawadlu’, orang yang bertaqwa akan semakin naik derajatnya menuju keluruhan.
Termasuk yang mengherankan yaitu apabila ada orang yang tidak mengerti akan dirinya sendiri, apakah ia menjadi orang yang beruntung atau celaka”.
           Seorang ahli Ilmu seyogyanya senantiasa menjaga diri dengan bertawadlu’, selalu mensyukuri akan kesempatan dan nikmat yang Allah anugrahkan. Tidak semua orang memiliki kesempatan mencari ilmu dan menjadi ahli ilmu, maka gunakanlah kesempatan itu dengan sungguh-sungguh dalam belajar jika kita sebagai seorang murid. Dan bersyukurlah kita sebagai guru, karena kita masih diberikan kesempatan untuk memberikan sedikit ilmu yang kita miliki kepada murid-murid kita, dengan cara inilah keberuntungan itu akan mendekat pada murid dan para guru. Semoga segala yang kita berikan itu membawa manfaat dan berkah bagi murid-murid kita, sehingga kelak mereka akan menjadi murid yang sholih-sholihah membawa manfaat dan berkah bagi orang tua, keluarga, agama, nusa dan bangsa.


Ringkasan Materi Kajian Kitab Kuning, Ta'limul Muta'alim disampaikan saat memberikan di SMA Surya Buana Malang

Rabu, 07 Februari 2018

BIJAK SAAT ANAK SAKIT

Ayah....
badan luthfi panas (hangat), ini gigi (gusi) luthfi bengkak....
(Sambil merintih kesakitan...)

Ayah...
kenapa manusia itu SAKIT....

Ayah...
Kenapa manusia itu sakit... (Sambil diulang).
.
Enak tidak Sakit itu Kak?
.
Tidak ayah....SAKIT.....SAKIT YAH...
Kenapa YAH MANUSIA ITU SAKIT...jawab yah... (Sambil memaksa)

Anakku..

Allah memberikan rasa sakit itu agar luthfi bisa merasakan Rasa SAKIT.
.
Kenapa?kan tidak enak sakit itu?!!!
.
Iya nak, RASA (badan) SAKIT itu tidak enak.

Semua orang juga tidak ingin sakit....,
DENGAN RASA SAKIT INI ALLAH INGIN MENGAJARI KAKAK agar selalu BERSYUKUR kepada Allah swt saat kakak diberi SEHAT.

Iyah yah...tapi Ini sakit..

Anakku..

1. DENGAN SAKIT Allah swt ingin mengajari kakak dan ayah untuk BERSABAR,

kakak sabar menerima ujian rasa sakit dan ayah belajar SABAR melayani kakak disaat SAKIT.

2. Ketika kita sabar, Pahalanya orang yang SABAR sangat BESAR dan KITA AKAN DI CINTAI ALLAH SWT.

Kalau kita sudah di cintai Allah, Insyaallah kita akan menjadi ORANG BAIK.

3. Orang baik itu AKAN SENANTIASA BERBUAT BAIK PADA SIAPAPUN, dan PAHALA kebaikan itu akan mengalir (seperti air), kakak tahukan di perumahan kita ada air sungai..

Yah ayah...

Nah...kita akan dapat pahala dan pahala... terus walau kita SAKIT.

4. Kakak senang tidak kalau SAKIT djenguk teman kakak atau ayah? Senang ayah...

Nah, orang yg sakit itu kakak. AKAN MENDATANGKAN PAHALA BAGI YG MENJENGUKNYA.
.
KOK BISA YAH..
.
Sahabat Rasulullah saw. Sayyidina Ali bin Abu Tholib rodhiyallohu ‘anhu berkata : Aku mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Tidaklah seorang muslim menjenguk seorang muslim yang sedang sakit di pagi hari melainkan tujuh puluh ribu malaikat akan bersholawat kepadanya hingga sore hari. Dan jika ia menjenguknya di waktu petang maka tujuh puluh ribu malaikat akan bersholawat kepadanya hingga pagi hari. Dan ia akan mendapatkan buah-buahan yang siap santap kelak di surga."

Anakku..
Indah BUKAN rasa sakit itu?
Tetap rasakan ya nak rasa sakit itu.

RASAKAN, MENANGIS dan MENJERITLAH jika ITU SAKIT.

Biarlah ayah_bunda berdoa kepada Allh swt., berusaha SEKUAT TENAGA mendampingi, mengobati dan memeriksakan kakak ke dokter agar kakak diberikan kesembuhan.

#Washoya


Ad Placement