Basic Leadership SMA Surya Buana Malang, Mencetak Pemimpin Muda Tangguh
![]() |
| Peserta Basic Leadership Diskusi kelompok |
![]() |
| Peserta Basic Leadership Diskusi kelompok |
Pengembangan sekolah agar lebih adaptif di masyarakat dan menjawab tantangan zaman, SMA Surya Buana Malang mengembangan model pembelajaran yang berbasis pada bakat-minat serta kebutuhan orangtua yakni Blended Personalized Learning School.
Penerapan dari pendekatan Blended Personalized Learning School proses pendidikan di SMA Surya Buana Malang sebagai berikut:
1. Pendekatan Pembelajaran yang Disesuaikan – Menawarkan kurikulum yang sepenuhnya disesuaikan dengan minat dan bakat siswa, memungkinkan para siswa untuk memilih pelajaran sesuai dengan kebutuhan pribadi mereka.
2. Fleksibilitas Jadwal – Memberikan kebebasan bagi siswa dan orangtua untuk menentukan kapan dan bagaimana mereka mengikuti pelajaran, baik secara online atau tatap muka.
3. Pemanfaatan Teknologi – Menyediakan akses teknologi terkini untuk mendukung pembelajaran online yang efektif, dengan alat dan platform yang mendukung pengalaman belajar yang lebih interaktif dan terpersonalisasi.
4. Kolaborasi dengan Orangtua – Memberikan ruang bagi orangtua untuk berperan aktif dalam merancang rencana pendidikan anak mereka, dengan komunikasi yang terbuka dan kolaboratif.
5. Pembelajaran Berbasis Proyek atau Praktik – Menyediakan pengalaman belajar yang lebih berbasis proyek, memungkinkan siswa untuk menerapkan pengetahuan secara praktis sesuai minat mereka.
Dengan diferensiasi seperti ini, Blended Personalized Learning School bisa benar-benar menonjol dalam hal fleksibilitas, inovasi, dan relevansi dengan kebutuhan siswa dan orangtua.
Model Kurikulum
Model kurikulum Blended Personalized Learning School SMA Surya Buana Malang diwujudkan dalam pembelajaran yang fleksibel dan terpersonalisasi. Berikut beberapa struktur kurikulum yang dikembangkan:
1. Kurikulum Inti (Core Curriculum)
Pelajaran Dasar: Menyediakan mata pelajaran dasar seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS, dan Pendidikan Agama yang tetap diajarkan secara wajib, namun bisa disesuaikan tingkat kesulitan dan waktu belajarnya sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pendekatan Modular: Materi dibagi dalam modul-modul yang bisa diakses secara online atau tatap muka, memungkinkan siswa untuk memilih dan mengatur urutan pelajaran sesuai kecepatan belajar mereka.
2. Pilihan Berdasarkan Minat (Elective Courses)
Bakat dan Minat: Menyediakan berbagai pilihan pelajaran seperti seni, musik, komputer, kewirausahaan, olahraga, dan bahasa asing yang bisa dipilih siswa sesuai dengan minat mereka.
Fleksibilitas dalam Penjadwalan: Jadwal untuk mata pelajaran pilihan bisa fleksibel dan diatur berdasarkan ketersediaan sumber daya, seperti instruktur atau kelas online.
3. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning).
Keterampilan Praktis: Siswa diberi kesempatan untuk bekerja dalam proyek-proyek praktis, baik secara individu atau kelompok, yang berkaitan dengan minat mereka. Proyek ini bisa melibatkan teknologi dan inovasi.
Mentoring: Setiap proyek dapat didampingi oleh mentor yang memberikan arahan sesuai dengan minat atau bidang yang dipilih siswa.
4. Pembelajaran Daring dan Luring (Blended Learning)
Platform Online: Menggunakan platform digital untuk memungkinkan siswa mengakses materi pelajaran kapan saja. Bisa mencakup video pembelajaran, tes, kuis, dan forum diskusi.
Sesi Tatap Muka: Diadakan pertemuan tatap muka atau sesi langsung (webinar, kelas offline) untuk diskusi mendalam dan pengajaran praktis.
5. Evaluasi dan Umpan Balik (Assessment and Feedback)
Penilaian Formatif dan Sumatif: Menyediakan penilaian berkelanjutan yang berbasis proyek, kuis, dan ujian, yang bisa dilakukan secara daring atau luring.
Portofolio Pribadi: Setiap siswa dapat memiliki portofolio digital yang mencatat perkembangan belajar mereka, memungkinkan untuk evaluasi berbasis kompetensi dan pencapaian pribadi.
6. Kolaborasi dengan Orangtua dan Komunitas
Sesi Keterlibatan Orangtua: Mengadakan pertemuan rutin untuk mendiskusikan kemajuan belajar anak dan memberi masukan terhadap kurikulum yang diterapkan.
Jaringan Komunitas: Membangun komunitas belajar yang mendukung, misalnya, dengan mengundang ahli atau praktisi dalam berbagai bidang untuk berbagi ilmu dengan siswa.
Kurikulum ini bisa sangat fleksibel dan dapat terus berkembang seiring berjalannya waktu, tergantung pada perkembangan siswa, kebutuhan orangtua, dan tren pendidikan terbaru. (azf)
Prosesi pelantikan dihadiri seluruh jajaran Kemenag Kanwil Jatim, Kasi PD Pontren se-Jawa Timur, Pendiri FKPQ, Ketua dan Sekretaris DPP FKPQ serta Perwakilan Pengurus DPC FKPQ Se-Jawa Timur menjadi saksi Ikrar Pengurus DPW FKPQ Jatim.
Mewakili Segenap Pengurus yang dilantik, Ketua DPW FKPQ Jawa Timur sekaligus ketua Pelaksana Pelantikan melaporkan, "Selain Prosesi pelantikan, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan Pembahasan program kerja oleh Pengurus DPW bersama dengan seluruh pengurus DPC Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur, program disusun tidak perlu muluk-muluk yang penting terlaksana dan semua DPC Merasa dilibatkan dalam penyusunan program sesuai dengan depertemenya masing-masing". Tegas ustadz Aziz.
Menindaklanjuti laporan Ketua DPW FPQ Jatim, Drs. KH Saefudin Zuhri, MA. selaki Ketua DPP FKPQ dalam sambutannya mengajak kepada seluruh hadirin khususnya pengurus untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk lembaga pendidikan Al-Quran, karena mereka adalah para penjaga dan pelestari ajaran Al-Quran dengan cara menata organisasi FKPQ lebih profesional melalui program yang disusun. FKPQ harus bijak melihat perbedaan lembaga-lembaga, karena FKPQ Hadir sebagai wadah pemersatu Para Pecinta Al-Quran dengan berbagai latarbelakang organisasi, metode dan apapun.
FKPQ yang awalnya merupakan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) berbentuk Yayasan, saat ini FKPQ sudah berbadan Hukum dengan bentuk Perkumpulan, artinya FKPQ, sebagaimana Ormas yang lain memiliki kekuatan Hukum yang tetap (legal) untuk membentuk Organ-organ dibawahnya, mulai dari pusat sampai ke tingkat bawah, termasuk DPW FKPQ Jatim. Sebelumnya berbadan hukum sendiri (yayasan), Saat ini FKPQ Jatim sudah melebur menjadi satu organ dengan DPP.
Dalam kesempatan yang lain, Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Dr. H. Muhammad As'adul Anam, MA. memberikan apresiasi yang luar biasa pada pengurus DPW FKPQ Jawa Timur yang telah dilantik langsung oleh Ketua Pusat DPP FKPQ.
"Seluruh Pengurus Hadir dan disertai pengurus DPC FKPQ Se-Jatim dari berbagai daerah dengan biaya mandiri, pelaksanaan pelantikan semua dengan swadaya (mandiri) Pengurus DPW FKPQ Jatim, ini menunjukkan keseriusan dan ketulusan pengurus dalam mengemban amanah memajukan pendidikan Al-Quran", terang Kabid PD Pontren Jatim.
As'adul Anam, orang nomor satu di lingkungan PD Pontren Jatim ini menambahkan, "Segenap PD Pontren Kab/Kota dilingkungan Kemenag di Jawa Timur harus senantiasa menggandeng DPC FKPQ di daerah masing-masing, FKPQ menjadi mitra Kemenag dalam memberikan pelayanan pada masyarakat Islam khususnya pada Pendidikan Al-Quran".
Diakhir sambutanya, Kabid PD Pontren Jatim mewakili seluruh Jajaran Kementrian Agama Khususnya di lingkungan PD Pontren mengucapkan Selamat dan Sukses kepada 24 Pengurus DPW FKPQ Jawa Timur yang dilantik,. Semoga amanah, maslahah dan berkah bagi kemajuan Lembaga Pendidikan Al-Quran di Jawa Timur. Amiin.
Pembacaan sholawat nariyah rutin sebanyak 4444 kali dilaksanakan di kantor PCNU Kota Malang setiap rabu awal bulan dengan jama'ah berasal dari ketua dan sekretaris lembaga-lembaga PCNU, Pengurus MWC NU, Pengurus Ranting dan Badan Otonom PCNU Kota Malang.
Sholawat nariyah merupakan sholawat yang rutin diamalkan oleh warga NU (Nahdliyin),terutama saat mengalami permasalahan. Dilansir dari NU Online, di antara hadits yang sangat populer yang membuat kita rajin membaca shalawat ialah bahwa Rasulullah saw bersabda: Siapa yang membaca shalawat untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya. Maka bagi warga NU, setiap kegiatan keagamaan biasa disisipi bacaan shalawat.
Berikut ini bacaan shalawat nariyah:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman `alâ sayyidinâ Muḫammadinil-ladzi tanḫallu bihil-`uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdlâ bihil-ḫawâiju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa ḫusnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa `alâ âlihi wa shaḫbihi fî kulli lamḫatin wa nafasin bi`adadi kulli ma`lûmilak(a).
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.
Dalam Kitab Khazinatul Asrar karya Sayyid Muhammad Haqqi An-Nazili dijelaskan salah satu shalawat yang mustajab ialah shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai, mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat Nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).
Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni, dan Imam Dainuri memberikan komentarnya siapa yang membaca shalawat ini sehabis shalat (fardlu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rezekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.
Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan, Rasulullah saw bersabda siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain siapa membaca shalawat kepadaku 100 kali) maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya, 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia.
Rasulullah juga bersabda perbanyaklah shalawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam Kitab an-Nuzhah yang dikutib juga dalam Khazinatul Asrar.
Diriwayatkan juga Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits, beliau bersabda hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian.
Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal kalian disampaikan kepadaku, jika saya tahu amal itu baik, aku memuji Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah (Hadits riwayat al-Hafizh Ismail Al-Qadhi, dalam bab Shalawat ‘ala an-Nary, Imam Haitami menyebutkan dalam Kitab Majma’ az-Zawaid, ia menganggap shahih hadits di atas).
Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa untuk umatnya pasti bermanfaat. Ada lagi hadits lain, Rasulullah bersabda tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa menjawab salam itu (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih)
![]() |
| Penutupan Program Pengabdian Pengabdian Mu'allimil Qur'an |
Daurah Al-Qur'an SMA Surya Buana Malang menjadi program wajib yang harus ditempuh oleh siswa SMA Surya Buana sebelum menyelesaikan studinya.
Program ini sebagai wujud komitmen sekolah menuntaskan pembinaan Al-Qur'an siswa (BTQ) selama kurang lebih 3 (tiga) tahun yang dilaksanakan setiap pagi setelah siswa melaksanakan rangkaian Ibadah opagi.
Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an (PPTQ) Nurul Qur'an menjadi tempat Daurah selama 8 (Delapan) hari, 6 (enam) hari pembinaan dan pembekalan langsung dengan pengasuh pesantren, KH. Muslimin yang juga penulis Buku metode pembelajaran Al-Qur'an Al-Bayan Lil Muslimin Rasm utsmani (Al-Bayan).
![]() |
| Daurah Al-Qur'an di PPTQ Nurul Qur'an |
Pembelajaran intensif pengajaran Al-Qur'an metode Al-Bayan dimulai (13-21/05/2024) bertujuan agar para siswa mampu membaca Al-Qur'an dengan Rasm Utsmani dan mempu mengajarkan kepada santri, karena setelah siswa menyelesaikan daurah dan dinyatakan lulus, maka siswa akan mendapatkan syahdah pengajaran Al-Qur'an Metode Al-bayan.
penghujung daurah Al-Qur'an, semua siswa mengabdikan Ilmu yang diperoleh selama Daurah dipraktekan dengan mengajar dan mengabdi di Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) Al-Muhajirin Jl. S.Suprfiadi X No.3 RW 18 RT 06 Sukun. kegiatan pengabdian pengajaran Al-Qur'an dilaksanakan selama 2 (dua) hari (22-23/05/2024).
Mengajar Al-Qur'an merupakan salah satu ciri-ciri manusia terbaik. sehingga tidak banyak yang memiliki minat mengajarkan Al-Qur'an, dikatakan terbaik, maka hanya manusia terpilih dan dipilih oleh Allah swt lah yang ikhlas dan tulus mengabdikan hidupnya untuk menjaga Al-Qur'an melalui mengajar Al-Qur'an.
semoga kegiatan sederhana ini menjadi pengalaman yang berarti bagi siswa SMA Surya Buana dan membawa manfaat dan berkah untik masa depan mereka, Amiin.
Perubahan, bagian sunnatullah. Awalnya, kita dilahirkan, balita, remaja, dewasa dan akhirnya menua.
Dalam setiap langkah dan aktitifitas kita, perubahan demi perubahan akan menyertai. Justru jika tidak ada perubahan kearah yg lebih baik, termasuk orang yang merugi.
Begitupula kondisi setiap pribadi seseorang, akan mengalami perubahan, gejolak-gejolak akan terus terjadi menanggapi setiap perubahan.
Sebagaimana hadits berikut ini:
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ
Artinya :
Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat (celaka) (HR Al-Hakim).
Perubahan demi perubahan tetap menjadi bagian yang tak terelakkan, tinggal bagaimana kita mengambil peran dalam perubahan itu sendiri.
Namun perubahan yang diharapakan oleh Rasulullah saw adalah perubahan yang membawa keberuntungan, perubahan yang membawa peningkatan kualitas amal kebaikan (ibadah) yang kita lakukan. Karena sejatinya manusia diciptakan di dunia ini tiada lain untuk beribadah kepada-Nya.
Allah SWT memberikan karunia kepada setiap hamba-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Mukjizat, dikaruniakan kepada manusia yang dipilih-Nya, yakni para Nabi dan Rasul. Irhas, dianugerahkan kepada calon Nabi dan Rasul.
Karamah, dikaruniakan kepada Para wali Allah. Ma'unah, dikarunikan kepada orang-orang yang beriman. sedangkan istidraj, diberikan kepada orang-orang yang sesat seperti Fir'aun dan Dajjal.
Salah satu diantara wali Allah SWT yg dipilih-Nya adalah Sahl Bin Abdullah At-Tustari, dilansir dari NUonline. Fariduddin Attar dalam kitab Tadzkirah al-Auliya’, menceritakan Imam Muhammad Sahl bin Abdullah al-Tustari (w. 283 H), seorang sufi besar asal Tustar yang ditanya tentang karamahnya dapat berjalan di atas air.
Sekumpulan orang bertanya kepadanya: “Benarkah kau dapat berjalan di atas air? ”
Imam Sahl menjawab: “Tanyalah pada muadzin itu. Dia orang yang jujur perkataannya.”
Mereka bertanya pada muadzin itu.
Kemudian muadzin itu menjawab: “Aku tidak tahu soal itu, tetapi aku melihatnya jatuh ke dalam kolam. Andai saja aku tidak ada dan melihatnya tenggelam, ia telah mati di dalam kolam.”
Imam Abu Ali al-Daqqaq rahimahu Allah berkomentar: “Sahl adalah shahibul karamah, hanya saja ia menyembunyikannya dari manusia.”
(Fariduddin Attar, Tadzkirah al-Auliya’, alih bahasa Arab oleh Muhammad al-Ashiliy al-Wasthani al-Syafi’i (836 H), Damaskus: Darul Maktabi, 2009, hlm 330).
Kisah di atas mengutarakan kerendahan hati (tawadlu’) Imam Sahl bin Abdullah al-Tustari. Ia menyuruh orang-orang itu bertanya kepada seorang muadzin masjid. Muadzin itu menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu Imam Sahl hampir mati tenggelam di kolam. Jika tidak ada dirinya yang menolong, mungkin saja ia telah meninggal.
Imam Sahl tidak gengsi dan takut derajatnya turun. Ia tidak mempermasalahkan jika kewaliannya diragukan, barangkali itu yang diinginkannya.
Jikapun nantinya semua orang memandangnya sebelah mata, ia tidak akan perduli. Baginya, Allah adalah segalanya. Sayangnya, wali-wali Allah itu memiliki hati seluas samudera dan sebersih udara surga.
Seberapa sering mereka menjauhkan diri dari pujian, bahkan terkadang melakukan hal-hal yang menjatuhkan kemuliaan mereka sendiri dengan sengaja. Hati mereka selalu tergerak untuk menolong sesama, berbuat baik tanpa maksud dan tujuan tertentu.
Apa yang Allah anugrahkan pada Wali-Wali Allah SWT. Itu, tiada lain karena beliau-neliau menjalani kehidupan dengan Ikhlas. Keikhlasanya berwujud kebaikan Kebaikan natural hasil dari penjernihan hati tanpa henti dan taqarrub kepada Ilahi. Akibatnya, pandangan jelek orang-orang kepadanya, berangsur-angsur berubah menjadi kekaguman lagi.
Terkait dengan Ikhlas, dalam Kitab At-Tibyan Fii Adabi Hamalatil Qur'an. Syaikh Sahl At-Tustari berkata, "Orang-orang Cerdas pernah merenungi tentang penafsiran kata Ikhlas, namun mereka tidak menemukan selain definisi berikut : disaat diam dan geraknya seseorang, disaat tersembunyi atau terang-terangan, ada orang lain atau tidak. Yang ia lakukan hanya karena Allah SWT semata. Tidak mencampuri keadaanya itu oleh sesuatu apapun, tidak oleh nafsu, tidak oleh hasrat keinginan dan tidak pula oleh keduniawian ". (zn)
Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur'an (DPC-FKPQ) Kota Malang melaksanakan kegiatan Halal Bihalal dengan Tema Meneguhkan Kembali Hidmat Syi'ar Al-Qur'an.
Halal Bihalal bertempat di Aula Kementrian Agama Kota Malang dihadiri oleh asatidz/ah perwakilan 5 (lima) kecamatan Kota Malang, perwakilan Pemerintah Kota Malang diwakili oleh Bidang Kesejahteraan Masyarakat Bina Mental Spiritual serta Kementrian Agama Kota Malang.
Dalam sambutannya, Ketua DPC FKPQ Kota Malang mengajak kepada seluruh peserta agar senantiasa mensyukuri nikmat Allah swt karena sudah ditakdirkan menjadi bagian manusia pilihan, manusia terbaik yang dibanggakan oleh Rasulullah saw. yakni menjadi guru Al-Qur'an.
"Menjadi guru ngaji merupakan anugrah yg wajib disyukuri karena banyak orang yg pintar mengaji, bisa membaca Alquran tapi hati dan fisik tidak tergerak untuk mengajar ngaji di lingkunganya". Ujar Ustadz Zain Fuad selaku ketua FKPQ Kota Malang disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal.
Guru ngaji, salah satu orang yg disebutkan oleh Rasulullah saw menjadi orang terbaik diantara umat beliau, Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana sabda beliau
خير كم من تعلم قران علمه
Pak Isnan, mewakili Kesra Pemerintah Kota Malang menyampaikan,"Walau guru ngaji tidak dikenal oleh masyarakat, kalah dengan dai-dai yg dikenal sejuta umat walau sama-sama berdakwah. Tapi guru ngaji dikenal dan terkenal di Surga-Nya".
Halal Bihalal yg di laksanakan DPC FKPQ Kota Malang, Ahad (05/05/2024) selain sebagai wahana untuk berahilaturohim dan bermaaf-maafan juga dijadikan sebagai media pembelajaran bersama terkait dengan EMIS dan penyampaian beberapa informasi terkait dengan Bantuan dari Pemerintah RI yang langsung diisi Ustadz Heri Purnomo, sekretaris DPC FKPQ Kota Malang.
Sebelum ditutup, Kepala Kementrian Agama Kota Malang, Gus Achmad Shampton, M. Ag., dalam Mau'idhah Hasanahnya berpesan kepada seluruh hadirin, khusus FKPQ Kota Malang agar senantiasa Istiqomah dan meningkatkan jangkauan dakwahnya dalam mensyiarkan Al-Quran di Masyarakat melalui LPQ, Tapi juga dimulai utk perluasan medan dakwah di sekolah-sekolah Formal.
![]() |
| Dokumen : Pembiasaan sejak dini beraktifitas pagi dengan membersihkan jalan perumahan |
Waktu pagi merupakan waktu yang berkah, hidup yang membawa kenerkahan adalah hidup yang senantiasa membawa kebaikan, dan kebaikannya cederung bertambah, dan mampu dirasakan kemashlahatanya bagi dirinya maupun orang lain.
keberkahan waktu pagi, khususnya dalam mengawali aktifitas disebut oleh Allah swt pada salah satu firman-Nya.
وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang." (QS Ali Imran [3]: 121)
Waktu pagi adalah momen paling berkah yang apabila seorang melewatkannya begitu saja maka ia akan kehilangan banyak kebaikan.
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi shallallhu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dua rakaat sholat Fajar (sebelum Subuh) lebih baik dari pada dunia dan seisinya." (HR Muslim)
Ketika Rasulullah pulang sholat Shubuh dari Masjid Nabawi, beliau menasihati putrinya Fathimah Az-Zahra radhiyallahu 'anha.
Beliau bersabda: "Wahai anakku, bangunlah. Saksikanlah rezeki Tuhan-mu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai, karena Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari." (HR Imam Ahmad dan Al-Baihaqi)
Rasulullah SAW sangat menaruh perhatian di waktu pagi hingga beliau memanjatkan doa kepada Allah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya."
Waktu pagi, waktu yang menggoda untuk merebahkan anggota badan, tidur, bermalas-malasan. Apalagi momen puasa Ramadhan, waktu pagi seakan menjadi waktu yang tepat untuk "balas dendam " karena malamnya habis untuk beribadah.
Aktifitas apapun itu, semoga kita semua dalam kehidupan kita senantiasa diliputi keberkahan kemaslahatan bagi sesama Makhluq-Nya. Amiin
Allohu A'lam
Ad Placement
Subscribe di situs ini untuk mendapatkan update berita terbaru