kangzainfuad.com

Kamis, 25 Februari 2021

Salah Paham dengan Kata Tabarakallah, Barakallah, Mabruk dan Mubarok

 


Salah Paham dengan Kata Tabarakallah, Barakallah, Mabruk dan Mubarok

Halimi Zuhdy

Beberapa bulan terakhir, sejak beberapa da’i mempopulerkan kata “Tabarakallah” dan tidak sedikit artis yang mengikutinya, maka media ramai dengan kata tersebut, dan seakan-akan artinya sama dengan kata “Barakallah”.

Terkait dengan kata “Tabarakallah” ini tidak sedikit yang memahaminya dan memaknainya dengan kurang tepat, bahkan salah. Di beberapa artikel yang membahas kata ini (Tabarakallah), memaknainya tidak tepat (silahkan googling), diartikan dengan “mudah-mudahan Allah memberkatimu”, ada pula yang menggandengkan dengan “Masyallah Tabarakallah” yang diartikan dengan  Allah yang berkehendak seperti itu, Allah berikan kamu barakah (artikelsiana), Semoga Allah memberkahimu (wolipop.detik), semoga Allah memberkahimu (kumparan), Tabarakallah (تبارك الله) Semoga Allah memberkahimu (quora), empat web di atas adalah hasil googling ketika mencari makna “Tabarakallah”, belum lagi website lainnya yang pembahasannya tidak jauh berbeda.

Sekilas, kesalahan yang paling tampak adalah mengartikan “Ka” dalam Tabara-ka- dengan arti “kamu”, ini juga sering terjadi kesalahan dengan mengartikan “Barakallah” dengan mudah-mudahan Allah memberikati-mu, tanpa mengikuti kata fika, laka, alaika dan lainnya. Tabarakallah itu berbeda dengan “Barakallah laka”, meskipun dari derivasi yang sama, tetapi memiliki arti yang berbeda.

Tayyib. Mari kita kaji sepintas makna “Tabarakallah”, pertama secara mu’jami (kamus), kedua, menurut beberapa tafsir al-Quran (karena kalimat ini sangat banyak di dalam al-Qur’an). Ketiga, hadis-hadis yang terdapat kata Tabarakallah.

Pertama, secara mu’jami kata ini belum ada dalam kamus KBBI, dan suatu saat perlu ditambahkan dalam kamus bahasa Indonesia, seperti kata; alhamdulillah, masya Allah, berkah, dan kata-kata lainnya yang sering digunakan masyarakat Indonesia. Dalam kamus Al-Ma’ani, Tabarakallah diartikan dengan Taqaddasa, tanazzaha, ta’ala (Maha Suci Allah, Maha Tinggi). Tabaraka al-Rajulu (thalaba al-barakata wa faza biha); seseorang memohon keberkahan dan keberhasilan dengannya. Kata “tabaraka wa ta’ala” sudah menjadi istilah dalam Fiqih dengan arti Maha Suci Allah dan Maha Tinggi. (Ma’ani).

Dalam al-Qur’an, kata Tabarakallah  terdapat dalam 8 tempat; Al-‘Araf: 54, Al-Mu’minun: 14, al-Furqan pada ayat; 1, 10, dan 61, al-Ghafir: 64, al-Rahman: 78, al-Mulk: 1.

تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ، فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ، تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ.. ، تَبَارَكَ الَّذِي إِنْ شَاءَ جَعَلَ لَكَ خَيْرًا..، تبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجاً،  تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلالِ وَالْإكْرَامِ، فَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ،  تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Dalam terjemahan bahasa Indonesia kata Tabarakallah (sesuai dengan urutan ayat di atas) diartikan dengan; 1) Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam, 2) Maka Maha sucilah Allah, 3) Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan, 4) Maha Suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, 5) Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang, 6)  Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.   , 7) Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia, 8) Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan.

Sedangkan dalam beberapa tafsir al-Qur’an, di antaranya adalah kitab Al-Tahrir wa al-tanwir karya Ibnu ‘Asyur, kata “Tabarak” dalam bentuk derivasinya adalah menampakkan sifat pada sesuatu yang disifati, seperti kata Tastaqala yaitu tampak sesuatu yang berat dalam pekerjaannya (menjadi berat), Ta’adhama (tampak keagungannya, menjadi besar, agung), dan terkadang digunakan untuk menampakkan perbuatan yang disifati dengan benar-benar jelas seperti Ta’alallahu (sangat jelas keagungannya), maka dalam kata Tabarakah adalah sangat tampak jelas keberkahannya (dzaharat barakatuhu). Dalam Fath al-Qadir Lil Syakani, Tabarakallah, ai kathurat barakatuhu wa ittasa’a (keberkahan yang banyak dan melimpah), dan juga bermakna Ta’adhama (sangat tanpak keagungannya). Dalam tafsir al-Thabari tidak jauh berbeda dengan Fath al-Qadir yang bermakna al-kastrah dan ittasa’a (dipenuhi dengan keberkahan).

Dalam al-Mausu’ah al-Hadistiyah, kata “Tabaraka” terdapat dalam banyak hadis yang selalu berdampingan dengan kata “Ta’ala” sebuah istilah yang digunakan untuk kemuliaan dan keagungan Allah swt. Tidak ditemukan sebagai ungkapan untuk menyatakan sesuatu, sepengetahuan penulis, kecuali pernyataan keagungan kepada Allah. 

Berdasarkan beberapa keterangan di atas, tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan tentang makna Tabaraka dengan  arti “Allah memberkatimu”. Pertama, tabarakaallah tidak sama dengan barakallah laka, tabaraka (تبارك) itu khumasi lazim (kata kerja yang masuk katogeri lima huruf dan intransitif), sedangkan baraka (بارك) adalah kata transitif (muta’addi). Tabaraka menjadi transitif bila disambung dengan huruf lain (muta’addi bi harf).

Kedua, Tabaraka adalah  satu kata, bukan gabungan dari “taba” dan “ka”, yang memunculkan makna kamu. Demikian juga dengan kata Barakallah. Kata “Barakallah”, disambung dengan kata setelahnya, seperti kata fika, laka, dan alaika, menjadi Barakallah laka.

Ketiga, Tabarakallah itu mengagungkan Allah, menampakkan kesucian-Nya, kebaikan datang dari-Nya, keberkahan hanya dari-Nya. Maka, lebih tepat kalau ingin mengucapkan selamat atas apa yang diraih seseorang adalah kata Barakallah laka, Alaika, Ilaika (mudah-mudahan Allah memberkatimu), sedangkan kalau ingin mengucapkan sesuatu yang luar biasa, maka mengucapkan kata Barakallahu laka, fihi, (lebih jealasnya keterangan diakhir tulisan ini), tetapi yang lebih masyhur adalah Masyallah lahaula wala quwwata illa billah.

Dalam beberapa penjelasan, kata masyallah itu untuk dirinya sendiri (apabila terdapat sesuatu yang luar biasa), sedangkan  (untuk orang lain). Dalam laman al-imam bin Baz (al-Sunnah al-Shahihah) kata “Masyallah Tabarakallah” tidak ada dasarnya yang dapat menguatkan kalimat di atas (ma warada fihi syaik), yang ada dasarkan adalah Masyallah la haula wala quwwata illa billah. Sedangkan kata “Tabaraka” malah tidak berdasar, sedangkan dalam hadis yang ada adalah alla barrakta (ألَّا بَرَّكْتَ). Beliau melanjutkan, apabila seseorang melihat sesuatu yang mengagumkan, maka yang mengucapkan “Allahumma barik fihi”, “Barakallah fihi”. Berbeda dengan Ibnu Utsaimin, apabila seseorang ingin selamat dari penyakit Ain, maka hendaknya mengucapkan “Tabarakallah alaika”, karena Nabi pernah bersabda yang tertimpa penyakit dengan ucapan “Halla barrakta ‘alaika”. Dalam Utaibah, Mata Yuqalu Tabaraka wa mata yuqalu Masyallah la haula walaquwwata.

Apakah ada yang salah dengan pengucapan kata Tabarakallah? Tidak ada yang salah, hanya kurang tepat penggunaannya, serta salah mengartikannya, dan juga mungkin kurang tepat memahaminya.

Bersambung pada pembahasan kata Mabruk dan Mubarok, Insya Allah. 

Allahu’alam bisshawab.

Guru Kecil di Bahasa dan Sastra Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Khadim Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Senin, 08 Februari 2021

Dawuh Kyai

 


"Manusia jangan diharapkan bisa sama semua. Justru dengan perbedaan-perbedaan bisa jadi seni yang Indah." - (KH. Maimoen Zubair) 

•

اللهم صل وسلم وبا رك علی سيدنا محمد عبدك وحبيبك ونبيك ورسو لك النبي الامي وعلی اله وصحبه وسلم ﷺ


#DawuhUlama

#DawuhKyai

#NahdlatulUlama

#HubbulWathonMinalIman

Senin, 04 Januari 2021

Menanam

 

Menanam

Ayah, kenapa kita menanam pohon, bukanya pohon itu akan membuat lingkungan kotor?

Anakku, apa yg engkau tanyakan sekilas memang benar, pohon membuat kotor karena dedaunanya berserakan. atau bisa jadi akan mendatangkan ulat disaat musim hujan seperti sekarang ini.

Anakku, Pohon sebagaimana makhluq yg lain termasuk manusia. jika yg engkau lihat hanya sisi tidak baiknya (negatif) maka semua pasti akan tampak, karena yg sempurna hanya sang Kholiq. maka lihatlah manfaat dan kebaikanya dari apa yg Allah ciptalan, termasuk apa yang engkau tanam bersama adik,pohon.

Anakku, menanam pohon bisa jadi engkau akan lama merasakan kemanfaatanya, engkau harus bersusah payah merawat dan menjaganya, bahkan engkau selalu bersabar membersihkan dedaunanya agar tidak mengotori lingkungan dan tetangga kita.

Anakku, kesabaranmu dalam merawat, menjaga dan membersihkan akan bernilai ibadah berlipat-lipat jika itu engkau lakukan secara ikhlas. apalagi saat ia sudah dewasa dan menghasilkan buah, maka berlilat-lipatlah manfaat yg akan engkau dapati.

Kalaupun pohon yg engkau tanam itu tak kunjung berbuah, minimal dengan pohon yg engkau tanam udara segar (oksigen) akan senantiasa engkau hirup dan pahala akan tetap akan mengalir selama pohon itu hidup, sebagaimana Nabi SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim). 

#washoyaaba

#hikmah

#pohon

LARON

 


LARON

Anakku, lihatlah laron yg dibidik kucing itu, ia tidak sadar kalau ada kucing yg siap menerkamnya. laron itu tetap santai menikmati mentari pagi, walau akhirnya mati menjadi santapan bergizi bagi kucing.

seringkali engkau bertanya, ayah kenapa  kita tidak menyelamatkan laron-laron itu dari pemangsa? kasihan yah...

Anakku, seandainya kita bisa menyelematkan 1 laron, engkau belum tentu bisa menyelamatkan laron yg lain, tidak perlu berduka. karena semua sudah berjalan sesuai kodrat-Nya. termasuk laron yg engkau lihat itu, awalnya kita ingin menyelamatkanya, akhirnya mati juga dilahap kucing.

Begitupun kehidupan yg kita alami, semua berjalan sesuai dengan kodrat-Nya, kita hanya menjalaninya. 

Nikmatilah apa yg Allah tentukan untukmu, kerjakan segala hal sesuai dengan kemampuanmu, yang terpenting memberikan faedah bagi orang lain.

Anakku, terkadang kenikmatan itu melenakan, sehingga kita lupa setiap saat ada "makhluq" lain yg siap memangsa,nafsu. semoga kita diselamatkan dari kenikmatan-kenikmatan duniawi yg melenakan dan melupakan tujuan akhir kehidupan kita, husnul khotimah.

#happyNUyear

#Washoya

SB INA Invention Day

 

Perguruan Surya Buana Malang mengundang para ilmuan muda berpartisipasi dalam kegiatan SB INA.

.

Segera Daftar, dapatkan pengalaman dan Wawasan baru dalam berinovasi!!.

Minggu, 15 November 2020

Pembinaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang untuk Kader Lingkungan


Perkembangan sebuah kota tidak dapat dihindari, baik itu di bidang ekonomi, sosial & budaya. Perkembangan kota ini dapat ditunjukan oleh pertumbuhan penduduk dan peningkatan aktivitas yang ada di dalamnya (Dwiyanto & Sariffuddin, 2013). Meningkatnya jumlah penduduk serta aktivitasnya berdampak kepada kebutuhan akan lahan yang semakin besar. Keterbatasan luas lahan yang ada di kota akan menyebabkan perkembangan mengarah ke daerah pinggiran kota. Hal ini yang membuat daerah pinggiran kota merupakan daerah yang mengalami dinamika dalam perkembangannya, terutama dinamika dalam penggunaan lahan. Dinamika penggunaan lahan di wilayah kota dikarenakan adanya kebutuhan lahan untuk permukiman serta sarana dan prasarana penunjang aktivitas penduduk. Fenomena yang terjadi di Indonesia menunjukan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, perkembangan sebuah kota memiliki kecenderungan memunculkan kawasan-kawasan perkotaan baru di sekitar wilayah kota tersebut (Firman, 2009).

jika melihat kondisi tersebut, fenomena yang terjadi di kota Malang tidak hanya pada semakin padatnya wilayah lahan untuk pemukiman dan semakin menyempitnya wilayah tanam untuk optimalisasi pemanfaatan lahan. menyikapi hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang mengadakan pembinaan dan pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan rumah. kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang pada hari Senin, 16 November 2020. semua peserta dalam kegiatan ini akan mendapatkan bantuan  berupa biji sayuran, pupuk kandang dan organik seberat 1 kwintal.

Harapan dari kegiatan ini, peserta langsung praktek menanam tanaman yang memiliki manfaat ketahanan pangan di lingkungan masing-masing berupa penanaman tanaman pekarangan-pekarangan di sekitar rumah. sehingga warga bisa memanfaatkan hasil dari tanaman tersebut, bisa digunakan untuk konsumsi sendiri atau diproduksi untuk diperjualbelikan.

Berkurangnya lahan tidak menyurutkan upaya pemerintah untuk memberdayakan lahan yang ada, ini tiada lain untuk kesejahteraan masyarakat, sejuknya alam sekitar dan segarnya udara di pemukiman.

Rabu, 04 November 2020

PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM BERAGAMA

Pancasila merupakan landasan ideologi untuk kehidupan bangsa Indonesia. Pilar ideologi ini memuat lima sila yang mencakup seluruh aspek. Mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan hingga keadilan. Selain Pancasila, ada 3 (tiga) pilar yang lain yakni NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945.

Mengawali kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Muballigh yang diadakan Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur dengan materi aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam beragama yang disampaikan oleh Mayor sholehudin. beliau menyampaikan, “bahwa Nilai-nilai pancasila dan pilar yang lain tidak berseberangan dengan agama, justru agama menjadi ruh dalam melaksanakan pilar-pilar tersebut, sudah saatnya para muballigh menyampaiakan materi-materi ceramah kepada masyarakat dengan mengambil materi dari nilai-nilai pilar negara tersebut dan  diperkuat dengan dalil (Al-Qur'an dan Sunnah), jika hal ini terjadi maka tidak ada lagi yang mengatakan bahwa pilar negara (Pancasila) tidak sesuai dengan ajaran Islam”.

“Sebagai muballigh, sudah saatnya mampu menyesuaikan diri dengan keadaan dan melihat kondisi masyarakat target dimana dakwah itu akan disampaikan, dengan cara kita masuk kedalam dunia mereka. Sehingga dakwah yang disampaikan tidak terasa menjenuhkan. Misal jika sasaran dakwah anak muda suka bernyanyi, maka gunakan media dakwah dengan cara bernyanyi, tentu sya’ir-sya’irnya diisi dengan nilai-nilai agama”, ujar Mayor sholehudin.

        Diakhir pertemuan, Alumnus Peterongan Jombang ini menegaskan, bahwa TNI dalam hal ini Bintal (Pembinaan Mental) Kodam V Brawijaya memiliki peran pertahanan semesta. Artinya, TNI akan melakukan pendekatan-perdekatan yang merakyat setiap menghadapi masalah kenegaraan. Maka dalam menangani masalah-masalah radikalisme dan berbagai masalah yang mengatasnamakan agama untuk merongrong NKRI, yang dilakukan lebih banyak dengan pendekatan kekeluargaan, dialog, pendampingan, dan pembinaan secara kontinu (berkesinambungan). Bahkan nilai-nilai dakwah Islampun dilakukan TNI di wilayah perbatasan. dengan bermain banjari, sholawatan misalnya. Justru dengan strategi ini lebih mengena di hati masyarakat yang akhirnya mereka pun ikut membantu TNI menjaga keamanan wilayah sekitar (perbatasan) dari ancaman separatis.

Jumat, 30 Oktober 2020

Telur

 

Anakku, Alhamdulillah ayam yang selama ini kakak rawat sudah bertelur, telurnya ada yang kita pecah karena kita masak dan ada yang pecah sendiri karena menetas.

Anakku, lihatlah. apa yang terjadi dengan telur yg kita pecah. ia akhirnya berakhir ditempat penggorengan jadi dadar telor dan kita makan. telur yg pecah sendiri, ia menetas karena di erami oleh induknya dan jadilah ia anak ayam yang menggemaskan dan kelak ia akan menjadi ayam dewasa yg bisa bertelur jika betina dan membuahi jika jantan.

begitupun dalam kehidupan. jika diibaratkan telur ayam, jadilah seperti telur yang kedua, pecah sendiri karena ada ayam yg menetas didalamnya.

Jadilah pribadi yang mandiri, percaya diri, mampu memegang prinsip. prinsip yang baik dan lahir dari dalam diri (hati) mu akan mampu membawa dirimu menjadi pribadi yang bermanfaat dan tidak mudah hanyut dengan situasi.

Janganlah menjadi seperti telur yg pertama, ia pecah karena pengaruh dari luar, tekanan. banyak orang yg berubah bukan karena kesadaran dari dirinya, tapi kerena trend. banyak yang ingin dilihat menjadi orang baik, dengan berpenampilan seakan menjadi orang baik. akhirnya, ia mudah terombang-ambing oleh keadaan dan lingkungan.

Namun yang terpenting dari keduanya, bergurulah pada orang-orang yang berilmu ('alim) dan orang yang mampu mengamalkan ilmunya ('ulama). apapun pilihan hidupmu jika memiliki guru, hidupmu akan lebih terarah. 

Jika engkau memiliki guru, maka bersyukur dan bersabarlah saat engkau bersama beliau. butuh waktu lama agar engkau menjadi pribadi yang matang, bermanfaat dan mampu "menetas" menjadi pribadi yang hidup membawa maslahat bagi semua.

#ibarat
#ayam
#kisahHikma
#washoya

FKPQ (semakin) DIHATI

 Mengenal FKPQ

Sebuah ungkapan (Maqolah) dari Sahabat ‘Ali Bin Abi Tholib atau ada riwayat yang mengatakan bahwa maqolah ini dari Imam Ghozali, Maqolah tersebut adalah                        الحق بلا نظام قد يغلبه الباطل بنظام artinya “Kebaikan yang tidak terorganisir dengan baik, akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir dengan baik”. Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) yang biasa dikenal dengan TPQ merupakan lembaga Pendidikan yang dikenal luas oleh umat Islam, karena dari TPQ-lah Al-Qur’an dikenal sejak dini, nilai-nilai kandungan yang termaktub dalam Al-Qur’an diajarkan dan ditanamkan pada generasi muslim, dari TPQ mereka mengenal ajaran-ajaran Islam berupa Fiqh, Aqidah, Akhlaqul karimah dan masih banyak lagi. Hampir setiap kelurahan/Desa ada LPQ, dan jumlahnya pastinya lebih dari 10 (Sepuluh) Lembaga, jika kita hitung total LPQ di setiap daerah, pastinya sangat banyak, lebih banyak dari Sekolah Formal.

Namun kenyataan akan lain jika kita melihat realita di lembaga-lembaga Pendidikan Al-Qur’an pada umumnya, apakah Lembaga-lembaga Pendidikan Al-Qur’an manajemenya sudah tertata dengan baik?, apakah setiap kegiatan yang dilaksanakan sehari-hari sudah pernah direncanakan berupa rencana tahunan, rencana semester oleh lembaga? Apakah antar lembaga LPQ dan ustadz/ah sudah saling mengenal dan mengadakan shilaturohim antar lembaga? Apakah antar Lembaga sudah terjalin ukhuwah menyamakan satu persepsi, visi dan misi untuk kemajuan Lembaga masing-masing dan meningkatkan kualitas pengajian agar kelak melahirkan generasi muslim (santri) yang berkualitas?. Jika belum, tentu kita butuh wadah sebagai perantara (washilah) untuk mewujudkan itu semua yakni FKPQ.

Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) merupakan organisasi wadah shilaturohim guru ngaji Al-Qur’an, sarana untuk berbagi ilmu dalam peningkatan kualitas pengelolaan Lembaga Penddidikan Al-Qur’an (LPQ) dan sebagai media untuk menjalin kerjasama dengan umara (Kemenag dan Pemerintah Kota Malang) dalam meningkatkan pelayanan Pendidikan Al-Qur’an, baik sumber daya ustadz/ahnya maupun manajemen lembaga dan kesejahteraan ustadz-ustadzahnya.

Hal ini menegaskan, bahwa FKPQ merupakan wadah shilaturhim guru ngaji lintas metode (tilawati, Qiroaty,dll), lintas organisasi masyarakat (NU, Muhammadiyah,dll) dan non pemerintahan (bukan dibawah kendali Kemenag maupun Pemerintah Kota), tapi FKPQ sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas Pendidikan Al-Qur’an.

Landasan Hukum

      Dalam menjalankan organisasi, FKPQ memiliki landasan Hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Adapun landasan hukum FKPQ sebagai berikut :

  • Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  • Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  • PP. No. 39 Th. 1992 Tentang Peran serta masyarakat dalam Pendidikan Nasional
  • Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Nomor 128     dan 44 A Tahun 1982 tentang Usaha Peningkatan Kemampuan Baca Tulis Huruf Al Qur’an Bagi Umat Islam dalam rangka Peningkatan Penghayatan dan Pengamalan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari;
  • Instruksi Menteri Agama RI Nomor 3 tahun 1990 tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan dan Kemampuan Baca Tulis Huruf Al Qur’an.
  • PP. Nomor 55 Tahun 2007 ttg Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan
  • PMA  No.13 Th. 2014 Tentang Pendidikan Keagamaan Islam
  • Hasil workshop lembaga TPQ Jawa Timur di hotel Jambuluwuk – Batu Tanggal 24 April 2014
  • SK KEMENKUM danHAM : AHU-0021689.AH.01.12. Tahun 2015.Tanggal 07 November 2015, AKTA NOTARIS :Tante Bintari, SH Nomor 119 Tanggal 30 Oktober 2015

Visi dan Misi

    Secara organisasi, FKPQ bergerak sesuai dengan Visi dan misi organisasi yakni :

›  Visi

Terwujudnya Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an sebagai mitra Kementerian Agama dan pemerintah daerah yang handal dan inovatif dalam wawasan Ahlus sunnah wal jamaah dalam bingkai NKRI

›  Misi

  1. Memperkuat keberadaan Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an
  2. Memperkuat persatuan dan kesatuan antar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an,
  3. Memperkuat Tali Ukhuwah Qur’aniyah antar asatidz-asatidzah pengajar Al-Qur’an,
  4. Memperkuat kerjasama kemitraan dengan  Kementerian Agama dan pemerintah kota, Kesra.
  5. Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait

Keberadaan FKPQ tentu akan sangat bermakna jika semua elemen pengelola Lembaga Pendidikan Al-Qur’an mendukung dan aktif dalam setiap kegiatan yang sudah direncanakan Bersama. Dizaman yang semakin maju ini, tantangan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an semakin berat, baik tantangan internal Lembaga (ustadz/ah, santri dan wali santri) maupun tantangan eksternal (Masyarakat,lingkungan, dll). Namun, jika berbagai tantangan kita hadapi dan musyawarahkan bersama, insyaallah akan mudah kita lalui. Maka disinilah peran FKPQ, dari LPQ untuk kemaslahatan LPQ. (azf)

Ad Placement