Memilih Pendidikan Anak
![]() |
| Sowan ke Gus Wafi, Ketua Yayasan PP. Bahrul Ulum Jombang Jawa Timur. |
![]() |
| Sowan ke KH.Nur Hadi (Mbah Bolong) Pengasuh PP. Falahul Muhibi |
![]() |
| Sowan ke Gus Wafi, Ketua Yayasan PP. Bahrul Ulum Jombang Jawa Timur. |
![]() |
| Sowan ke KH.Nur Hadi (Mbah Bolong) Pengasuh PP. Falahul Muhibi |
![]() |
| Dokumen Sosialisasi SE Nomor 7 Tahun 2023 Tentang Self Declare di Aula KUD Pakis Kabupaten Malang |
![]() |
| Dokumentasi : Desiminasi Peningkatan Akses Pembiayaan Bagi Koppontren Tahun 2023 |
Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) bagian penting dari roda ekonomi Pesantren memiliki potensi kuat pembangunan ekonomi masyarakat, khususnya warga pondok dan lingkungan pondok.
Pemerintah, melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menfasilitasi pengembangan koppontren melalui program kegiatan Desiminasi Peningkatan Akses Pembiayaan Bagi Koppontren Tahun 2023 yang dilaksanakan Selasa-Rabu (19-20/9/2023) di Dalwah Hotel Syariah, Jl. Raci Bangil Pasuruan.
"Peran Koperasi bagi perekonomian Jawa Timur dengan jumlah 37.688 sangatlah besar dan terbesar di Indonesia walau yang aktif masih 21.910", Ujar Pak Luqman.
Pak Luqman, Kepala Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur ini menambahkan, " Jumlah Pesantren terbanyak di Indonesia terletak di Jawa Timur. Jika koperasi yang jumlahnya terbesar dan berpotensi memajukan dalam bidang ekonomi, maka perlu adanya perpaduan potensi yang ada yakni Koperasi dan Pesantren, dan inilah yang diharapakan Ibu Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indarparawangsah".
Harapannya dengan program ini peserta mampu mengambil manfaat dan mampu mengamalkan sabda Nabi, Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah artinya Koppontren harus bisa mandiri dan pengembangan diri tanpa berpangku tangan dengan berharap banyak mendapatkan bantuan dari Pemerintah.
![]() |
| Dokumentasi : Guru dan Staff Lab. Terpadu UMM |
Study Visual, salah satu program integritas mata pelajaran yang dilaksanakan di luar kelas atau sekolah (outing class), lingkungan SMA Surya Buana Malang.
Belajar dimanapun dengan siapapun juga bisa, inilah prinsip merdeka belajar yang sudah lama dipraktekan di SMA Surya Buana Malang, termasuk dapat implementasi nya adalah Study Visual ini. Dimana para siswa akan belajar di tempat lain dengan nara sumber dari luar sebagai guru bagi para siswa.
Pelaksanaan Study Visual (SV) I SMA Surya Buana Malang, Rabu (13/09/2023) bertempat di Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Malang, Fakultas Perikanan dengan narasumber para dosen dan pengelola Lab Terpadu UMM Malang.
![]() |
| Dokumentasi : Siswa-siswi persiapan mengikuti materi |
Pilihan tempat dan narasumber pada Study Visual disesuaikan dengan Tema utama kegiatan, yakni tentang Air, “Jaga Airmu Untuk Masa Depan Yang Berkelanjutan”, integrasi Mata Pelajaran Geografi, Kimia, Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).
Diharapkan, dengan agenda Study Visual ini para siswa mampu memahami integrasi mata pelajaran yang selama ini dipelajari di sekolah dan mengimpelementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
![]() |
| Sambutan Kepala SMA Surya Buana Malang di Aula Lab. Terpadu UMM beserta pimpinan Fakultas Kepala Laboratorium dan Staff |
Sejatinya ilmu itu satu, sama-sama dari Allah SWT. Maka dengan ilmu-Nya manusia mampu mengenal-Nya. Maka sudah saat nya sejak dini para generasi muslim sudah mulai dikenalkan dan ditanamkan tentang integrasi ilmu, amal dan ilmiyah melalui program studi visual SMA Surya Buana Malang.
![]() |
| MoU Penandatanganan Kerjasama (Kolaborasi) Program Dengan Kepala SMA Sultan Zainal Abidin, Engku Abdullah bin Engku Dalam Ahmad (Keluarga Kerajaan) |
Semarak agustusan menjadi momen yang berharga bagi seluruh bangsa Indonesia, Anak-anak sampai nenek-nenek, desa sampai masyarakat perkotaan tumpah ruah merayakan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Berbagai kegiatan mengisi hari-hari selama bulan Agustus, mulai dari lomba-lomba, kerja bakti, doa bersama, upacara bendera sampai aktititas-aktifitas unik ikut serta memeriahkan bulan yang bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dimasa yang penuh dengan hedonis dan serba instan menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan peringatan kemerdekaan yang memiliki tujuan mulia, mengenang dan mentauladani jasa para pejuang NKRI ini.
Dimana banyak generasi milenial yang semakin acuh tan acuh dengan lingkungannya, apalagi dengan orang lain, merasa tak peduli. Generasi Milenial, generasi emas yang harus tetap dijaga dan didampingi agar kelak mereka memberikan peran penting menjaga tradisi yang sudah membumi.
Setiap generasi memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan kreasi, ide dan inovasinya, yang terpenting dalam dada mereka tetap tertanam rasa cinta yang tinggi pada negeri dan tetap setiap pada NKRI.
Bulan Juni, bulannya bung Karno (Ir. Soekarno) , presiden pertama negara tercinta, Indonesia.
Disebut bulan bung karno, karena di bulan ini, tepatnya 1 Juni 1945 bung Karno memperkenalkan 5 Sila Dasar Negara, Pancasila.
Selain itu, Bung karno lahir pada 6 Juni 1901 di Blitar dari pasangan Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai . Beliau Wafat pada 21 Juni 1970 di RSPAD Gatot Subroto, pemakaman beliau di Kota Blitar Jawa Timur.
Ungkapan yang masyhur dari bung karno, "Bangsa yang besar, adalah bangsa yang mampu menghargai jasa pahlawan nya".
Mengenalkan sejak dini pada para pahlawan perintis negeri ini InsyaAllah akan mampu menumbuhkan anak-anak rasa cinta pada Negaranya dan orang-orang yang berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan negeri ini, termasuk pada bung Karno.
Sosok bung Karno, yang menjadi tauladan bagi generasi adalah penghormatan beliau pada para ulama dan senantiasa memohon do'a restu pada orang tua, terutama pada ibu agar keberkahan dan kesuksesan mampu diraih.
Blitar, Jumat, 30/06/2023.
Peringatan Hari raya Idul Kurban adalah ibadah yang dilakukan dengan menyembelih hewan kurban seperti sapi, kambing, atau domba, sebagai bentuk penghormatan kepada Allah SWT. Ibadah kurban ini dilakukan sebagai tindakan ibadah yang menggambarkan kesediaan dan pengabdian seorang Muslim kepada Allah.
Kurban juga mencerminkan kesadaran dan rasa syukur umat Muslim terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah dalam kehidupan mereka. Sebagaimana firman dalam Q.S Al-Kautsar [108]: ayat 2;
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Artinya:
"Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah."
Pelaksanaan Ibadah kurban memiliki dasar hukum yang kuat dalam Islam. Hal ini didasarkan pada Al-Qur'an, di mana Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk mengurbankan putranya, Ismail AS, sebagai ujian kepatuhan dan pengabdian.
Nabi Ibrahim adalah Sosok ayah yang sabar dan senantiasa ta'at pada perintah Allah swt, kesabaranya dalam membina keluarga, sehingga kisahnya diabadikan oleh Allah swt dalam Al-Qur'an, agar mamou ditauladani, khususnya Pendidikan dalam keluarga. dimana setiap tahunya selalu diingat dan di rayakan, namun sering kali terlupakan.
Oleh sebab itu, marilah kita bersama merenungi (mentadaburi), belajar dan mentauladani kisah nabi Ibrahim dari Nabi Islami as. agar kita mampu mengambil pelajaran dalam membina putra / anak keturunan yang senantiasa patuh dan sholih.
Nabi Ibrahim AS selain sebagai rasul juga merupakan sosok ayah yang mampu menjadi tauladan dan kebanggaan bagi putranya, bagaimana kisahnya?
Lama Nabi Ibrahim mengharapkan kehadiran seorang anak dari Rahim istri beliau, Siti Sarah. namun tidak diberikan anugrah oleh Allah swt. Akhirnya, atas izin Siti Sarah. Beliau menikah dengan seorang budak, Wanita sholihah, berakhlaq mulia yang bernama Siti Hajar. Dari Siti Hajar inilah. Nabi Ibrahim as mendapatkan putra pertama yang Bernama Nabi Ismail as.
Dalam kisahnya, bahwa Saat istri beliau (Siti Hajar) sedang mengandung, Nabi Ibrahim senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan karunia anak yang sholih sebagaimana dalam QS. As-Saffat Ayat 100
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
Artinya : "Dia berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk golongan orang yang saleh dan taat menjalankan perintah-Mu dan membela agama-Mu.”
Di Saat Nabiyullah Ismail as telah lahir, beliau menempatkan istri dan anak beliau di tempat yang tepat agar kelak ia tumbuh menjadi pribadi yang kokoh-kuat dalam ketauhidan serta berakhlaqul karimah dengan melaksanakan Sholat. Dimana saat itu Nabi Ibrahim menempatkan istri beserta putra beliau Nabi Ismail, yang masih belia. Ditempatkan di tempat yang awalnya tandus, kering tanpa penghuni yakni baitullah. Sebagaimana dalam QS Ibrahim [14]: 37 :
رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى
بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ
فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ
لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Artinya: Ya Tuhan kami, sesungguhnya
aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai
tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami
(yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati
sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari
buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.
Peristiwa agung, yang sampai saat ini diingat dan menjadi Syariat, dimana Nabi Ibrahim AS sungguh aman santun dalam bertutur kata (Komunikasi) dengan Nabi Ismail, demokratis dalam mengambil sikap saat mendapatkan ujian, yakni saat penyampaian kabar perintah penyembelihan putra tercinta, Nabi Ismail AS. Dan sunggung menakjubkan jawaban Nabi Ismail atas perintah penyembelihan tersebut. peristiwa yang mengharukan itu, diabadikan oleh Allah swt dalam Q.S As-Saffat Ayat 102
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ
إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ
يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ
Artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Nabi Ibrahim, Nabi Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
Setelah Nabi Ismail mulai mengerti dan beranjak besar, Nabi Ibrahim AS, tidak hanya mengajarkan Akhlaq dan Aqidah pada Nabi Ismail dengan tutur kata, namun belau juga memberikan tauladan berupa perilaku yang baik (uswah Hasanah) pada putra beliau, bahkan kepada kita,sebagaimana firman Allah swt dalam QS Al-Mumtahanah Ayat 6 :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ ۚ وَمَن يَتَوَلَّ فَإِنَّ
ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ
Artinya: Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) Hari Kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dialah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji.
Tidak hanya berupa tutur kata, uswah hasanah, Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah swt. Termasuk dalam menjalankan amal-amal kebaikan. Nabi Ibrahim As senantiasa menyertai-membersamai Nabi Ismail AS seraya berdoa memohon kebaikan-kebaikan kepada Allah swt. sebagaimana saat nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail membangun pondasi ka’bah. Yang kemudian diabadaikan dalam QS . Al-Baqarah ayat 127
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِۦمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَٰعِيلُ
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"
Dalam waktu-waktu tertentu, Nabi Ibrahimpun senantiasa mendoakan kebaikan untuk anak keturunan beliau, agar senantiasa diberikan petunjuk oleh Allah swt menjalankan amal ibadah yang benar, dengan menyerahkan sepenuhnya akan masa depan dzurriyah (keturunan) beliau kepada Allah swt (Tawakkal), sebagaimana QS. Al-Baqarah 128
رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ
لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ
عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
Dalam kehidupan sehari-hari, nabi Ibrahim AS senantiasa memberikan nasihat-nasihat, washoya-washoya kepada putra-putra beliau. Agar mereka teguh dan kuat menjalankan agama Allah swt. Sebagaimana dalan QS. Al-Baqarah 132 ;
وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِۦمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَٰبَنِىَّ
إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Artinya: “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".
Dalam beberapa kisah Nabi Ibrahim tersebut, dapat kita ambil ibrah, terutama dalam membina keluarga;
Semoga dengan tulisan ini mampu memberikan manfaat dan maslahat bagi kita semua khususnya bagi penulis dalam mendidik anak, dan semoga putra-putra kita serta anak keturunan kita menjadi anak-anak yanga sholih-sholihah, anak yang senantisa menyertai, membimbing kita disaat kita sudah berusia senja bahkan saat sakaratul maut kita dituntun anak-anak kita dengan mengucapkan kalimat thoyibah, Laailaaha Illah hingga kita Kembali kepada Allah dalam keadaan husnul Khotimah, Amiin Allohumma Amiin.
![]() |
| Dokumen Tahfiz Camp SMASurba, 21-22 Juni 2023 |
Setiap kejadian di sekitar, ada ilmu yang tersimpan didalamnya, baik itu ilmu yang tampak berupa ilmu-ilmu pengetahuan alam, maupun ilmu yang tidak tampak, berupa ilmu hikmah.
Terbentangnya alam yang Allah SWT ciptakan, keindahannya akan benar-benar dirasakan jika dirasakan dan dipandang dengan penuh ketakjuban. Atau hanya akan berlalu dengan biasa-biasa jika tidak dirasakan serta dinikmati dengan penuh penghayatan akan kebesaran ciptaan-Nya.
Pengetahuan yang didasari dengan kesadaran bahwa segala sesuatu yang dilihat di alam adalah anugerah-Nya yang semata-mata diberikan kepada manusia agar dirawat dan dijaga.
Manusia dengan berbekal pengetahuan yang dimiliki dipercaya oleh Allah SWT agar melestarikan alam, minimal sebagai pengingat bahwa alam yang dilihat ini menunjukkan ada pencipta yang wajib di sembah dan manusia hanyalah seorang hamba.
Bukan dengan pengetahuan yang dimiliki semata-mata sebagai "pesaing" Allah SWT untuk mengusai alam dengan melupakan-Nya dan mengeksploitasi isinya, atau Berbuat kemaksiatan karena terlena akan keindahan alam yang Allah ciptakan.
Penciptaan alam, sudah sepatutnya untuk disyukuri dan senantiasa ditadaburi agar menjadi pengingat, pengokoh keyakinan kita sebagai seorang hamba agar lebih sungguh-sungguh dalam beribadah.
Keindahan alam sebagai media untuk mengenal-Nya dan menghadirkan keindahan sang Pencipta dalam segala ciptaan dan kodrat-Nya, termasuk segala ketentuan (kodrat) yang Allah SWT tetapkan pada manusia, takdir.
Mentadaburi ciptaan-Nya, agar lebih mengenal-Nya merupakan bagian dari program SMA Surya Buana Malang dalam rangkaian kegiatan Tahfiz camp yang dilaksanakan di sekitar coban parangtejo, Kebun Rojo Camp pada 21-22 Juni 2023.
Semoga dengan kegiatan ini akan menjadi bekal bagi siswa-siswi sebagai generasi Qur'ani yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlaq mulia, Amiin.
Allohu A'lam bis showab.
![]() |
| Dokumen keluarga: Dinoyo-Malang, Mei 2023 |
Menyikapi dan menghadapi anak yang memiliki prilaku "berbeda" dengan anak yang lain perlu pendekatan khusus, dan orang tua harus siap dengan kondisi yang ada.
Anak yang memiliki prilaku berbeda, bisa jadi karena itu sudut pandang penilaian orangtua yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang selama ini ia pahami. Bagi anak, apa yang ia lakukan bisa jadi itu hal yang biasa, karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman.
Maka bagi orang tua harus bersabar memberikan pemahaman agar anak tahu bahwa apa yang ia lakukan kurang baik, sehingga ia memiliki prilaku yang berbeda dengan anak pada umumnya.
Anak dengan prilaku yang berbeda bukan berarti berkonotasi negatif, ada saatnya hal itu terjadi karena akan menambah pengetahuan sehingga ia bisa lebih kreatif, pengalaman berharga akan ia dapatkan berawal dari sebuah kesalahan atau bahkan keberhasilan.
Melakukan pendekatan pada anak membutuhkan cara unik, tidak bisa disama ratakan persis dengan pengetahuan yang kita miliki atau perlakuan yang sama untuk semua anak.
Inilah anugrah yang luar biasa dari Allah kepada orangtua, agar ia bisa menjadi orang tua yang lebih sabar tabah, Amiin.
Ad Placement
Subscribe di situs ini untuk mendapatkan update berita terbaru