kangzainfuad.com

Minggu, 13 September 2020

LPQ Se -Tasikmadu Siap menjadi Lembaga yang Legal dan Maju

 

Pelaksanaan Pembinaan Guru Ngaji TPQ Se-Kelurahan Alhamdulillah berjalan dengan baik dan Lancar. Lurah Tasikmadu, Drs. Sunarka M.AP. menyampaikan, walaupun dimasa pendemi kegiatan kemasyarakatan jangan sampai terhenti, tentunya dengan tetap memperhatikan dan mematuhi Protokoler kesehatan. Pak Lurah menambahkan, saat ini pemerintah fokus pada penanganan covid-19 sehingga berpengaruh pada kegiatan sosial keagamaan terutama pendanaan kegiatan, bahkan tahun depan Pemerintah Kelurahan tidak ada anggaran untuk kegiatan semacam ini. Syukur Alhamdulillah, dengan terlaksananya kegiatan pembinaan ini sangat mengapresiasi dan semoga ada tindak lanjut.

Ustadz Nur Wahid selaku Seksi bagian Keagamaan Kelurahan Tasikmadu berharap, dengan pembinaan ini, Seluruh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di wilayah Tasikmadu semakin maju dan Legal. karena selama ini masih banyak TPQ yang belum memiliki izin operasional berupa Nomor Statistik Pendidikan Al-Qur'an (NSPQ) dan hampir semua lembaga belum memiliki Badan Hukum (Kemenkum Ham) dan belum berakta notaris.

Materi Pertama disampaikan oleh Penyuluh KUA Lowokwaru, Ibu Ernawati.S.Ag. Beliau menyampaikan materi terkait dengan Tahapan-tahapan permohonan izin Operasional Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ), ada beberapa tahapan yang akan dilalui oleh lembaga yang akan mengajukan legalitas lembaga (NSPQ),

Tahap pertama (Pengurusan di Kantor Kelurahan),  

Pada tahap ini, lembaga mengajukan Permohonan Surat Keterangan Domisili dari Kelurahan Setempat, maka yang perlu disiapkan LPQ sebagai berikut :

1. Surat Pengantar dari RT dan RW

2. Profil Lembaga

3. Fc KTP dan KK Ketua

Tahap kedua, (KUA).

Tahap yang kedua, LPQ mengajukan surat rekomendasi dari KUA di kecamatan masing-masing dengan membawa berkas :

1.    Surat Permohonan Rekomendasi dari KUA,

Lembaga membuat surat yang di tujukan kepada Kepala Kantor KUA Kecamatan agar mengeluarkan surat rekomendasi kepada LPQ untuk mendapatkan Sertifikat Izin Operasional yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Malang. Sebelum KUA mengeluarkan surat rekomendasi Penyuluh Agama KUA Ajan menverifikasi dan mensupervisi lembaga dengan mendatangi langsung ke lembaga, atau bila diperlukan akan di dampingi oleh pengurus FKPQ Kelurahan untuk memantau secara langsung ke lapangan.

2. Berkas 1 Bendel

3. Fc Surat Keterangan Domisili Lembaga

Tahap ketiga, Kantor Kemenag Kota Malang.

Permohonan Penerbitan Izin Operasional dengan membawa berkas sebagai berikut:

1. Surat Rekomendasi dari KUA

2. Berkas 1 Bendel

3. Fc Surat Keterangan Domisili Lembaga

Jika semua persyaratan tahap ketiga ini lancar dan sukses, maka PD Pontren akan memproses SK Izin Operasional dan NSPQ.

Pemateri kedua disampaikan ustadz Ahmad Zain Fuad,S.Si.,S.Pd.,M.Pd., Ketua DPC FKPQ Kota Malang. pada sesi kedua ini, materi yang disampaikan lebih banyak pada hal-hal teknis agar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an mudah mendapatkan izin operasional dari kantor kementrian agama dengan cara melengkapi beberapa berkas yang sudah disiapkan sebelum mengajukan surat rekomendasi dari KUA, diantaranya :

  1. Profil Lembaga
  2. Data Santri dan Pengajar
  3.  SK Pengangkatan Kepala dan Pengajar
  4.  Fc Ijazah Terakhir Kepala dan Pengajar
  5.  Susunan Organisasi di TPQ, Jika TPQ di bawah ketakmiran musholla, masjid, atau yayasan maka disertai susunan kepengurusan ketakmiran yang menjelaskan keberadaan Kepala dan Pengajar dalam struktur kepengurusan.
  6.  Surat Pernyataan Setia pada NKRI
  7.  Jadwal Kegiatan Pembelajaran
  8.  Denah Lokasi TPQ
  9.  Foto TPQ dan Kegiatan TPQ

Sementara ini, persyaratan yang perlu dilengkapi namun tidak wajib ada yaitu:

  1.  Surat Keterangan Tanah
  2.  NPWP
  3.  Fc Akte Notaris dan SK Kemenkumham
  4.  Piagam Organisasi Induk Pembina

Namun, Persyaratan tambahan tersebut jika Kemenag Kota Malang menerapkan Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 91 Tahun 2020 poin nomor 3 (Akte Notaris dan SK Kemenkumham), maka setiap TPQ Wajib berbadan hukum dengan membuktikan adanya Akte Notaris dan SK Kemenkumham.

Sebelum kegiatan ini diakhiri, beberapa peserta menyampaikan masukan dan pertanyaan terkait dengan prosedur pengurusan NSPQ. sebagaimana yang disampaikan ust. Rianto, beliau merasa keberatan dengan ribetnya pengurusan NSPQ, mengingat kesibukan guru ngaji yang luar biasa padat. beliau berharap agar pengurusan izin ini lebih dipermudah, sehingga lembaga-lembaga termotivasi untuk menuntaskan pengurusan izin operasional lembaga sampai di tahap akhir, dengan keluarnya izin operasional dari Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Malang. Ustadz Sunarto dari TPQ RW 02 menambahkan, agar FKPQ Kota Malang membuatkan atau menyiapkan form-form kosong untuk mempermudah lembaga yang akan mengurus izin operasional, form-form itu berisi tentang persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi oleh lembaga.

menanggapi masukan dan pertanyaan tersebut, kedua pemateri sepakat untuk memberikan kemudahan, tentu kemudahan itu diberikan sesuai dengan Tugas dan Pokok fungsi (Tupoksi) masing-masing. Penyuluh akan selalu siap membantu lembaga yang akan mengurus persyaratan jika mengalami kesulitan dan FKPQ Kota Malang insyaallah akan melakukan pendampingan, pembinaan secara rutin dan menyediaan form-form berkas yang dibutuhkan oleh lembaga yang akan mengurus izin operasional (NSPQ) dan FKPQ akan menfasilitasi lembaga yang sudah memiliki NSPQ namun belum berbadan hukum untuk bergabung dengan Badan Hukum Yayasan FKPQ jika lembaganya ingin lebih legal dan kuat secara hukum.

Sabtu, 12 September 2020

Teguhkan Hati Meraih Kebahagiaan Hakiki

Apa yang menjadi ketetapan dalam Al-Quran dan Sunnah pastilah menghadirkan kebaikan dan kemaslahatan bagi umat manusia, khususunya bagi insan yang beriman.

Al-Quran dan Hadits sebagai buku pedoman (Hudan) akan menyelamatkan manusia dari jalan yang gelap di dunia ini menuju jalan terang benderang, meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

sebagaimana Allah swt berfirman,

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus ….[al-Isrâ`/17:9]

dalam Q.S Al-A'raf,

وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al-Qur’an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. [al-A’râf/7:52].

Hadits sebagai penjelas bagaimana mengimplementasi isi kandungan Al-Qur'an berupa ucapan, tindakan dan ketetapan Rasulullah saw.

Rasulullah saw diutus di dunia sebagai Uswah Hasanah yang akhlaqnya mencerminkan Akhlah Al-Qur'an (Khuluquhul Qur'an). 

Allah swt. berfirman QS Al-Ahzab [33]: 2l

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sesungguhnya terdapat dalam diri Rasul teladan yang baik bagi yang mengharapkan (ridha) Allah dan ganjaran di hari kemudian dan dia banyak menyebut Allah." (QS Al-Ahzab [33]: 2l).

Terkait dengan Akhlaq Rasulullah saw. Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Aisyah RA tentang akhlak Rasulullah SAW. Aisyah menjawab,

كاَنَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

“Akhlak Rasulullah adalah Al Qur’an.” (HR. Muslim).

Mengharapkan kehidupan yang ideal, meraih kebahagiaan dunia dan akhirat adalah harapan semua manusia, walaupun dalam prosesnya penuh dengan perjuangan antara bahagia dan duka, semua  bisa dilalui dengan mengambil hikmah serta memperbaiki prosesnya dan meneguhkan kembali hati yang mulai tercerai berai karena ujian kehidupan menuju kebahagiaan hakiki. maka disinilah poin pentingnya Al-Qur'an dan Hadits. Bukankah dalam diri manusia ada segumpal hati yang senantiasa goyah oleh hiruk pikuk dunia?

Maka, kembalilah pada Al-Qur'an dan Hadits.

Apakah cukup dengan Al-Qur'an dan Hadits? akan lebih lengkap jika dikuatkan dengan Ijma' Ulama sebagai peneguh langkah kita.

Semoga Allah swt membimbing kita dalam meraih keberkahan dan keridloan-Nya. Amiin

Jumat, 11 September 2020

Bahasa Hati: Langkah Tepat Saat buah Hati Sakit

Setiap keluarga memiliki cara tersendiri dalam mengahadapi buah hatinya yang sedang sakit. pastinya, orang tua akan senantiasa berusaha memberikan yang terbaik utuk buah hatinya agar tetap tabah menjalani masa-masa sakitnya, memotivasi agar psikis-fisik tetap kuat, bertahan dalam kondisi apapun.

apalagi jika buah hati itu masih berusia balita, segala jeluh kesahnya hanya terucap melalui rintihan dan tangisan, apa yang menjadi keinginanya tidak mampu terucap dengan kata-kata, orang tua hanya mampu memahami setiap jeritanya menurut persepsi orang tua, bahasa hati.

perlu kejernihan hati dan pikiran agar kita mampu memahami apa yang ia inginkan. tidak cukup dengan himbauan agar buah hati terdiam, malah akan menjerit jika apa yang kita ucapkan membuat buah hati merasa tidak diperhatikan, karena keterbatasan mencerna dan memahami kata-kata yang keluar dari orang tuanya.

Kesamaan pemahaman, menyamakan "sepktrum" bahasa hati, mampu membuka pemahaman antara buah hati dan orang tua, inilah kuncinya.

penyamaan "spektrum" ini menjadi sangat penting agar apa yang kita berikan pada buah hati mampu ia cerna dan pahami,pelayanan dan perhatian akan lebih maksimaldan buah hatipun terasa nyaman.

kesabaran dan keuletan orang tua menjadi jalan agar ia mampu memahami keinginan dengan media penyamaan "spektrum" ini, jika kondisi batin orang tua masih/mudah labil akan terasa sulit menerima sinyal/gelombang suara hati anak. maka langkah-langkah yang harus dilakukan orang tua adalah;

1. Tenangkan pikiran.

Saat buah hati menangis dan meringik sakit, jangan langsung mengambil sikap-tindakan, cukup 1-2 menit untuk menenangkan hati dan pahami apa yang sebenarnya terjadi pada buah hati.

2. Peluk

jika hati masih belum tenang, atau terbawa kesedihan melihat kondisi buah hati, peluklah ia, berikan empati yg tinggi pada buah hati. jika belum bisa dengan ucapan, cukup sampaikan melalui perasaan.

3. Kuatkan hati.

sebagai orang tua harus kuat menerima kenyataan, bahwa segala sesuatu pasti akan mengalai masa-masa tertentu, kadang suka-bahagia, kadang duka-menyakitkan. jangan sampai melihat keadaan buah hati yang sedang bersedih, kita larut dalam kesedihan sampai lupa pada yang maha pencipta.

 يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ تَعَالَى وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

“Senantiasa cobaan itu menimpa seorang mukmin atau mukminah pada dirinya, anak ataupun hartanya, sampai dia bertemu dengan Allah ta’ala dalam keadaan tidak memiliki kesalahan.” (HR. At-Tirmidzi no. 2399)

dengan mengingat apa yang Allah swt janjikan dan Rasulullah saw ajarkan, insyaallah akan mampu menguatkan hati  dan mampu menerima kenyataan.

4. Berikan Pelayanan Terbaik.

Saat kondisi sudah pasti, buah hati sudah diketahui apa penyebab ia memgalami rasa sakit, maka segera dan jangam ditunda, berikan ia tindakan. tindakan pertama yang bisa dilakukan langsung konsuultasikan kepada orang-orang yang mengerti dan paham penyakit, keadaan buah hati. kesungguhan orang tua dalam memberikan perhatian dan pelayanan akan mampu menjadi motivasi bagi buah hati untuk tetap tegar dan tabah menghadapi ujian yg ia hadapi.

5. Pasrah (Tawakkal dan Berdo'a)

langkah terkahir yang bisa dilakukan orang tua adalah dengan memasrahkan segala upayanya kepada Allah swt. jangan sampai kecintaam kita kepada anak melupakan hakikat anugrah  hadirnya anak ditengah-tengah kehidupan kita dan senantiasa berdoa utk kesembuhanya, sebagaimana Rasulillah saw. pernah bersabda:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

“Ada tiga doa yang pasti akan terkabul, tidak diragukan lagi: doa orangtua, doa orang yang bepergian, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Abu Dawud no. 1536).

hanya kepasrahan dan menerima kenyataan yang dialami buah hati dan meneguhkan hati sebagai orang tua melihat kondisi yang ada insyaallah akan mempermudah terbukanya cela "spektrum" hati antara buah hati dan orang tua yang akhirnya akan mengantarkan ketentraman dan ketenangan disaat dalam menghadapi ujian.

Minggu, 06 September 2020

FKPQ Kota Malang : Memberikan Solusi bagi Lembaga yang belum berbadan Hukum

Menindak lanjuti surat edaran Kementrian agama Republik Indonesia Direktorat Jendral Pendidikan Agama Islam Nomor : B-428/DJ.I/Dt.I.V/HM.01/02/20 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Quran. Serta Keputusan Diretur Jendral Pendidikan Islam Nomor 91 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an Bab III Pendaftaran dan penutupan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an. Maka kami selaku pengurus Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Kota Malang mengadakan rapat internal di RTQ Raudlotul Mubtadi'in Kasin Klojen dalam rangka menyikapi dan memberikan solusi kepada seluruh Lembaga Pendidikan Al-Qur’an terkait dengan edaran tersebut.

Mengingat Lembaga Pendidikan Al-Qur’an selama ini yang diselenggarakan oleh masyarakat secara ikhlas demi syi’ar Islam serta membina generasi muslim dalam belajar membaca Al-Qur’an, berdiri hanya berbekal tekat, tawakkal, berjuang sekuat tenaga, biaya dan waktu yang seadanya. masih merasa sangat sulit mendaftarkan diri di kementrian agama, terutama dalam mendapatkan legalitas Lembaga berupa Nomor Statistik Pendidikan Al-Qur’an (NSPQ) karena prosedur dan pemenuhan persyaratan administrasi yang cukup banyak.

Jika melihat kenyataan dilapangan, pengelola LPQ (ustadz/ah) dengan penuh kesadaran meluangkan waktu untuk mengurus legalitas di Kantor Kemenag membutuhkan waktu dan pengorbanan yang luar biasa, apalagi dilengkapi dengan persyaratan administrasi yang cukup “mahal” yakni adanya persyaratan, bahwa LPQ yang mengajukan sertifikat pendirian harus berbadan hukum. bagi LPQ kecil yang biaya operasional pelaksanaan Pendidikan hanya apa adanya, ini tentu memberatkan.

Oleh sebab itu, kami selaku pengurus FKPQ Kota Malang, yang merupakan bagian dari rumah besar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) di Kota Malang siap membantu LPQ yang mengalami kesulitan terutama dalam memenuhi persyaratan adanya badan hukum. Bagi LPQ yang akan mengajukan permohonan izin operasional di kementrian agama, bisa menggunakan badan hukum Yayasan FKPQ sebagai payung hukum.

Bagi TPQ yang sudah memiliki NSPQ dan belum memiliki payung hukum berupa Badan Hukum (Yayasan) bisa bergabung dengan Yayasan FKPQ. Badan Hukum ini sebagai legalitas lembaga (TPQ/LPQ) agar dalam perjalanan dakwahnya semakin kokoh karena ada Badan Hukum yang menaungi.

Dalam hal ini, FKPQ Kota Malang berkomitmen untuk membantu, membina dan mengawal Lembaga-lembaga yang mengalami kesulitan mengurus legalitas, dan pendampingan Lembaga dalam mengelola agar lebih baik. Wujud dari pelaksanaan komitmen ini, bagi TPQ yang akan menggunakan badan hukum Yayasan FKPQ harus memenuhi beberapa persyaratan :

1. Kepala Lembaga siap dan berkomitmen untuk bergabung dibawah naungan yayasan FKPQ diwujudkan dengan membuat surat permohonan bergabung dengan Yayasan FKPQ,

2. Siap mengikuti pembinaan Lembaga yang diselenggarakan oleh FKPQ dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Lembaga, baik secara administrasi maupun ustadz dan ustadzahnya.

3. Menyerahkan foto copy KTP kepala Lembaga beserta ustadz/ahnya.

Jika persyaratan tersebut sudah dipenuhi, maka Lembaga yang sudah resmi mendapatkan legalitas sebagai Lembaga dibawah naungan Yayasan FKPQ akan mendapatkan :

1. Surat keterangan, bahwa Lembaga LPQ tersebut dibawah naungan Yayasan FKPQ.

2. Kepala Lembaga akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari ketua Pengurus Cabang (PC) FKPQ Kota Malang. (pengajuan bisa kolektif melalui koordinator kelurahan FKPQ Masing-masing, atau langsung ke FKPQ Kota)

3. Setelah Lembaga tersebut resmi menjadi bagian dari Yayaan FKPQ, maka struktur organisasi dalam Lembaga akan mengalami perubahan. Yakni, diatas kepala Lembaga ada ketua FKPQ Kota Malang selaku Pembina.

Teknis pemenuhan administrasi sebagaimana tersebut diatas bisa mengisi persyaratan pada link form berikut : https://bit.ly/2RbNKgK

Harapan kami, semoga dengan bergabungnya Lembaga ustadz/ah di Yayasan FKPQ, jalinan shilaturohim dan ukhuwah antar Lembaga semakin kuat. Bagi LPQ yang selama ini sudah bediri mandiri dibawah naungan badan hukum yang lain, tetap berkomitmen yang sama sebagaimana Lembaga yang sudah mendaftarkan Lembaga di Yayasan FKPQ dan berjuang Bersama, demi syi’arnya Islam di Bumi Arema, Amiin.

Rabu, 02 September 2020

FKPQ Jatim tanggap Covid-19


Pasca Pelaksanaan New Normal persebaran Coronavirus Disease-2019 meningkat cepat setiap harinya. Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi global (WHO, 2020). Tercatat 213 Negara terpapar Covid-19 dengan jumlah kasus 2.549.632 (BNPB, 2020). Indonesia menjadi negara dengan peringkat pertama kasus Covid-19 di Asia Tenggara. 

Sedangkang di Provinsi Jawa Timur, total kasus kumulatif pasien Corona COVID-19 mencapai 34.278 orang. Pasien dinyatakan sembuh dari COVID-19 bertambah 314 orang. Total pasien positif COVID-19 yang sembuh mencapai 26.777 orang di Jawa Timur.

Melihat Kondisi tersebut, Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur'an (FKPQ) Jawa Timur sebagai organisasi yang membawahi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) se-Jawa Timur mengadakan pertemuan menindaklanjuti gerakan tanggap Covid-19.

Sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya dalam pengajaran Al-Qur'an akan senantiasa bersinergi dengan pemerintah untuk menggalakkan program penanggulangan covid-19.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Yayasan Adinda Sidoresmo Surabaya yang di hadiri Ketua PC Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur memutuskan :
1. FKPQ Jawa Timur sudah mengusahakaan Bantuan kepada Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) di daerah masing-masing.
2. Jika Bantuan yg diajukan terealisasikan, maka LPQ berkewajiban memberikan edukasi dan praktek penanggulangan covid-19.
3. Edukasi dan praktek bisa berupa pembelian barang-barang kebutuhan covid-19 dan penggunaan barang.
4. Pengurus FKPQ Sebagai garda terdepan harus siap mendampingi masyarakat sekitar agar tanggap dan sigap penanggulangan Covid-19, terutama penanaman Iman dan Taqwa sebagai Vaksin terkuat yang insyaallah akan memperkuat individu dari serangan covid.
Ustadz Azis ketua FKPQ Jatim menyampaikan, dalam masa covid-19 ini ada penyamaan persepsi akan visi dan misi organisasi serta meningkatkan komunikasi antar pengurus, agar segala kebijakan dan informasi yang disampaikan oleh pengurus bisa terealisasi di masing-masing daerah.

Senin, 31 Agustus 2020

Profil web


Web ini dikelola sebagai bagian dari upaya mensyi’arkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh penulis dengan harapan menghadirkan manfaat (tambahan informasi) bagi pembaca.

Bagi pembaca yang akan bershilaturohim dengan penulis bisa berkunjung ke alamat kami di Jl. Akordion Utara Maharaja Residen B-2 Tunggulwuung Lowokwaru Kota Malang. Atau melalui email zainfuad57@gmail.com.

Semoga kehadiran web ini membawa manfaat dan berkah bagi pembaca. Selamat menikmati..!

Laporan Kegiatan Santunan Yatim-Piatu RT-19


Alhamdulillah, kegiatan Santunan Anak Yatim-Piatu dalam Rangka menjalankan sunnah Rasulullah saw, sunah kemulyaan bulan Muharam sudah terlaksana dengan lancar, walau dalam keadaan terbtas dan sangat sederhana.

Sebagaimana rencana, kegiatan dilaksanakan tepat setelah sholat Maghrib dengan MC sekaligus pembukaan oleh Pak Roomi dari Maharaja. dilanjutkan dengan sambutan atasnama warga RT-19, Bapak Ahmad Zain Fuad (Ketua RT-19).

dalam sambutan itu, yang kami sampaikan ucapan terimakasih dan mohon do'a kepada anak Yatim-Piatu sekaligus wali yatim yang hadir untuk Keharmonisan, kesehatan, keberkahan rizky dan kehidupan warga seluruh warga RT-19.

kegiatan ini ditutup dengan Do'a oleh Tokoh Masyarakat, Pak Slamet.

sebelum acara ramah tamah, pak supri selaku koordinator kegiatan memandu kegiatan pembagian santunan kepada Yatim-Piatu sejumlah 20 anak berupa uang tunai Rp. 100.000, sembako berupa Beras, dan Nasi Kotak.

walau acara tidak semewah dan bingkisan untuk yatim tidak sebanyak tahun lalu, Alhamdulillah kegiatan istiqomah di lingkungan RT-19 ini terlaksana dengan penuh hidmat, sebagaimana Protokoler  yang sudah ditentukan, kegiatan terlaksana sejak pembukaan sampai akhir tidak lebih dari 30 menit.

Adapun dana yang terkumpul Rp. 3000.000,- dengan rincian sumber dana donatur sebagai berikut ;

1. Hamba Allah....500.000,-
2. Bpk. Sumitro...250.000,-
3. Bpk. Rifqi Indra...500.000,-
4. Hamba Allah (maharaja)...300.000,-
5. Bpk. Niswan (Mutiara Jingga residence)...450.000,-
6. Sdr. Firman Jati Pamungkas (GA)...250.000,-
7. Hamba Allah (maharaja)...350.000,-
8. hamba Allah (de Prima) 400.000

Demikian laporan kegiatan Santunan Yatim-Piatu di lingkungan RT-19 kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terimakasih.

Semoga Allah swt. menerima Amal sedekah bapak/ibu, membawa keberkahan RT-19,  dikuatkan Iman dan taqwanya. Amiiin.

Malang, 01 September 2020

Ketua RT-19

Ahmad Zain Fuad.

Sabtu, 22 Agustus 2020

Amalan Sunnah di Bulan Muharam


Bulan Muharam merupakan bulan mulia diantara bulan-bulan yang lain, dimana Allah swt memberikan keistimewaan pada 4 (bulan) agar umat Islam mampu memanfaatkan bulan-bulan mulia itu untuk melakukan amaliyah ibadah dengan kualitas yang lebih baik diabandingan bulan-bulan yang lain, sebagaimana Allah swt. berfirman  dalam Al Quran surat at Taubah ayat 36 yang berbunyi:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (36)

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah SWT ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antara empat bulan haram (bulan Dzulqo’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam empat bulan mulia itu dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.” (At-taubah: 9:36).

Dalam sebuah hadis Rasulillah saw. dari sahabat Abi Bakrah mengenai keutamaan bulan Muharram, yang berbunyi sebagai berikut:

عَنْ أَبِى بَكْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ  قَالَ «الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ.

Artinya: Dari Abi Bakrah dari Rasulullah, bersabda: “Sesungguhnya masa berputar seperti hari saat Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun adalah 12 bulan, di antaranya ada empat bulan yang mulia. Yang tiga secara beriringan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram, dan Rajab yang terletak antara Jumada dan Sya’ban.” (HR al-Bukhari 5550 dan Muslim 4477).

Kehadiran bulan-bulan yang mulia ini tentu jangan sampai terlewatkan, khususnya di Bulan Muharam ini. Amaliah sunnah yang di contohkan oleh Rasulullah saw dan diamalkan para sahabat serta Ulama'-'ulama Salafus Sholih menjadi pijakan kita agar apa yang kita amalkan bernilai Ibadah yang diterima oleh Allah swt. diantara amalan-amalan tersebut adalah :


1. Puasa di bulan Muharam
Rasulillah saw. bersabda;
 النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمِ.

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.”

dalam hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda;
 قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صَوْمُ يَوْمٍ مِنْ شَهْرِ حَرَامٍ أَفْضَلُ مِنْ ثَلَاثِيْنَ مِنْ غَيْرِهِ وَصَوْمُ يَوْمٍ مِنْ رَمَضَانَ أَفْضَلُ مِنْ ثَلَاثِيْنَ مِنْ شَهْرِ حَرَامٍ.

Artinya :
“Puasa satu hari di Bulan Muharram itu lebih utama daripada puasa 30 hari di bulan lainnya, dan puasa satu hari di Bulan Ramadan itu lebih utama daripada puasa 30 hari di Bulan Muharram.”
2. Memperbanyak berdzikr dan do'a 'Asyuro.

Pada hari Asyuro’ dianjurkan untuk membacaحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْر  sebanyak 70 kali pada waktu setelah Maghrib. Setelah itu membaca doa di bawah ini sebanyak tujuh kali.

دُعَاءُ عَاشُرَاءَ

بسم الله الرحمن الرحيم. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ, لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّاَ إِلَيْهِ, سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَآمَّاتِ كُلِّهَا, نَسْأَلُكَ السَّلَا مَةَ كُلَّهَا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّاَ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, نِعمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم.

Selain itu, pada hari Asyuro’ juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa. Anjuran ini tertuang dalam hadis yang diriwayatkan Imam Turmudzi dari jalur Abi Qatadah dari Rasulullah SAW bersabda :

حدثنا قتيبة و أحمد بن عبد الضبي قالا حدثنا حماد بن زيد عن غيلان بن جرير عن عبد الله بن معبد عن أبي قتادة : أن النبي صلى الله عليه و سلم قال صيام يوم عاشوراء إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله

Bahwa hadis di atas menunjukkan bahwa Nabi SAW bersabda mengenai keutamaan puasa hari Asyuro’ (10 Muharram) yaitu mengahapus dosa satu tahun yang sebelumnya.

Di samping melakukan puasa Asyura ini juga dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram (hari Tasu’a). Anjuran ini dengan alasan agar tidak menyerupai puasa kaum Yahudi, seperti diceritakan dari sahabat Ibnu Abbas, beliau berkata,
“Ketika Rasulullah datang ke Madinah, beliau melihat orang Yahudi yang sedang berpuasa pada hari ‘Asyuro. Kemudian Rasulullah SAW bertanya kepadanya, ‘Hari apa ini?’ Mereka pun menjawab, ‘Hari ini adalah hari yang baik. Hari di mana Allah SWT menyelamatkan kaum Bani Israil dari musuhnya, kemudian Nabi Musa berpuasa pada hari itu.’ Rasulullah menanggapi seraya berkata, ‘Aku lebih berhak daripada kalian.'”
Kemudian Rasulullah berpuasa pada hari itu–dalam suatu riwayat karena mengagungkan Nabi Musa-dan memerintahkan para sahabat agar berpuasa.

selain amalam-amalan tersebut, amalan yang lain:
3. menyambung silaturrahim,
4. Bershadaqah,
5. Mandi,
6. Memakai celak mata,
7. Berziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal),
8. Menjenguk orang sakit,
9. Menambah nafkah keluarga,
10. Memotong kuku,
11. Mengusap kepala anak yatim,
12. Membaca surat al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.

Beberapa amalan-amalan sunnah tersebut, sejak zaman Rasulillah saw. sampai saat ini masih diamalkan oleh seluruh umat Islam Aswaja di seluruh dunia. semua itu diamalkan dalam rangka agar lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. hati semakin dekat dan tentram dalam mengawali tahun baru dan menyongsong hari-hari berikutnya.

Ketentraman akan senantiasa hadir, jika dalam setiap perilaku diawali dengan niat yang baik, dalam prosesnya dijalani dengan diiringi hati tawakkal dan berdo'a kepada Allah swt. karena semua yg terjadi dan yang akan terjadi tiada yg mampu merubah kecuali atas kehendak Allah swt. maka, di Momen bulan mulia (Muharam) ini menjadi saat yg tepat dengan mengamalkan amalan-amalan yang mampu mendekatkan diri kepada Allah swt.

Jumat, 21 Agustus 2020

Refleksi: Hakikat Tahun Baru

Rasulullah saw.bersabda:
الاستقامه خير من الف كرامه
istiqomah lebih baik dari seribu karomah.
Amalan istiqomah ini mudah dilaksanakan bagi mereka yang memiliki i'tikad yang kuat untuk melakukan kebaikan, dan tentunya tidak mudah bagi mereka yang tidak memiliki i'tikad yang kuat, maka beruntunglah yang selama ini istiqomah melaksanakan amalan kebaikan termasuk dalam beribadah, upayakan ditahun ini lebih ditingkatkan lagi.

Tahun baru merupakan saat yg tepat untuk memperbaiki dan mengevaluasi diri, apakah fase kehidupan yang selama ini sudah dilalui bertambah baik, atau  biasa-biasa saja,atau bahkan lebih buruk.
sebagaimana Sahabat Ali Karramallahu Wajha menyampaikan,
من كان يومه خيرا من أمسه فهو رابح. ومن كان يومه مثل أمسه فهو مغبون. ومن كان يومه شرا من أمسه فهو ملعون
“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”
dari ungkapan tersebut, maka kita bisa merefleksikan terhadap diri kita. apakah kita termasuk orang yg beruntung, merugi atau terlaknat.

Jangan merisaukan masalah dunia.
Jangan pernah meragukan hal-hal duniawi, rizki,dll. risaulah terhadap masalah akhirat. karena semua  apa yg di dunia sudah di jamin oleh Allah swt.
sebagaimana firmah Allah swt.
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

semua sudah dijamin oleh Allah swt. ada orang yang bekerja keras, tapi ukuran rizkinya  biasa-biasa saja. maka terimalah, itulah takaran rizki kita, karena kerasnya usaha tidak bisa dijadikan patokan besaran rizki yang kita terima. yang terpenting adalah bersyukur. Banyak-sedikitnya rizki akan memberikan ketentraman jika di syukuri, rasa tentram inilah yang akan menghadirkan kekayaan. hati yg lapang dan menerima apa yang sudah ditentukan adalah hakekat kekayaan yang sesunggugnya.
oleh sebab itu, ditahun baru ini marilah  meningkatkan amal ibadah, seperti sholat jama'ah, jangan pernah ditinggalkan.
jika kita ingin diperhatikan Allah swt. maka perhatikanlah amaliyah Ibadah kepada Allah swt.
selain memperhatikan masalah Ibadah, jagalah iman. Iman akan tetap terjaga
dengan cara memperbanyak beribadah dan berdzikr kepada Allah swt serta bersholawat kepada Rasulullah saw.

Jum'at, 21 Agustus 2020
*Ngaji Rutin bersama KH. Abdul Hamid, Pengasuh PP Hidayatul Mubtadi'in.

Rabu, 19 Agustus 2020

TAHUN BARU HIJRIAH 1442 H


 *Segenap Pengurus FKPQ Kota Malang*

mengucapkan :

*Selamat Tahun Baru Hijriah 1442 H*

Semoga Allah swt memberikan kita karunia usia yg berkah dan manfaat bagi semua. Amiin

***

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

Artinya: 

*“Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” Beliau menjawab: “Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.”*

(HR: Tirmidzi)

#FKPQ

#KOTAMALANG

Ad Placement