kangzainfuad.com

Senin, 08 Juni 2020

HAKIKAT HIDUP, CINTA dan AMAL


Wahai anakku,

Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan mati, dan cintailah siapa saja sesukamu, karena sesungguhnya suatu saat engkau akan berpisah denganya. Dan berbuatlah sesuai kehendakmu karena suatu saat nanti engkau akan mendapatkan balasanya.

Jumat, 05 Juni 2020

SOSIALISASI PERWALI NO.19 TAHUN 2020 KOTA MALANG



kzf.com. Pelaksanaan Sosialisasi Protokoler Kesehatan untuk pesantren-pesantren bersama Wali Kota, Wawali, DPRD dan Pimpinan Daerah Kota Malang bersama para pengasuh Pondok pesantren se-Kota Malang.

Sabtu, 06 Juni saat yg tepat melaksanakan sosialisasi karena tepat 6 (enam) hari setelah malang dinyatakan sukses penerapan PSBB. dan 6 (enam) hari setelah PSBB adalah masa transisi.

dimasa transisi inilah, wali kota mengencarkan sosialisai Perwali no.19 Tahun 2020 penerapan New Normal di Kota Malang. harapanya masyarakat Kota Malang siap menyambut era baru pasca PSBB termasuk Pesantren-pesantren di Kota Malang.

Bapak Wali Kota Malang menyampaikan, bahwa penerapan Perwali No.19  Tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman Corona Disease-19 adalah sebuah payung hukum sebagai upaya administratif turunan dari peraturan pemerintah Pusat Peraturan Menteri Kesehatan (PMK), PERGUB (Peraturan Gubernur).

Bapak Wali Kota, Sutiaji menyampaikan, beberapa poin: 

1. Pengasuh memastikan warga pesantren sehat, aman.

2. Warga Pesantren merupakan Keluarga yg setiap harinya berkumpul insyaallah aman, tanpa penerapan _social distancing_.

3. Puskesmas akan bekerjasama dengan pesantren utk keliling memastikan kesehatan warga pesantren.

4. Protokoler kesehatan ini sifatnya umum (kaedah umun), pesantren melaksanakan menyesuaikan dengan kondisi (karakter) pesantren masing-masing.

Gus Sampthon selaku Kasi Pontren Kemenag Kota Malang menyampaikan dengan adanya kejadian ini pemerintah bisa hadir untuk mendampingi dan memperhatikan pesantren. tim-tim kesehatan pemerintah (puskesmas) bisa bersinergi dengan pesantren berupa pemberian pelayanan yang dipermuda, baik secara pelayanan maupun pembiayaan. lebih bagus lagi, pemerintah bisa memberikan fasilitas gratis.

pesantren hadir ditengah masyarakat memberikan pelayanan mandiri, diperjuangkan secara ikhlas demi terbentuknya masyarakat yg berakhlaq mulia jangan sampai dengan adanya protokol malah membuat wibawa pesantren turun, karena dari pesantrenlah pusat peradaban dibangun dan menjadi benteng terakhir peradaban Islam. (azf)

HIDUPKAN MALAMMU


Ayyuhal walad #6

Wahai anakku,

Berapa lama engkau menghidupkan malam (tidak tidur) untuk mengulang mempelajari ilmu, membaca (Muthola’ah) kitab-kitab, dan mengharamkan (menahan) kenginan dirimu untuk tidur dimalam hari? Saya tidak mengetahui apa tujuan yang engkau lakukan dimalam hari itu.

Jika engkau menghidupkan malammu itu untuk memperoleh limpahan harta, atau untuk memperoleh derajat tinggi masalah duniawi serta untuk unggul-unggulan dengan teman-temanmu, maka sungguh merugi engkau, sungguh merugi engkau.

Jika engkau menghidupkan malam-malamu itu dengan tujuan untuk menghidupkan syari’at Nabi Muhammad saw., membersihkan (memperbagus) Akhlaq-budimu dan memerangi nafsul ammarah, nafsu yang selalu mengajak berbuat kejelekan. Maka beruntunglah dirimu dan beruntunglah dirimu.

Dan tepatlah apa yang dikatakan oleh seorang ulama dalam sya’ir berikut :

“Tidak tidurnya mata untuk mencari selain keridloan-Mu adalah sia-sia, Menangisnya mata karena selain kehilangan-Mu adalah tidak berguna”.



Kamis, 04 Juni 2020

BUAH DARI AMAL #5


Imam Al-Ghazali memberikan nasihat kepaa santri beliau,

Wahai anakku,

Selama engkau tidak beramal, maka engakau tidak akan mendapatkan pahala..

Dikisahkan, ada seorang laki-laki dari bani Israil yang mengabdi kepada Allah swt. Selama 70 tahun. Maka Allah swt. Mengutus malaikat untuk mengabarkan amal ibadah,

Malaikat : “wahai ‘abid, Sesungguhnya amal ibadahmu itu tidak mampu memasukkanmu ke dalam surga-Nya”.

 ‘Abid (ahli ibadah) menjawab :” kami diciptakan untuk beribadah kepada Allah swt., maka cukuplah bagi kami beribadah kepada Allah swt.

Setelah mendengar jawaban tersebut, maka kembalilah malaikat kepada Allah swt dan berkata: “Wahai Tuhanku, engkau lebih mengetahui apa yang kami ketahui”. Maka Allah swt. Berfirman, : ”jika ‘abid tetap sesuai dengan  pendirianya (tidak berpaling dari menyembahku), hanya beribadah kepada-Ku, maka Akupun akan mencurahkan Rahmat-Ku kepadanya. Wahai malaikatku, saksikanlah! Sesungguhnya aku mengampuni semua dosanya.

Rasulullah saw. bersabda : “ Hitunglah (intropeksilah) kalian sebelum kalian dihitung, dan timbanglah amal kalian sebelum kalian ditimbang (saat hari kiamat)”.

Sahabat ‘Ali bin Abi Tholib berkata : “ Barangsiapa menyangka bahwa untuk mencapai keberhasilan tanpa bersungguh-sungguh meraihnya maka itu adalah lamunan dan barangsiapa yang menyangka dengan berbekal kesungguhan (usaha) saja (tanpa mengharap Rahmat Allah swt.) untuk mencapai keberhasilan adalah sebuah kesombongan”.

Hassan Al-Bashri berkata : ”seseorang yang mencari surga dengan tanpa amal (usaha) maka itu adalah bagian dari perbuatan dosa”, belau melanjutnya dan berkata : “tanda seseorang mencapai maqam hakikat ialah, ia tidak melihat nilai pahala dari sebuah amal dengan tanpa meninggalkan  amal”.

Rasulullah saw. Bersabda :” orang yang cerdas adalah orang yang bisa mengalahkan hawa nafsunya dan beramal untuk bekal setelah wafatnya dan orang yang Bodoh adalah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya dan selalu berangan-angan mendapat Rahmat Allah swt dengan tanpa beramal”.

Alllahu A’lam.

Selasa, 02 Juni 2020

DALIL PENTINGNYA AMAL #4



(Masih) Ayyuhal Walad #4

Dan apa yang akan engkau katakana dalam hadits berikut :

“Islam dibangun atas lima perkara : bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah swwt. Dan sesungguhnya  Nabi Muhammad itu utusan Allah, mendirikan Sholat, menuaikan zakat, puasa Ramadlan, dan haji ke baitullah bagi yang mampu”.

Dan Iman adalah mengucapkan dengan lisan, membenarkan dalam hati serta mengamalkan dengan anggota badan.

Dari pengertian diatas, menunjukkan dalam melaksanakan tuntutanSya’riat tidak cukup dengan memahaminya sebagaisebuah ilmu, tapi merupakan sebuah amaliyah dan perintah untuk dilaksanakan dengan anggota badan.

Dalil menunjukkan pentingnya beramal sangat banyak, bahkan tidak terhitung.

Walaupun seorang hamba bisa masuk surga karena Fadhol (Karunia) dan kemulyaan dari Allah swt, akan tetapi karunia itu datangnya setelah seorang hamba tersebut sudah melakukan keta’atan dan ibadah kepada Allah swt. Karena sesungguhnya, “Rahmat Allah itu dekatdengan orang yang berbuat baik”.

Dan jika ditanya, Apakah seorang hamba bisa masuk surga hanya dengan iman?, saya jawab : bisa, akan tetapi, kapan ia bisa masuk surga? Dan berapa banyak rintangan yang sulit akan dihadapi agar sampai surga-Nya? Maka, rintangan terjal yang pertama yang akan dihadapi adalah masalah rintangan Iman, dan apakah ia bisa selamat dari rintangan iman ini atau tidak? Dan Ketika sudah sampai (berhasil) melewati rintangan, apakah ia termasuk golongan orang yang menyesal atau merugi? Sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Imam Al-Bishri: “Allah swt berfirman kepada Hamba-hamba-Nya saat hari Kiamat, wahai hamba-Ku…! Masuklah kalian kedalam surga karena Rahmat-Ku, dan bagilah kenikmatan  sesuai dengan (tingkatan) amalmu. (azf)

Minggu, 31 Mei 2020

PENTINGNYA ILMU YANG DIAMALKAN #4

(Masih) Ayyuhal Walad #4

Imam Al-Ghazali melanjutkan nasihat beliau dengan syair yang berbahasa Persi kemudian di terjemahkan dalam Bahasa arab oleh syaikh Muhammad Amin Al-Kurdy yang artinya,

“Jika engkau menakar 2000 kati arak (1 kati sama dengan 600 gr), maka hal itu tidak akan memabukkan jika arak itu tidak diminum”.

Permisalan itu sama saja dengan engkau membaca (mempelajari) sebuah ilmu selama 100 tahun, dan mengumpulkan 1000 (seribu) kitab, engkau tidak akan mendapatkan Rahmat Allah swt. Dari ilmu-ilmu yang engkau pelajari tanpa engkau mengamalkanya.

Allah swt berfirman dalam beberapa Ayat Al-Qur’an, ;

Al-Qur’an Surat al-a’raf ayat 39 :

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,

dalam surat Al-Kahfi ayat 110:

فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَٰلِحًا

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh..”

Dalam surat at-taubah ayat 82 :

جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

“sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan”

Surat Al-Kahfi ayat 107-108 :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا. خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah darinya”.

Surat Maryam ayat 59-60

فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan”. (59)


إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْـًٔا

“Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun”, (60)

(bersambung)

Sabtu, 30 Mei 2020

SAHABAT SEJATI


Anakku, Dizamanmu berbeda dengan saat ayah masih seusiamu. ayah bisa bermain lama dengan teman-teman, saat ayah berkunjung ke rumahnya, atau saat mengaji di Pondok/mushalla.
.
saat ini, engkau bisa berlama-lama bermain, ngobrol dengan temanmu di media sosial tanpa harus bersua, atau banyak juga yg masih nongkrong2 di warung kopi,dst.
.
anakku, memiliki sahabat banyak itu baik, engkau bisa berbagi ilmu, mendapatkan ilmu dr temanmu, dan banyak hal positif yg akan engkau dapatkan. namun cara terbaik yg dapat engkau RASAKAN agar mendapatkan SAHABAT SEJATI adalah dengan merasakan dalam hatimu apakah dengan banyak bergaul denganya engkau merasa semakin dekat dan ta'at kepada Allah swt.?
. 
Anakku,Syaikh Ibnu 'Athoillah dalam Hikam menyampaikan

لاَتصْحَبْ من لاَيُنْهِضُكَ حالهُ ولاَ يَدُلُّكَ علَى اللهِ مقاَلهُ 
"Janganlah bersahabat dengan orang yang tidak membangkitkan semangatmu untuk taat kepada Allah dan kata-katanya tidak menunjukkanmu ke jalan Allah".
.
dizamanmu ini, ayah merasakan tidak mudah mencari sahabat yg ideal sebagaimana yg syaikh Ibnu Atho'illah sampaikan. tapi do'a-do'a ayah, bunda, gurumu serta do'amu akan menentukan dimana Allah swt akan membimbingmu dan memuntunmu mendapatkan sahabat terbaik sebagaimana yang Allah swt tentukan padamu.
.
bersahabatlah dengan siapapun, tiada kebaikan dan keburukan yg tampak dalam dhohir sesesorang jika engkau mampu melihat kebaikan-kebaikan dalam setiap perilakunya. behusnudh-dhonlah.
.
Allahu A'lam.
.
#An_Nashihah

ILMU TANPA AMAL #4



Imam Ghazali Berpesan kepada santri beliau;

Wahai anakku, janganlah engkau menjadi orang yang merugi dan sunyi dari beramal (bathin). Sesungguhnya ilmu yang tidak diamalkan tidak akan membawa manfaat kelak di hari kiamat.

Sebagaimana ada seorang laki-laki (pemuda) yang ada ditengah alas (hutan) dengan membawa sepuluh jenis pedang dari hindia serta jenis pedang lainya, pemuda tersebut juga seorang yang pemberani dan ahli dalam peperangan.

Tiba-tiba ditengah hutan tersebut, ada seekor macan yang besar dan menakutkan menyerang pemuda itu.

Apa yang engkau pikirkan?

Apakah pedang itu bisa menolak atau melawan macan itu jika tidak di gunakan dan di pukulkan ke macan tersebut ?

sudah menjadi maklum, Sesungguhnya pedang itu tidak akan bisa menolak macan kecuali jika digerakkan dan di pukulkan kearah macan.

Begitupula seandainya ada seorang laki-laki yang membaca dan mempelajari seribu permasalahan Ilmiah, dan apa yang dia baca dan pelajari itu tidak diamalkan, maka tiada manfaatnya kecuali dengan diamalkan.

Atau contoh yang lain, ada seorang laki-laki yang sakit panas dan penyakit kuning, salah satu obat yang bisa menyembuhkanya adalah dengan obat sukanjabin (Minuman dari madu) dan Kasykabi (minuman dari gandum sya’ir), maka kedua obat ini tidak akan mampu menyembuhkan penyakit itu kecuali jika obat tersebut diminum. (azf)

(bersambung)

Ayyuhal walad #4

Jumat, 29 Mei 2020

AMAL YANG MENEMANI DI ALAM KUBUR #3

(masih) Ayyuhal Walad #3

Imam Ghazali berpesan kepada santri beliau;

Dikisahkan, ada seseorang yang bermimpi bertemu dengan Syaikh Imam Junaid Qoddasallahu Sirrohu setelah beliau wafat. Kemudian orang tersebut bertanya kepada imam Junaid; “wahai Abal Qosim (sebutan untuk Imam Junaid) bagaimana kabarmu?, Imam Junaid Menjawab” (( telah sirna semua Ibarat, telah hilang semua isyarat, dan tiada manfaat semua amal kecuali hanya sholat 2 (dua ) rakaat di tengah malam))”.

*

Yang dimaksud dalam Riwayat tersebut adalah, bahwa apa yang beliau (imam Junaid) lakukan selama hidup seakan tiada bernilai dihadapan Allah swt., justru saat beliau di alam kubur amal yang dinilai oleh Allah swt dan mampu menemani beliau adalah ibadah dua rakaat ditengah malam, karena beliau melakukan ini tanpa pamrih apapun terhadap makhluq-Nya, beliau ikhlas melaksanakan ibaddah sunnah 2 rakaat itu ditengah malam hanya karena Allah swt.

Alloohu A’lam.

Catatan (Biografi Syaikh Imam Junaid):

Nama Lengkap Syaikh Junaid adalah Al-Junaid bin Muhammad bin al-Junaid Abu Qasim al-Qawariri al-Khazzaz al-Nahawandî al-Baghdadi al-Syafi'i, atau lebih dikenal dengan Al-Junaid al-Baghdadî.

Syaikah Junaid Al-Baghdadi merupakan putra Muhammad, penjual kaca. Ia berasal dari Nahawan, lahir dan tumbuh di Irak. Junaid seorang ahli fikih dan berfatwa berdasarkan mazhab fikih Abu Tsaur, salah seorang sahabat Imam Syafi’i. Junaid berguru kepada As-Sarri As-Saqthi, pamannya sendiri, Al-Harits Al-Muhasibi, dan Muhammad bin Ali Al-Qashshab.

Syiakh Junaid adalah salah seorang imam besar dan salah seorang imam terkemuka dalam bidang tasawuf. Ia juga memiliki sejumlah karamah luar biasa. Ucapannya diterima banyak kalangan. Ia wafat pada Sabtu, 297 H. Makamnya terkenal di Baghdad dan diziarahi oleh masyarakat umum dan orang-orang istimewa.

Syekh Ibrahim Al-Laqqani dalam Jauharatut Tauhid menyebut Imam Malik dan Imam Junaid Al-Baghdadi sebagai pembimbing dan panutan umat Islam.

 ومالك وسائر الأئمة وكذا أبو القاسم هداة الأمة

Artinya,

“Imam Malik RA dan seluruh imam, begitu juga Abul Qasim adalah pembimbing umat,”

(Lihat Syekh Ibrahim Al-Laqqani, Jauharatut Tauhid pada Hamisy Tuhfatil Murid ala Jauharatit Tauhid, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa catatan tahun], halaman 89).

 

Syekh M Nawawi Banten juga menyebutkan sejak awal Imam Junaid Al-Baghdadi sebagai panutan umat dari sisi tasawuf. Menurutnya, Imam Junaid Al-Baghdadi layak menjadi pembimbing umat dari sisi tasawuf karena kapasitas ilmu dan amalnya.

 ويجب على من ذكر أن يقلد في علم التصوف إماما من أئمة التصوف كالجنيد وهو الإمام سعيد بن محمد أبو القاسم الجنيد سيد الصوفية علما وعملا رضي الله عنه والحاصل أن الإمام الشافعي ونحوه هداة الأمة في الفروع والإمام الأشعري ونحوه هداة الأمة في الأصول والجنيد ونحوه هداة الأمة في التصوف فجزاهم الله خيرا ونفعنا بهم آمين

Artinya,

“Ulama yang disebutkan itu wajib diikuti sebagaimam perihal ilmu tasawuf seperti Imam Junaid, yaitu Sa’id bin Muhammad, Abul Qasim Al-Junaid, pemimpin para sufi dari sisi ilmu dan amal. Walhasil, Imam Syafi’i dan fuqaha lainnya adalah pembimbing umat dalam bidang fiqih, Imam Asy’ari dan mutakallimin lainnya adalah pembimbing umat dalam bidang aqidah, dan Imam Junaid dan sufi lainnya adalah pembimbing umat dalam bidang tasawuf. Semoga Allah membalas kebaikan mereka dan semoga Allah memberikan manfaat kepada kita atas ilmu dan amal mereka. Amiiin,”

(Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zein, [Bandung, Al-Maarif: tanpa catatan tahun], halaman 7).

Pandangan serupa juga dikemukakan oleh Syekh M Ibrahim Al-Baijuri. Menurutnya, jalan terang dan keistiqamahan Imam Junaid Al-Baghdadi di jalan hidayah patut menjadi teladan. Ilmu dan amalnya dalam bidang tasawuf membuat Imam Junaid layak menjadi pedoman.

 وقوله كذا أبو القاسم كذا خبر مقدم وأبو القاسم مبتدأ مؤخر أي مثل من ذكر في الهداية واستقامة الطريق أبو القاسم الجنيد سيد الطائفة علما وعملا ولعل المصنف رأى شهرته بهذه الكنية ولو قال جنيدهم أيضا هداة الأمة لكان أوضح 

Artinya,

“Perihal perkataan ‘Demikian juga Abul Qasim’, ‘demikian juga’ adalah khabar muqaddam atau predikat yang didahulukan. ‘Abul Qasim’ adalah mubtada muakhkhar atau subjek yang diakhirkan. Maksudnya, seperti ulama yang sudah tersebut perihal hidayah dan keistiqamahan jalan adalah Abul Qasim, Junaid, pemimpin kelompok sufi baik dari sisi ilmu maupun amal. Bisa jadi penulis memandang popularitas Junaid melalui gelarnya. Kalau penulis mengatakan, ‘Junaid juga pembimbing umat’, tentu lebih klir,”

(Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyah Tuhfatil Murid ala Jauharatit Tauhid, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa catatan tahun], halaman 89).

Kamis, 28 Mei 2020

WAJIBNYA MENTAATI PEMIMPIN DISAAT WABAH CORONA

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى الله عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْراً

قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ اْلقُرْآنِ الْعَظِيْمِ يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِوَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ 

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا 

أَمَّا بَعْدُ؛

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, atas nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Nikmat iman, nikmat Islam dan nikmat dapat membaca firman-firman-Nya yang terangkum dalam al-Quranul Karim. Itulah nikmat terbesar dalam hidup ini. Nikmat paling istimewa karena tanpanya, nikmat yang lain tidak akan berguna.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Juga kepada para shahabat, tabi’in dan orang-orang yang teguh mengikuti sunah Rasulullah sampai hari Kiamat.

Rasulullah senantiasa menasihatkan taqwa dalam setiap khutbahnya. Maka, khatib pun akan mengikuti sunah Beliau dengan menasehatkan wasiat serupa. Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Berusaha menjalankan perintah-perintah-Nya dengan penuh cinta dan tidak  asal gugur kewajiban semata. Berusaha meninggalkan larangan-Nya, juga dengan penuh cinta meski sebenarnya nafsu sangat menginginkannya.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Akhir-akhir ini, di saat musibah sedang melanda negeri ini banyak sekali permasalahan yg dihadapi dan membutuhkan solusi agar semua berjalan dengan aman dan tentram. Mulai dari disekitar lingkungan kita berada, sampai negeri ini yang notabene adalah pemerintah sebagai penanggungjawab agar masyarakat tetap aman dalam beraktifitas. Menuju bangsa Indonesia keluar dari ujian dengan penuh kemenangan.

Ujian yg dihadapi negeri saat ini adalah mengahadapi bahaya Corona, disaat pemerintah berusaha memberikan ketentraman pada semua warga negara maka kita sebagai Rakyat harus senantiasa mendukung segala kebijakan yang sudah di programkan oleh pemerinah (presiden), sebagai wujud ketaatan kita kepada pemimpin kita, sebagaimana firman Allah swt.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu." (QS. An Nisa' [4]: 59)

Dalam ayat ini Allah menjadikan ketaatan kepada pemimpin pada urutan ketiga setelah ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya. Namun, untuk pemimpin di sini tidaklah datang dengan lafazh perintah "taatilah" karena ketaatan kepada pemimpin merupakan ikutan (tâbi') dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Oleh karena itu, apabila seorang pemimpin memerintahkan untuk berbuat maksiat kepada Allah swt.

Adapun jika mereka memerintahkan kita untuk bermaksiat kepada Allah, maka kita dilarang untuk mendengar dan menaati mereka. Karena Rabb pemimpin kita dan Rabb kita (rakyat) adalah satu yaitu Allah Ta'ala oleh karena itu wajib taat kepada-Nya.

Apabila mereka memerintahkan kepada maksiat maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ

“Tidak ada kewajiban taat dalam rangka bermaksiat (kepada Allah). Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma'ruf (bukan maksiat)." (HR. Bukhari no. 7257)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,

 عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ ، فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ ، مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ ، فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ

"Seorang muslim wajib mendengar dan taat dalam perkara yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat." (HR. Bukhari no. 7144)


Jamaah Jumat Rahimakumullah

Apa yang terjadi saat ini, keadaan yang melanda negeri dan negeri lain di bumi ini membutuhkan kebersamaan dan bahu membahu membangun negeri ini walau masih dalam keadaan yg tidak menentu, apa yg dilakukan pemerintah sama sekali tidak ada unsur bermaksiat kepada Allah swt. Terutama dalam pemecahan solusi yg terjadi di negeri ini. Jika tidak ada ketaatan pada pemimpin, maka yg terjadi adalah sebuah kekacauan, bisa jadi akan muncul pertumpahan darah dan terjadi korban pada sesama kaum muslimin. Jangan sampai ujian yg melanda negeri ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ingin negeri ini kacau balau.

Ingatlah bahwa darah kaum muslimin itu lebih mulia daripada hancurnya dunia ini. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

 لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

 "Hancurnya dunia ini lebih ringan (dosanya) daripada terbunuhnya seorang muslim."  (HR. Tirmidzi)

Kalaupun ada orang-orang yang menyerukan melawan pemimpin (presiden), maka berilah nasehat, jika ia menganggap pemimpin bangsa ini dholim, maka berilah ia nasiehat untuk bersabar, sebagaimana yang disampaikan Sahabat 'Amr bin 'Ash berkata kepada putranya, Abdullah:

عن عمرو بن العاص رضي الله عنه أنه قال لابنه عبد الله: يا بني! سلطان عادل خير من مطر وابل، وأسد حطوم خير من سلطان ظلوم، وسلطان غشوم ظلوم خير من فتنة تدوم

“Wahai anakku, pemimpin yang adil itu lebih baik dibandingkan dengan hujan yang deras, macan yang buas lebih baik daripada pemimpin yang zalim sedangkan pemimpin yang sangat zalim itu masih lebih baik dibandingkan dengan fitnah yang permanen (dikarenakan tidak ada pemimpin sama sekali).”

Jama’ah sholat jama’ah yg di Rahmati Allah swt.

Dalam khutbah yang singkat ini, mari kita Bersama-sama berupaya menjaga ukhuwah wathoniyah dan Islamiyah. Dengan cara mentaati pemimpin kita. Disaat kondisi yang tidak menentu, maka wajib bagi kita mentaati satu komando. Kalaupun ada kebijakan yang (menurut kita) tidak tepat sasaran, maka itu harus dievaluasi, dengan kondisi saat ini, apa saja bisa terjadi, semua memiliki kepentingan, namun wajib bagi kita sebagai rakyat untuk menjaga marwah pemimpin kita, dan menjaga lingkungan kita agar tetap aman dan tentram.

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ للهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم



Khutbah Kedua

الْحَمْدَ لله الَّذِي أَنَارَ قُلُوْبَ عِبَادِهِ الْمُتَّقِيْنَ بِنُوْرِ كِتَابِهِ الْمُبِيْنِ وَجَعَلَ الْقُرْآنَ شِفَاءً لِمَا فِي الصُّدُوْرِ وَهُدَى وَرَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي خَاتِمِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدِ النَّبيِّ الْعَرَبِيِّ اْلأُمِّيِّنَ اَلَّذِي فَتَحَ اللهُبِهِ أَعْيُناً عُمْياً وَأَذَاناً صُمًّا وَقُلُوْبَاً غَلْفاً وَأَخْرَجَبِهِ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَي النُّوْرِ. صَلاَةً وَسَلاَماً دَائِمَيْنِ عَلَيْهِإِليَ يَوْمِ الْبَعْثِ وَ النُّشُوْرِ وَعَلَىآلِهِ الطَّيِّبِيْنَ اْلأَطْهَرِ وَأَصْحَابِهِ اْلأَبْرَارِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إِلَي يَوْمِ الدِّيْنَ

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواصَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمً

اَللَّهُمَّ صَلِّ  وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِوَمَنْ تَبِعَهُ بِإحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. اَللَّهُمَّاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.اَللَّهُمَّ لاَتُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ.اَللَّهُمَّاغْفِر لَناَ وَلِوَالِديْناَ وَلِلمُؤمِنِينَ يَومَ يَقُومُ الحِسَابُ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّبُ الرَّحِيْمِ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ

عِبَادَ الله،إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ

Oleh: Ust. Ahmad Zain Fuad/Khutbah Jumat

 


Ad Placement